Warga Luwu Raya Demo di 4 Titik, Tebang Pohon-Picu Macet 3 Kilometer

Posted on

Sejumlah warga di Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, dan Palopo (Luwu Raya), Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar demonstrasi penutupan jalan di empat titik. Demonstrasi tersebut diwarnai dengan penebangan pohon hingga memicu kemacetan panjang.

Pantauan infoSulsel, demonstrasi dilakukan pada Jumat (23/1/2026) sejak pukul 09.00 Wita. Warga melakukan unjuk rasa di empat titik dengan cara menutup total Jalan Trans Sulawesi. Wilayah yang mengalami penutupan yakni Kecamatan Mangkutana (Luwu Timur), Masamba (Luwu Utara), Mamara (Luwu), dan Sappoddo (Palopo).

Demonstrasi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 tahun. Para warga hanya mengizinkan mobil ambulans untuk melintasi jalan tersebut.

Akibatnya, terlihat kemacetan panjang hingga beberapa kilometer mewarnai setiap titik lokasi demonstrasi. Mereka menuntut Presiden Prabowo, Kemendagri, dan Gubernur Sulsel untuk menyegerakan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

“Untuk kemacetan sendiri mungkin kurang lebih 3 kilometer, tapi demonstrasinya aman terkendali,” kata Kanit Laka Polres Palopo, Ipda Najamuddin kepada infoSulsel, Jumat (23/1).

Selain itu, terlihat pula sejumlah demonstran melakukan aksi unjuk rasa dengan melaksanakan salat Jumat berjamaah di jalan raya depan kantor Wali Kota Palopo. Aksi kemudian disusul dengan massa secara bergantian menyampaikan aspirasi terkait pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

“Bagaimanapun Luwu Raya harus dimekarkan, selama ini kita menjadi penyumbang terbesar untuk Sulsel, sedangkan yang kami dapatkan hanya jalan rusak dan hinaan,” kata orator aksi.

“Apapun yang kami perjuangkan hari ini adalah sesuatu yang layak, dan memang sebuah cita-cita pendahulu kami,” tambahnya.

Uniknya, aksi demonstrasi tersebut disambut baik oleh sejumlah pengguna jalan yang terjebak macet. Mereka secara bergantian memberikan air minum dan makanan kepada massa aksi.

“Warga semuanya mau, mereka selama ini merindukan pemekaran Luwu Raya untuk dijadikan provinsi, dengan begitu akses pendidikan, perataan pembangunan dapat terjadi di Luwu Raya,” tutupnya.