Panitia Klaim Dapat Rekomendasi Cabor Kickboxing Gelar Baku Tumbuk Parepare

Posted on

Panitia event Baku Tumbuk di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), membantah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) soal event yang akan digelar dituding melegalkan perkelahian. Panitia mengklaim memiliki izin lengkap dan mendapat rekomendasi cabang olahraga (cabor) kickboxing.

“Itu murni miskomunikasi. Mungkin masyarakat melihat judulnya saja, temanya saja Baku Tumbuk. Jadi memang persepsi pasti ke arah perkelahian liar. Tapi di balik itu semua kita sebenarnya pakai rules kickboxing,” ungkap Ketua Panitia Baku Tumbuk, Ahmad Kamal kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2026).

Kamal menuturkan permohonan maaf kepada pihak KONI atas kesalahpahaman terkait rekomendasi cabor kickboxing. Dia mengaku setelah bertemu KONI, event tersebut mengantongi sejumlah perizinan yang sudah lengkap.

“Pertama-tama sebelumnya saya mau meminta maaf kepada pihak KONI karena memang ada miskomunikasi lah. Terus yang kedua, terkait masalah izin rekomendasi dan lain-lain (cabor kickboxing) itu alhamdulillah kita sudah lengkap semua,” jelasnya.

Dia mengklaim event Baku Tumbuk itu akan menerapkan aturan cabang olah raga kickboxing. Kamal mengungkapkan, alasannya memilih tema Baku Tumbuk karena familiar di masyarakat.

“Postingan yang sudah kami posting itu ada tulisan besar kickboxing. Ah, cuma tidak terlalu nampak karena ditutupi oleh gambar fighter. Dan sedari awal Baku Tumbuk sudah melekat di benak masyarakat. Sebenarnya event ini kita pakai rules kickboxing,” katanya.

Peserta event itu menerapkan aturan kickboxing dengan mewajibkan para peserta memakai pelindung. Kamal menjamin keamanan semua peserta dengan menyiapkan BPJS Ketenagakerjaan.

“Diwajibkan untuk semua fighter itu memakai protektor, mulai dari headguard, glove, mouthguard, pelindung kelamin, sama shinguard (pelindung tulang kering). Kedua, semua fighter kita asuransikan di BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Sesuai aturan kickboxing, event Baku Tumbuk akan memakai arena ring. Selain itu, wasit yang akan memimpin duel diklaim memiliki lisensi.

“Arena kita pakai ring, pakai wasit berlisensi dari Asosiasi Wasit Sulawesi Selatan. Wasit kickboxing, memang kickboxing,” ujarnya.

Dia menjelaskan, event itu akan melibatkan peserta amatiran pria dan wanita. Kamal juga menyiapkan duel khusus yang bertajuk seleb match.

“Pesertanya amatir. 30 orang, 15 match. Jadi ini sebenarnya dikonsepkan entertain. Entertain-nya yang kita kedepankan, sportivitas entertain. 12 laki-laki, 1 seleb match, 2 match perempuan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan event Baku Tumbuk ini bikin heboh di media sosial (medsos). Event itu dianggap melegalkan perkelahian usai Pemkot Parepare disebut memberikan rekomendasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Event baku tumbuk ini ibaratkan melegalisasi perkelahian jalanan. Dilegalkan, diresmikan istilahnya, kalau pemerintah daerah memberikan izin,” ungkap Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante kepada infoSulsel, Selasa (13/1).

Fadly menilai event Baku Tumbuk itu berbahaya bagi peserta yang terlibat karena tidak jelas cabang olahraganya. Pasalnya, penerapan aturan event itu juga tidak jelas rujukannya.

“Berbahaya karena tidak ada apa namanya, aturannya. Jangan sampai dia pukul secara brutal. Jadi rule-nya harus jelas,” ujar Fadly.

“Nah, sekarang terkait dengan safety-nya. Siapa yang bertanggung jawab atas safety-nya ini barang? Tentu kami sebagai operator keolahragaan dalam hal pembinaan prestasi, KONI Parepare tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Peserta event itu menerapkan aturan kickboxing dengan mewajibkan para peserta memakai pelindung. Kamal menjamin keamanan semua peserta dengan menyiapkan BPJS Ketenagakerjaan.

“Diwajibkan untuk semua fighter itu memakai protektor, mulai dari headguard, glove, mouthguard, pelindung kelamin, sama shinguard (pelindung tulang kering). Kedua, semua fighter kita asuransikan di BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Sesuai aturan kickboxing, event Baku Tumbuk akan memakai arena ring. Selain itu, wasit yang akan memimpin duel diklaim memiliki lisensi.

“Arena kita pakai ring, pakai wasit berlisensi dari Asosiasi Wasit Sulawesi Selatan. Wasit kickboxing, memang kickboxing,” ujarnya.

Dia menjelaskan, event itu akan melibatkan peserta amatiran pria dan wanita. Kamal juga menyiapkan duel khusus yang bertajuk seleb match.

“Pesertanya amatir. 30 orang, 15 match. Jadi ini sebenarnya dikonsepkan entertain. Entertain-nya yang kita kedepankan, sportivitas entertain. 12 laki-laki, 1 seleb match, 2 match perempuan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan event Baku Tumbuk ini bikin heboh di media sosial (medsos). Event itu dianggap melegalkan perkelahian usai Pemkot Parepare disebut memberikan rekomendasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Event baku tumbuk ini ibaratkan melegalisasi perkelahian jalanan. Dilegalkan, diresmikan istilahnya, kalau pemerintah daerah memberikan izin,” ungkap Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante kepada infoSulsel, Selasa (13/1).

Fadly menilai event Baku Tumbuk itu berbahaya bagi peserta yang terlibat karena tidak jelas cabang olahraganya. Pasalnya, penerapan aturan event itu juga tidak jelas rujukannya.

“Berbahaya karena tidak ada apa namanya, aturannya. Jangan sampai dia pukul secara brutal. Jadi rule-nya harus jelas,” ujar Fadly.

“Nah, sekarang terkait dengan safety-nya. Siapa yang bertanggung jawab atas safety-nya ini barang? Tentu kami sebagai operator keolahragaan dalam hal pembinaan prestasi, KONI Parepare tidak bertanggung jawab,” tegasnya.