Warga Parepare Tanam Pohon Pisang-Pepaya di Jalan gegara 5 Tahun Rusak Parah baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Warga di , Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan aksi tanam pohon pisang dan pepaya sebagai bentuk protes jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Jalan yang rusak parah itu disebut tak kunjung diperbaiki selama 5 tahun.

Pantauan infoSulsel di Jalan Industri Kecil, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang pada Rabu (14/1/2026), terlihat sejumlah warga melakukan aksi tanam pohon di jalan rusak. Tampak ada sebanyak 8 pohon yang ditanam di tengah jalan.

Jalan itu tampak rusak parah dengan aspal terkelupas dan sejumlah bagian berlubang. Ada sejumlah bagian jalan yang berlubang dengan kedalaman sekitar 30 centimeter dan lebarnya 50 centimeter.

“Kami warga di sini sudah bosan dijanji-janji tapi tidak pernah diperbaiki. Itu mi tanam pisang sama pepaya. Kita protes,” ungkap salah seorang warga bernama Fikar kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2026).

Fikar menjelaskan, jalan sudah rusak parah sekitar 5 tahun lalu. Warga sudah sering melaporkan ke pihak pemerintah namun tak kunjung ada perbaikan.

“Kita bisa lihat itu di jalannya. Mana mi mobil mundur, mana mi orang jatuh ibu-ibu apa. Lama sekali mi ini. Ya sekitar begitu 5 tahunan,” jelasnya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Di jalanan itu juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas bagi pengendara. Pasalnya jalan yang rusak itu merupakan tanjakan terjal.

“Apalagi ini jalan tanjakan. Sudah sering, sudah banyak yang jatuh di sini,” kata Fikar.

Fikar menyinggung perbaikan jalan depan rumah salah satu anggota DPRD Parepare yang menjadi prioritas. Namun, jalan warga yang rusak parah justru tidak diperbaiki.

“Padahal ada ibu dewan dekat sini tinggal. Depan rumahnya itu sudah dikerja. Di ujung bawah juga sudah dikerja jalannya. Hanya kita yang di sini pertengahan tidak diperbaiki. Ini di Bukit Indah, namanya saja yang indah tapi jalannya rusak-rusak,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Parepare, Widin Wijaya menanggapi aksi tanam pohon warga di jalan rusak dengan penanganan awal. Tim dinas PUPR melakukan pemadatan jalan dengan menimbun jalan berlubang.

“Tadi itu kita melakukan pemadatan. Kita penanganan sementara itu kita masukkan LPA kemudian dipadatkan dan dilapisi aspal CPHMA di atasnya,” kata Widin.

Widin menjelaskan, jalan itu sudah masuk proyek yang akan diperbaiki dalam APBD tahun 2026. Dia mengklaim, perbaikan jalan itu sudah menjadi perhatian Pemkot Parepare.

“Jalan ini sebenarnya sudah direncanakan akan dikerja tahun ini, itu diatensi langsung oleh bapak wali kota ke kami,” ujarnya.

Dia mengatakan, kondisi jalan tersebut memang sudah rusak parah. Widin menilai aksi protes warga itu sudah wajar.

“Ada beberapa titik yang kondisinya rusak parah. Ada sekitar 300 meter yang rusak parah. Sehingga warga berinisiatif untuk menanami pisang,” ungkapnya.

Dinas PUPR Parepare akan memperbaiki jalan tersebut sepanjang 800 meter. Pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk perbaikan jalan tersebut.

“Kami belum hitung secara detail, tetapi kalau kami estimasi ini membutuhkan anggaran sekitar 400 sampai 500 juta,” jelasnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk memperbaiki lampu di lokasi. Selain itu, Pemkot juga akan memperbaiki drainase tersebut agar air tak merusak badan jalan.

“Iya, kami juga akan berkoordinasi dengan pihak PJU karena ada tiang PJU ini agak lampunya sudah padam. Kami akan turunkan ekskavator untuk membuat galian sementara dulu supaya arah air bisa diarahkan ke bawah, dia tidak ke badan jalan lagi,” pungkasnya.