Renungan Harian Katolik Rabu, 21 Januari 2026 hadir sebagai sarana refleksi iman bagi umat untuk menimba kekuatan rohani dari Sabda Tuhan. Melalui bacaan Kitab Suci hari ini, umat diajak untuk semakin meneguhkan hati dan tetap percaya kepada penyertaan Tuhan dalam setiap situasi kehidupan.
Renungan hari ini Rabu, 21 Januari 2026 mengangkat tema “Tetap Percaya” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik ditulis oleh Sr M Anita, P Karm. Nah, secara lengkap artikel di bawah ini menyajikan:
Yuk, simak selengkapnya!
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Daud berkata kepada Saul, “Janganlah ada seorang pun yang gentar karena dia; hamba-Mu ini akan pergi dan berperang melawan orang Filistin.”
Tetapi Saul berkata kepada Daud, “Engkau tidak mampu melawan orang Filistin ini dan berperang dengannya, karena engkau masih muda, sedangkan dia telah menjadi seorang prajurit sejak muda.”
Lalu Daud berkata, “TUHAN yang telah menyelamatkan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dialah yang akan menyelamatkan aku dari tangan orang Filistin.” Saul berkata kepada Daud, “Pergilah, karena TUHAN menyertai engkau.”
Kemudian Daud mengambil tongkatnya, memilih lima batu halus dari dasar sungai, dan memasukkannya ke dalam kantung gembala yang dibawanya, di situlah batu-batu itu berada, sambil memegang kantungnya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin.
Orang Filistin itu semakin mendekat kepada Daud, dan di depannya ada pembawa perisainya.
Ketika orang Filistin itu memandang Daud dan melihatnya, ia menghina Daud karena Daud masih muda, berwajah kemerahan, dan tampan.
Orang Filistin itu berkata kepada Daud, “Apakah aku ini singa, sehingga engkau datang kepadaku dengan tongkat?” Lalu orang Filistin itu mengutuk Daud demi dewa-dewanya.
Lalu orang Filistin itu berkata kepada Daud, “Datanglah kepadaku, dan aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu, “Engkau datang kepadaku dengan pedang, tombak, dan lembing, tetapi aku datang kepadamu dalam nama TUHAN semesta alam, Allah tentara Israel, yang telah engkau hina.
Pada hari ini TUHAN akan menyerahkan engkau ke tanganku, dan aku akan membunuhmu dan memenggal kepalamu; pada hari ini aku akan memberikan mayat-mayatmu dan mayat-mayat tentara Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu bahwa ada Allah di Israel.
dan agar seluruh jemaat mengetahui bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan tombak. Karena peperangan ada di tangan Allah dan Dia telah menyerahkan kamu ke tangan kami.”
Ketika orang Filistin maju untuk menghadapi Daud, Daud segera berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;
Kemudian Daud memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengambil sebuah batu dari sana, dan melemparkannya, lalu mengenai dahi orang Filistin itu, dan batu itu menancap di dahinya, sehingga ia jatuh tertelungkup di tanah.
Maka Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan ketapel dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangannya.
Daud berlari menghampiri orang Filistin itu, lalu berdiri di atasnya, mengambil pedangnya, menghunusnya dari sarungnya, membunuhnya, dan memenggal kepalanya dengan pedang itu. Dan ketika orang Filistin melihat bahwa jagoan mereka telah mati, mereka melarikan diri.
Dari Daud. Terpujilah TUHAN, batu karangku, yang mengajar tanganku berperang dan jari-jariku bertempur;
Dialah tempat perlindungan dan bentengku, kubu yang kokoh dan penyelamatku, perisai dan tempat berlindungku, yang menaklukkan bangsa-bangsa di bawahku!
Ya Tuhan, aku akan menyanyikan lagu baru untuk-Mu; dengan kecapi sepuluh senar aku akan menyanyikan pujian kepada-Mu,
Engkau memberikan kemenangan kepada raja-raja dan menyelamatkan hamba-Mu Daud.
Kemudian Yesus masuk kembali ke sinagoge, dan di sana ada seorang pria yang tangannya lumpuh.
Mereka mengawasi Yesus, berjaga-jaga jika Dia menyembuhkan pria itu pada hari Sabat, sehingga mereka bisa menyalahkan-Nya.
Yesus berkata kepada pria yang tangannya lumpuh itu, “Mari berdiri di sini.”
Lalu Ia berkata kepada mereka, “Apakah pada hari Sabat diperbolehkan berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa atau membunuh?” Tetapi mereka tetap diam.
Ia sedih melihat kekeraskepalaan mereka dan memandang mereka dengan marah lalu berkata kepada orang itu, “Ulurkan tanganmu!” Lalu orang itu mengulurkan tangannya, dan tangannya pun pulih.
Kemudian orang-orang Farisi keluar dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu (Mrk 3:5a)
Mungkin, kita kerap kali bertanya, mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa saya? Ketika kita memohon sesuatu kepada Tuhan, kita tidak yakin bahwa Tuhan akan mengabulkannya. Kita seringkali memohon, tetapi hati kita tetap ragu-ragu. Iman Adalah anugrah Tuhan. Kita membutuhkan iman untuk percaya kepada Tuhan. Jika kita percaya kepada Tuhan dan mempercayakan seluruh hidup kita dengan segala persoalannya kepada Tuhan, maka sekalipun doa-doa kita sepertinya tidak dikabulkan Tuhan, kita tidak akan kecewa atau marah. Dengan iman, kita percaya
bahwa Tuhan tahu vang terbaik untuk kita dan akan mengabulkan permohonan kita sesuai dengan waktu Tuhan. Mungkin sekarang belumlah waktu yang tepat atau mungkin yang kita minta tersebut belum tentu yang terbaik untuk kita. Tuhan telah menyediakan yang lebih baik dari apa yang kita minta. Seperti lirik lagu: Namun satu yang Dia minta Agar kita percaya, Sampai mukjizat menjadi nyata Kita harus tetap percaya bahwa mukjizat-Nya akan nyata, tepat, dan indah pada waktu-Nya. Tuhan tambahkanlah iman kami.
Ya Tuhan yang Maha Pengasih,
kami bersyukur atas kasih dan penyertaan-Mu dalam hidup kami. Engkau mengetahui segala pergumulan, harapan, dan doa-doa yang kami panjatkan, bahkan sebelum kami mengucapkannya.
Tuhan, sering kali iman kami lemah dan hati kami diliputi keraguan ketika doa-doa belum terjawab. Pada saat seperti itu, ajarlah kami untuk tetap percaya dan berserah penuh kepada kehendak-Mu. Kuatkanlah iman kami agar kami mampu menerima setiap proses dengan hati yang sabar dan penuh pengharapan.
Kami percaya, ya Tuhan, bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik bagi hidup kami, meskipun tidak selalu sesuai dengan keinginan kami. Bantulah kami untuk setia menantikan waktu-Mu yang tepat, dan menaruh seluruh hidup kami dalam tangan kasih-Mu.
Tuhan, tambahkanlah iman kami, agar kami tetap percaya sampai mukjizat-Mu menjadi nyata, indah, dan sempurna pada waktu-Mu.
Amin.
Demikianlah renungan harian Katolik Rabu, 21 Januari 2026. Semoga bermanfaat!
