Pembangunan Puskesmas Buntu Limbong Tator Molor, Pelayanan Numpang di Pustu

Posted on

Pembangunan Puskesmas Buntu Limbong di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel) senilai Rp 4,3 miliar dipastikan molor dari waktu pelaksanaan. Pelayanan kesehatan warga sementara dipusatkan di Pustu Salubarani.

Pantauan infoSulsel, Rabu (14/1/2026), di lokasi pembangunan Puskesmas Buntu Limbong di Kecamatan Gandang Batu Sillanan, sejumlah tukang sibuk bekerja di gedung dua lantai itu. Material, batu, pasir, besi dan semen, terlihat masih menumpuk.

Pemasangan atap terlihat belum rampung. Sementara lantai, plafon dan kamar belum dikerjakan sama sekali.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja Rudhy Andi Lolo membenarkan bahwa pembangunan puskesmas itu molor. Warga yang sakit pun diarahkan ke Pustu Salubarani meski jaraknya jauh.

“Iya terlambat. Orang Buntu Datu dan Karangan untuk sementara berobat ke Pustu Salubarani, jauh sekali,” kata Rudhy kepada infoSulsel, Rabu (14/1).

Dia mengungkap gedung lama puskesmas itu dirobohkan lalu dibangun baru yang dijadwalkan selesai pada akhir 2025. Namun karena efisiensi hingga kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pembangunan terhambat.

“Harapan kita bisa selesai tepat waktu tapi karena beberapa hal jadi terlambat. Faktor keterlambatannya karena beberapa hal, di antaranya kita menyesuaikan kebijakan pusat yang berubah dengan adanya efisiensi,” bebernya.

Rudhy pun mendesak kontraktor segera menyelesaikan pembangunan gedung puskesmas tersebut. Dia meminta kontraktor menambah tukang agar lebih cepat selesai.

“Kita mendesak kontraktornya untuk mempercepat pekerjaannya agar asas manfaat bisa dirasakan masyarakat. Kita juga sudah perintahkan agar menambah tukang. Dan kita sudah kenakan denda keterlambatan,” imbuhnya.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Roby Rangga Padulang, belum memberikan penjelasan terkait progres pembangunan gedung Puskesmas Buntu Limbong.

Mengutip laman LPSE Tana Toraja, anggaran proyek pembangunan Puskesmas Buntu Limbong senilai Rp 4,3 miliar bersumber dari dana DAK Dinas Kesehatan. Proyek ini dikerjakan CV Azrilva Karya Utama dengan masa kerja 170 hari.