Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menggenjot penanganan preservasi jalan paket 3 dengan total anggaran Rp 478,1 miliar. Program ini mencakup penanganan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar pada 15 ruas jalan di sejumlah kabupaten.
Salah satu ruas yang saat ini tengah dikerjakan berada di Kabupaten Pinrang, yakni ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang sepanjang 19,00 kilometer. Proyek ini sudah memasuki tahapan penyiapan badan jalan hingga rekonstruksi.
“Itu yang sementara berjalan, dengan yang lain sementara on progres,” Kepala Pelaksana Proyek Paket 3 PT. Bumi Karsa, Faisal Hamkadalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Pengaspalan juga telah dilakukan di beberapa segmen. Selain itu dimulai dengan pembangunan talud, pasangan batu untuk saluran ngendong atau drainase kecil, saluran samping, serta pekerjaan bahu jalan selebar 1,5 meter dengan rigid beton kiri dan kanan.
Faisal menjelaskan, ruas lainnya juga masih dalam tahap progres pengerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Untuk ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang, proyek tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal pada Desember 2026.
Ruas lainnya yang pekerjaannya sedang berjalan Batas Enrekang-Kabere 4,56 km. Dampak pembangunan infrastruktur ini dinilai akan bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Dusun Bonne, Desa Sipatuo, Kabupaten Pinrang, Mustamin, mengaku bersyukur atas program perbaikan jalan dari Pemprov Sulsel. Dia mengaku perbaikan jalan sudah lama dinantikan masyarakat.
“Kami sangat senang sekali. Sudah sekian lama jalan ini rusak. Kasihan, kendaraan sering antre panjang di jalan. Sekarang masyarakat sangat antusias,” ujar Mustamin.
Menurut Mustamin, ruas tersebut merupakan jalur strategis lintas provinsi yang menghubungkan Sulawesi Barat, Makassar, hingga Tana Toraja. Sehingga keberadaannya sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.
“Kami masyarakat di sini sangat bersyukur dan berterima kasih atas perbaikan dan pembangunan kembali jalan ini oleh Pemprov,” katanya.
Dia juga mengenang kunjungan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ke wilayah tersebut. Saat itu warga memang menyampaikan langsung berbagai aspirasi pembangunan.
“Waktu Pak Gubernur berkunjung ke sini, kami sampaikan persoalan pembangunan, termasuk jalan, persawahan, dan pengairan. Alhamdulillah sekarang sudah terbukti,” imbuh Mustamin.
