Insiden kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai dinyatakan hilang kontak, menjadi perhatian publik. Pesawat tersebut diketahui dimiliki dan dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport (IAT).
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT itu dilaporkan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat bernomor seri 611 itu tengah melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Makassar.
Pesawat tersebut menjalani penerbangan sewaan untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berdasarkan data manifes, pesawat mengangkut 7 kru dan 3 penumpang.
Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga saat ini, dua korban telah ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, masing-masinng pada ketinggian 200 meter dan 500 meter.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus melakukan proses evakuasi terhadap korban lainnya. Proses evakuasi tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama medan yang terjal serta cuaca ekstrem berupa kabut tebal dan hujan badai.
Seiring berkembangnya informasi terkait insiden tersebut, profil dan rekam jejak PT IAT pun turut menjadi perhatian. Nah, berikut infosulsel telah merangkum profil perusahaan dan kiprah maskapai ini di industri penerbangan nasional.
Yuk, disimak!
Melansir laman resminya, PT Indonesia Air Transport (IAT) merupakan perusahaan jasa penerbangan charter yang telah beroperasi sejak 1968. Perusahaan ini melayani penerbangan charter menggunakan pesawat sayap tetap (fixed-wing) dan helikopter, terutama untuk kebutuhan industri pertambangan, minyak, dan gas.
IAT resmi go public pada tahun 2006 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham IATA. Perusahaan ini memegang Sertifikat Operator Pesawat Udara (AOC) 121, yang mengizinkannya menjalankan layanan angkutan udara niaga sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.
Merujuk pada laman resmi Kementerian Perhubungan, AOC milik PT Indonesia Air Transport terakhir kali diperpanjang pada 22 Desember 2021. Hingga data tersebut diperbarui, status operasi perusahaan dinyatakan valid, yang berarti perusahaan ini dinilai masih memenuhi ketentuan keselamatan dan regulasi penerbangan sipil yang berlaku di Indonesia.
IAT menyediakan beragam layanan penerbangan yang menyasar kebutuhan korporasi hingga klien individu. Salah satu layanan utamanya adalah kontrak sewa pesawat yang dirancang khusus untuk memenuhi standar perusahaan minyak dan gas bumi. Melalui layanan ini, Indonesia Air Transport melayani penerbangan charter dengan durasi fleksibel, mulai dari jangka pendek di bawah satu tahun, jangka menengah selama satu hingga tiga tahun, hingga kontrak jangka panjang di atas tiga tahun.
Selain itu, Indonesia Air Transport juga menawarkan layanan sewa spot yang ditujukan bagi perusahaan maupun kalangan VIP. Layanan ini mencakup berbagai program sewa jet pribadi dengan fasilitas dan layanan eksklusif, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan bisnis maupun pribadi para klien.
Tak hanya menyediakan pesawat, Indonesia Air Transport turut menghadirkan layanan manajemen pesawat yang menyeluruh. Layanan ini mencakup proses akuisisi, operasional penerbangan, pemeliharaan pesawat, penyediaan tenaga kerja, hingga pengelolaan administrasi dan pemasaran. Dengan layanan tersebut, pemilik pesawat dapat mempercayakan seluruh aspek pengelolaan armada kepada Indonesia Air Transport secara profesional.
Pada 20 Januari 2022, IAT melakukan right issue dan mengubah fokus bisnisnya, tidak hanya sebagai perusahaan charter tetapi juga sebagai perusahaan investasi di sektor energi. Pada saat itu, PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) menjadi pemegang saham pengendali.
Menyadur infoEdu, setelah itu nama perusahaan berubah menjadi PT MNC Energy Investments Tbk. Sejak saat itu, PT MNC Energy Investments Tbk menjadi perusahaan induk dari empat perusahaan terafiliasi, yakni PT Indonesia Air Transport, PT Global Maintenance Facility, PT MNC Infrastruktur Utama, dan PT Bhakti Coal Resources.
Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, diketahui pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris Indonesia Air Transport pada periode 2008-2015. Seiring berada di bawah MNC Group, arah bisnis perusahaan tidak hanya terbatas pada jasa penerbangan charter, tetapi juga merambah investasi di sektor energi, termasuk pertambangan.
Meski demikian, MNC Group diketahui telah melepas kepemilikan atas Indonesia Air Transport (IAT) pada 2024. Sejak laporan keuangan kuartal I/2025, pendapatan dari aktivitas penyewaan pesawat tidak lagi dikonsolidasikan oleh PT MNC Energy Investments.
Nama Perusahaan: PT. INDONESIA AIR TRANSPORT (IAT)
Alamat Perusahaan: Jl. Marsma Hardadi MS, Apron Selatan Halim Perdanakusuma Airport, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makassar, Jakarta 13610
Armada Pesawat:
Layanan Perusahaan:
