Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi turut menanggapi pengakuan warga di Tana Toraja soal harga LPG 3 Kg tembus Rp 40.000. Pertamina bakal menjatuhkan sanksi bagi agen dan pangkalan yang ketahuan menjual LPG di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Kami sudah menginstruksikan kepada pangkalan agar prioritas penyaluran LPG 3 Kg kepada konsumen langsung yakni rumah tangga dan usaha mikro serta selalu menjual sesuai harga HET yang telah ditetapkan oleh Pemda setempat, jika ditemukan pangkalan menjual di atas HET akan kami berikan pembinaan sesuai ketentuan,” ujar Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VII Gas, Mulian Paratama kepada infoSulsel, Senin (19/1/2026).
Mulian mengatakan Pertamina Patra Niaga secara aktif melakukan monitoring ke lembaga penyalur, khususnya pangkalan LPG 3 Kg. Hal ini dilakukan agar penyaluran dilakukan sesuai HET dan tepat sasaran sesuai regulasi yang berlaku.
“Dari hasil penelusuran di lapangan tidak ditemukan pangkalan menjual harga Rp 40.000 seperti yang diberitakan sebelumnya, indikasi harga Rp 40.000 merupakan pengecer yang memanfaatkan momen untuk meraup keuntungan,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Mulian, Pertamina Patra Niaga telah melakukan sejumlah langkah untuk merespons dinamika distribusi LPG 3 Kg di Tana Toraja. Pada Januari 2026, Pertamina Patra Niaga menyalurkan penambahan pasokan fakultatif sebesar 11.200 tabung, atau sekitar 8 persen dari alokasi bulanan Kabupaten Tana Toraja, guna menjaga ketersediaan LPG 3 kg di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pesta adat rambu solo.
“Selain itu, operasional penyaluran tetap berjalan pada hari libur nasional tanggal 1 dan 16 Januari 2026, sehingga distribusi ke agen dan pangkalan tidak terhenti,” katanya.
Pertamina Patra Niaga juga telah melaksanakan kegiatan pasar murah LPG 3 kg sebanyak 20 kali sejak 16 Desember 2025 dan akan terus dilaksanakan hingga akhir Januari 2026. Kegiatan tersebut menjangkau sejumlah kecamatan, antara lain Makale, Makale Utara, Bettuang, Gandang Batu Sillanan, Mengkendek, dan Sangalla, untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh LPG 3 kg dengan harga sesuai ketentuan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T Muhammad Rum, menegaskan pengawasan distribusi LPG bersubsidi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, penyaluran LPG 3 kg berjalan melalui sistem dan rantai distribusi resmi.
“Peran pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan LPG bersubsidi tidak disalahgunakan dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” paparnya.
Muhammad Rum menuturkan pihaknya membuka ruang pelaporan melalui saluran resmi perusahaan Pertamina Call Center (PCC) 135 apabila ditemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi bersubsidi, memperkuat pengawasan di lapangan, serta mendukung langkah penertiban sesuai kewenangan instansi terkait demi menjaga stabilitas pasokan dan keadilan harga bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Warga di Tana Toraja mengeluhkan harga LPG 3 Kg yang naik drastis belakangan ini. Harganya disebut tembus Rp 40 ribu, jauh di atas HET.
“Susah sekali didapat (LPG 3 kg) sekarang. Kalaupun ada, mahal sekali, Rp 40 ribu biasa saya belikan,” kata warga Makale, Valen kepada infoSulsel, Kamis (15/1).
Terkait itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Tana Toraja, Fius Minggu mengakui harga LPG 3 Kg saat ini sedang naik drastis. Dia juga tidak menampik ada pangkalan dan pengecer nakal yang memanfaatkan situasi.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Iya, harga (LPG 3 Kg) memang naik drastis, tapi sebenarnya tidak langka. Pangkalan dan pengecer yang memainkan harga, rata-rata pangkalan menjual Rp 25.000 per tabung yang seharusnya cuma Rp 22.500. Dan ada juga yang bawa tabung ke luar daerah,” ujar Fius.
Dia merincikan, harga dari agen ke pangkalan sudah sesuai, yakni Rp 18.000 per tabung. Namun pihak pangkalan kemudian menjual Rp 25.000 kepada pengecer sehingga pengecer ikut memainkan harga, mulai Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per tabung.
“Ini yang sementara kami telusuri, ada apa kok pangkalan ini kompak menjual Rp 40 ribu per tabung. Kami akan panggil semua pangkalan apa alasannya begitu,” ujar Fius.
Sebelumnya diberitakan, Warga di Tana Toraja mengeluhkan harga LPG 3 Kg yang naik drastis belakangan ini. Harganya disebut tembus Rp 40 ribu, jauh di atas HET.
“Susah sekali didapat (LPG 3 kg) sekarang. Kalaupun ada, mahal sekali, Rp 40 ribu biasa saya belikan,” kata warga Makale, Valen kepada infoSulsel, Kamis (15/1).
Terkait itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Tana Toraja, Fius Minggu mengakui harga LPG 3 Kg saat ini sedang naik drastis. Dia juga tidak menampik ada pangkalan dan pengecer nakal yang memanfaatkan situasi.
“Iya, harga (LPG 3 Kg) memang naik drastis, tapi sebenarnya tidak langka. Pangkalan dan pengecer yang memainkan harga, rata-rata pangkalan menjual Rp 25.000 per tabung yang seharusnya cuma Rp 22.500. Dan ada juga yang bawa tabung ke luar daerah,” ujar Fius.
Dia merincikan, harga dari agen ke pangkalan sudah sesuai, yakni Rp 18.000 per tabung. Namun pihak pangkalan kemudian menjual Rp 25.000 kepada pengecer sehingga pengecer ikut memainkan harga, mulai Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per tabung.
“Ini yang sementara kami telusuri, ada apa kok pangkalan ini kompak menjual Rp 40 ribu per tabung. Kami akan panggil semua pangkalan apa alasannya begitu,” ujar Fius.
