Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memantau pembangunan koperasi desa merah putih di Desa Tampa, Kecamatan Ponrang, Luwu. Koperasi tersebut nantinya akan dilengkapi sebuah gudang penyimpanan untuk mengelola komoditas cengkeh hingga kakao.
“Nantinya komoditas unggulan seperti kakao, cengkeh, cabai, serta hasil bumi lainnya akan dikelola melalui koperasi, termasuk penyediaan kebutuhan pokok dan kebutuhan harian masyarakat,” ujar Bangun Nawoko kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Dia mengatakan pembangunan koperasi merah putih di Desa Tampa tersebut ditargetkan rampung akhir Januari atau menjelang launching di seluruh Indonesia. Menurutnya, Pemda Luwu nantinya akan membangun sebanyak 110 koperasi merah putih di daerahnya.
“Ini adalah salah satu koperasi desa yang progres pembangunannya cukup bagus. Bahkan, ini mungkin nanti akan menjadi koperasi yang pertama di-launching di seluruh Indonesia. Kehormatan besar bagi Desa Tampa,” kata Bangun.
“Tujuan besar koperasi desa merah putih ini adalah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Kita ingin ekonomi benar-benar tumbuh dari desa. Barang-barang kebutuhan yang selama ini harus diambil jauh ke kota, ke depan bisa disiapkan langsung di koperasi desa,”tegasnya.
Dia pun berjanji TNI akan selalu mendukung penuh program pemerintah yang mendorong kemandirian desa tersebut. Dia berharap tidak ada kendala dalam pembangunan koperasi di Desa Tampa.
“Setelah pembangunan selesai, koperasi ini akan kami serahkan kepada pengurus koperasi desa, dalam hal ini ketua koperasi yang juga berkoordinasi dengan kepala desa dan pemerintah daerah. Kami sifatnya mendampingi saja, seperti program-program lainnya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Desa Tampa, Anni Puji Dwi Astuti menjelaskan bahwa koperasi akan fokus pada usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, salah satu rencana utama koperasi Desa Tappa adalah penyediaan pupuk, mengingat mayoritas warga setempat memang berprofesi sebagai petani dan pekebun.
“Potensi desa kami itu kebanyakan petani dan pekebun, dengan komoditas seperti cengkeh,cabai, dan kakao. Ke depan, kami ingin menampung seluruh hasil pertanian masyarakat di gudang koperasi, lalu kami yang memasarkan ke luar,” tutur Anni.
