Honorer bernama Eddy yang bertugas sebagai petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), kecewa setelah gagal diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Eddy lantas heran dengan 2 kerabat pejabat DLH malah lolos usai dianggap tidak memenuhi syarat.
“Saya itu mulai magang (honor) di DLH Baubau sejak tahun 2005 atau sekitar 21 tahun lalu,” kata Eddy kepada infocom, Selasa (27/1/2026).
Eddy sempat viral di media sosial setelah dengan wajah kecewa curhat di pelataran kantor Wali Kota Baubau. Eddy mengaku sudah magang di DLH Baubau puluhan tahun.
Namun saat proses seleksi PPPK 2025, dia dinyatakan tidak lolos seleksi. Dia sempat mengeluh ke pimpinannya, tapi tidak mendapatkan respons yang baik
Eddy mengungkapkan selama ini terus memperpanjang SK pengangkatan honorernya. Harapannya, ketika ada proses penerimaan baik ASN ataupun PPPK, berkas administrasinya bisa menjadi pertimbangan.
“Saya punya SK di rumah tertumpuk, saya susun sejak 2005,” ujarnya.
Saat ada proses penerimaan PPPK tahun 2025 dibuka, Eddy pun bersemangat melakukan proses seleksi. Dia mengatakan mengikuti semua proses seleksi tersebut.
“Saya ikut ujian sampai wawancara di kantor Wali Kota Baubau,” sebut Eddy.
Namun saat pengumuman pada Desember 2025 lalu, Eddy tidak diterima sebagai PPPK. Kekecewaannya semakin meningkat kala melihat dua nama kerabat pejabat DLH Baubau tiba-tiba lulus.
“Pas pengumuman tidak ada namaku, ada yang baru magang malah lulus. Terus ada adik dan iparnya (pejabat DLH Baubau),” bebernya.
Dia menganggap kedua nama kerabat pejabat itu tiba-tiba lolos padahal sebelumnya tidak terdeteksi sebagai honorer sesuai masa pengabdian yang dipersyaratkan. Eddy mengaku sempat mengecek SK honorer kedua nama itu namun tidak menemukannya.
“Sudah kita cek SK-nya tidak ada namanya honorer di DLH Baubau,” imbuh Eddy.
Sementara itu, Plt Kadis DLH Baubau Amiruddin telah dikonfirmasi terkait kemunculan 2 kerabat pejabat yang mendadak lolos PPPK Paruh Waktu. Namun Amiruddin belum merespons konfirmasi wartawan.
