Pria tanpa identitas ditemukan tewas di sebuah halaman masjid di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) usai terekam CCTV sempat diantar oleh 7 orang menggunakan pete-pete. Hasil autopsi mengungkap jika korban tewas karena serangan jantung.
“Untuk hasil autopsi, kami masih menunggu dari rumah sakit, Bhayangkara. Namun berdasarkan keterangan dokter, ahli forensik mengatakan bahwa ini adalah sakit jantung,” kata Kanit I Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Pangkep, Ipda Andi Dipo Alam kepada infoSulsel, Kamis (8/1/2026).
Dipo mengatakan, korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir diketahui tinggal sebatang kara di sebuah pos ronda di Jalan Regge, Kota Makassar. Sebelum dibawa dengan pete-pete ke Pangkep, korban mengeluh sakit dengan kondisi kaki bengkak.
“Korban ini tukang parkir di Pannampu dia tinggal di pos ronda di Jalan Regge. Pada saat itu korban memang sudah dalam keadaan sakit, kakinya bengkak, dan mereka mengatakan bahwa itu dia asam urat,” ucapnya.
Korban meminta warga sekitar tempatnya tinggal untuk diantar ke rumah kerabatnya di Pangkep. Warga sekitar kemudian menyewakan sebuah pete-pete dan mengantar korban ke Pangkep, pada Selasa (6/1).
“Sehingga pada hari Selasa itu, warga sekitar tempat dia biasa tidur di situ, di Jalan Regge, ramai-ramai mengantar dari Makassar ke Pangkep. Jadi pete-pete tersebut disewa atau dirental oleh warga sebesar Rp 200 ribu untuk membawa korban ke Pangkep,” ujarnya.
Sejumlah warga kemudian membawa korban ke Pangkep. Namun karena alamat yang disebutkan korban tidak jelas, korban lalu minta diturunkan di sebuah masjid.
“Dalam perjalanan korban meminta, karena alamatnya tidak jelas, sehingga mengatakan meminta diturunkan di masjid saja. Sehingga itulah yang sempat terekam di rekaman CCTV,” ucapnya.
Dia menuturkan, keterangan tersebut didapatkan setelah polisi mengungkap petepete yang membawa korban ke Makassar. Polisi juga telah memeriksa sopir pete-pete yang berinisial MY (20) serta seorang perempuan yang ikut membawa korban ke Pangkep berinisial M (35).
“Berdasarkan petunjuk dan berdasarkan hasil penyelidikan anggota di lapangan kami menemukan kendaraan tersebut di wilayah Makassar. Kami juga sudah memeriksa saksi perempuan, M yang tinggal depan pos ronda tempat korban tinggal,” ujarnya.
Dipo mengatakan, dari keterangan saksi-saksi, tidak ada yang mengetahui nama asli korban. Warga sekitar memanggilnya Budi sesuai tato yang ada di lengan kanannya.
“Tidak ada yang tahu nama aslinya, warga jalan Regge hanya panggil korban Budi. Sesuai tato di lengannya,” kata Dipo.
Karena tidak ada keluarga yang mengambil jenazah korban, kepolisian akan menguburkan korban di pemakaman umum Kecamatan Balocci.
“Untuk saat ini, kami dari Polres Pangkep mengupayakan pemakaman di wilayah Pangkep. Di wilayah Kecamatan Bolocci,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Pangkep digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas yang tergeletak di sebuah halaman masjid. Korban sempat terekam kamera CCTV diantar oleh 7 orang menggunakan mikrolet atau pete-pete.
“Benar ada penemuan mayat pria di halaman masjid Raodah Tuljannah, Kecamatan Ma’rang. Pada diri korban tidak ditemukan identitas pengenal,” kata Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Muhammad Saleh kepada infoSulsel, Selasa (6/1/2026).
Jenazah korban ditemukan di halaman Masjid Raodah Tuljannah, Kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Selasa (6/1) sekitar pukul 04.30 Wita. Saleh mengatakan berdasarkan rekaman CCTV masjid pada pukul 00.35 Wita, korban dalam keadaan sadar dibawa dengan mikrolet oleh 7 orang pria.
“Korban yang masih dalam keadaan sadar dibawa oleh 7 orang yang tidak diketahui identitasnya ke teras mesjid Raodah Tuljannah dengan menggunakan mobil mikrolet warna biru. Korban dipapah 2 orang dan seorang membawa kopernya,” ucapnya.
Karena tidak ada keluarga yang mengambil jenazah korban, kepolisian akan menguburkan korban di pemakaman umum Kecamatan Balocci.
“Untuk saat ini, kami dari Polres Pangkep mengupayakan pemakaman di wilayah Pangkep. Di wilayah Kecamatan Bolocci,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Pangkep digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas yang tergeletak di sebuah halaman masjid. Korban sempat terekam kamera CCTV diantar oleh 7 orang menggunakan mikrolet atau pete-pete.
“Benar ada penemuan mayat pria di halaman masjid Raodah Tuljannah, Kecamatan Ma’rang. Pada diri korban tidak ditemukan identitas pengenal,” kata Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Muhammad Saleh kepada infoSulsel, Selasa (6/1/2026).
Jenazah korban ditemukan di halaman Masjid Raodah Tuljannah, Kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Selasa (6/1) sekitar pukul 04.30 Wita. Saleh mengatakan berdasarkan rekaman CCTV masjid pada pukul 00.35 Wita, korban dalam keadaan sadar dibawa dengan mikrolet oleh 7 orang pria.
“Korban yang masih dalam keadaan sadar dibawa oleh 7 orang yang tidak diketahui identitasnya ke teras mesjid Raodah Tuljannah dengan menggunakan mobil mikrolet warna biru. Korban dipapah 2 orang dan seorang membawa kopernya,” ucapnya.
