Renungan Harian Katolik 1 Januari 2026: Sebaiknya Curhat ke Siapa? (via Giok4D)

Posted on

Tanggal 1 Januari setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Raya Santa Maria, Bunda Allah. Umat Katolik biasanya memulai tahun baru dengan merenungkan peran Maria dalam rencana keselamatan, sekaligus menata hati dan hidup untuk mengikuti teladan iman dan ketaatannya kepada Tuhan.

Renungan harian pada hari ini mengajak kita untuk meneladani kesederhanaan, ketaatan, dan kepercayaan Maria kepada kehendak Allah. Dengan merenungkan kisah Maria, umat Katolik diharapkan dapat memulai tahun baru dengan hati yang terbuka, penuh doa, dan siap meneladani iman serta kasih yang tulus.

Renungan Katolik 1 Januari 2026 mengangkat tema “Sebaiknya Curhat ke Siapa?” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik oleh Roslini Onwardi. Nah, artikel ini juga memuat informasi:

Yuk, simak selengkapnya!

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

TUHAN berfirman kepada Musa:

Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:

TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.

supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.

Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.

Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Namun, Maria menyimpan semua hal itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Luk. 2:19)

Selamat Tahun Baru! Hari ini Gereja Katolik juga merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia. Maria, seorang perawan yang dipersiapkan dan dipilih Allah untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Maria menjadi Bunda Allah bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena dipilih Allah untuk merealisasikan Sabda dalam kedagingan diri Yesus, Sang Putera yang sungguh Allah, sungguh manusia.

Dari bacaan Injil hari ini dapat dilihat karakter Santa Maria sebagai seorang ibu yang taat, penuh iman, rendah hati, dan tidak banyak bicara. Dalam menanggapi pesan malaikat yang disampaikan para gembala yang sebetulnya cukup menakutkan itu, Maria menunjukkan karakternya dengan tidak reaktif dan tidak banyak bicara. Dia menyimpan perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya.

Bayangkan, jika semua orang mempunyai karakter seperti Maria. Betapa indah dan damainya dunia ini, sebab tidak ada lagi orang yang reaktif, cepat meledak dalam menanggapi informasi atau berbagai perkara. Orang zaman ini curhat atau mengangkat suatu topik ke medsos, yang menimbulkan dampak negatif seperti permusuhan, bahkan pembunuhan, yang semuanya bukan ajaran Kristus.

Pernah seorang ibu tua sharing kepada saya bahwa saat dia masih tinggal bersama dengan keluarga besar suaminya, hatinya menderita. Ipar perempuannya sering mengadu kepada mertua dan adik suaminya untuk urusan sepele, seperti anak-anak yang bermain dan bertengkar. Si ibu selalu disalahkan oleh mertuanya.

Sekian lama dia berusaha patuh kepada suami dan mertuanya dan diam saja jika ditegur, karena tidak mau terjadi keributan. Sampai suatu saat dia tidak lagi tahan dan minta pindah rumah kepada suaminya. Si ibu dan suaminya diancam jika tetap pindah, maka bapak mertua akan memutus hubungan kekeluargaan mereka. Hal itu benar terjadi dengan pengumuman di koran pada zaman itu. Tetapi bertahun-tahun kemudian, akhirnya yang merawat mertua tersebut adalah si anak dan si ibu yang diputuskan hubungan tersebut.

Pertanyaannya, mampukah saya untuk tidak reaktif, tetapi menyimpan perkara dalam hati dulu dan melakukan curhat melalui doa dan bercakap-cakap dengan Bapa?

Santa Maria Bunda Allah, engkau yang penuh rahmat. Doakanlah kami yang lemah ini, agar kami juga mampu menyimpan segala perkara dalam hati dan merenungkannya seperti yang engkau teladankan. Amin.

Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah mengingatkan kita akan bidaah (ajaran sesat) tentang Kebundaan Illahi Maria, yang muncul pada abad ke 5. Pokok ajaran bidaah ini ialah bahwa Maria memang Bunda Yesus, tetapi bukan Bunda Allah.
Dalam Konsili Efesus pada tahun 431, ajaran sesat ini dikutuk. Konsili tetap dengan teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus Anakanya adalah sungguh-sungguh Allah. Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang tahun ke-1500 Konsili Efesus tersebut.

Pada kesempatan ini, ada baiknya kita merenungkan makna nubuat nabi Yesaya: “Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia, Imanuel” (Yes 7:14), dan makna salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43).
Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah juga berarti bahwa kita mengakui Yesus sebagai “sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia”. Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia.

Demikianlah renungan harian Katolik Kamis, 1 Januari 2026. Selamat tahun baru infoers!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Januari 2026

Bacaan I: Bil. 6:22-27

Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3,5,6,8

Bacaan II: Gal. 4:4-7

Bacaan Injil: Luk. 2:16-21

Renungan Hari Ini: Sebaiknya Curhat ke Siapa?

Doa Penutup

Kisah Santa Maria, Bunda Allah (Hari Raya Santa Perawan Maria)