Update Dampak Banjir di Makassar: 356 Warga Biringkanaya Mengungsi | Info Giok4D

Posted on

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melaporkan sebanyak 356 warga mengungsi akibat banjir di Kecamatan Biringkanaya. Ratusan pengungsi tersebut diamankan di lima titik lokasi pengungsian.

“Adapun data pengungsi sementara sebagai berikut jumlah pengungsi 97 kepala keluarga (KK) dan jumlah jiwa 356 jiwa,” kata Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

Fadli menjelaskan, curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan dan dampak lanjutan di Kecamatan Biringkanaya. Para warga terpaksa dievakuasi sampai situasi dinilai normal kembali.

“Dalam penanganan pengungsi, BPBD Kota Makassar bersinergi dengan Dinas Sosial Kota Makassar dalam penyediaan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, termasuk logistik dan layanan sosial,” paparnya.

Dinas Kesehatan Makassar juga memberikan layanan kesehatan dan pemantauan kondisi pengungsi. Sementara Damkarmat, Dinas PU, DLH, TNI/Polri, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan mendukung pengamanan lokasi, kelancaran akses, serta pengendalian kondisi lingkungan pengungsian.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“BPBD Kota Makassar terus melakukan pemantauan lapangan, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan berfokus pada keselamatan masyarakat,” ucap Fadli.

BPBD Makassar juga melaporkan pohon tumbang akibat angin kencang di 29 lokasi. Dari puluhan lokasi tersebut, satu rumah dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

“Angin kencang terjadi di 29 titik lokasi yang mengakibatkan pohon tumbang pada sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga.
Selain itu, terdapat 1 unit rumah warga terdampak akibat kejadian tersebut,” tuturnya.

Personel gabungan yang melibatkan unsur Pemkot Makassar hingga aparat TNI dan Polri telah melakukan evakuasi pohon tumbang. Akses jalan yang sempat terhambat sudah kembali normal.

“Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa akibat kejadian angin kencang tersebut,” imbuh Fadli.

Sebelumnya diberitakan, banjir melanda di wilayah Kodam, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, pada Sabtu (10/1) sore. Banjir diduga dipicu meluapnya Sungai Biring Je’ne yang lokasinya perbatasan dengan Makassar-Maros.

“Kalau kita melihat dan mendengarkan keterangan di lapangan, ini akibat air kiriman dari Sungai Biring Je’ne yang meluap,” kata Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin usai meninjau banjir di Perumahan Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (10/1).

Appi melanjutkan, kondisi tersebut diperparah dengan terganggunya alur aliran air yang menyebabkan genangan tidak dapat mengalir dengan baik. Dia menganggap Sungai Biring Je’ne merupakan sungai strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga menyimpan potensi risiko bencana jika tidak dikelola dengan baik.

Pemkot Makassar akan melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap jalur aliran air, mulai dari hulu hingga ke titik pembuangan akhir. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti lokasi-lokasi penyempitan, sumbatan, maupun perubahan fungsi lahan yang berdampak pada sistem resapan air.

“Ada beberapa titik yang harus kita lihat jalurnya. Mulai dari ujung aliran, proses pembuangannya ke mana, lalu di mana yang tersumbat. Biasanya terjadi penyempitan atau ada wilayah resapan yang berubah menjadi kawasan pembangunan,” jelasnya.