UMI Makassar Dukung Prabowo Jadikan Kampus Fondasi Kekuatan Nasional

Posted on

Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Hambali Thalib menghadiri pengarahan atau Taklimat Awal Tahun Presiden Prabowo Subianto di Jakarta. Presiden Prabowo mendorong peruguran tinggi menjadi fondasi kekuatan nasional, sementara UMI memastikan siap mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Forum strategis kenegaraan ini dihadiri sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi yang terdiri atas rektor, guru besar, dan dekan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1). Pertemuan ini menjadi ruang dialog demi memperkuat peran strategis kampus sebagai arsitek masa depan bangsa, sekaligus mitra negara.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan tinggi dan sains adalah fondasi utama kekuatan nasional, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta tantangan kedaulatan pangan, energi, dan teknologi. Untuk itu, Prabowo berkomitmen terhadap penambahan anggaran riset nasional sebesar Rp 4 triliun untuk perguruan tinggi di seluruh Indonesia, guna memperkuat riset terapan, inovasi strategis, dan kolaborasi kampus, industri, negara dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Rektor UMI Hambali Thalib mengapresiasi kebijakan dan kepemimpinan Presiden yang secara terbuka mengajak perguruan tinggi berpikir dan bertindak sebagai bagian dari sistem ketahanan negara. Dia memastikan UMI siap mengemban amanah tersebut.

“Bagi UMI, pertemuan ini bukan sekadar undangan kehormatan, tetapi amanah kebangsaan. Presiden memberi pesan yang sangat jelas: kampus tidak boleh berjalan sendiri, kampus harus berjalan bersama negara,” ujar Hambali dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Dalam forum tersebut, Rektor Hambali juga mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) dalam konferensi pers pasca-taklimat. Momen itu menjadi bagian dari konsolidasi kebijakan strategis pendidikan tinggi nasional menghadapi fase pembangunan 2025-2045.

Hambali menegaskan komitmen UMI untuk bekerja lebih keras, lebih disiplin, dan lebih terarah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap mendukung Proyek Strategis Nasional pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya di bidang kesehatan, ketahanan pangan, energi, teknologi, dan penguatan karakter kebangsaan.

“UMI berkomitmen melahirkan lulusan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi kuat secara karakter, berintegritas, dan siap mengabdi bagi bangsa. Riset kami diarahkan untuk berdampak, pengabdian kami ditujukan untuk rakyat, dan pendidikan kami kami posisikan sebagai investasi peradaban,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas berbagai isu strategis pendidikan tinggi nasional, antara lain kekurangan tenaga dokter yang masih melampaui 100 ribu orang secara nasional, peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen, penguatan sarana dan prasarana kampus, serta keberlanjutan pembiayaan perguruan tinggi agar tetap berkualitas tanpa membebani mahasiswa dan masyarakat.

Rektor Hambali Pastikan UMI Berjalan Bersama Negara