Subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), membukukan laba bersih sebesar Rp 497,31 miliar pada tahun 2025. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dari target perusahaan.
SPJM yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) mencatatkan kinerja cemerlang dengan laba bersih (unaudited) 2025 lebih besar 50,80 persen dibandingkan dengan tahun 2024 dan mencapai sebesar 123,79 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025.
“Pencapaian tahun 2025 ini cukup luar biasa karena SPJM masih mampu terus menunjukkan performa cemerlang dengan pelampauan target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun,” ujar SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Hingga Desember 2025 kinerja (unaudited) menunjukkan peningkatan yang signifikan, pendapatan usaha SPJM mencapai sebesar 8.743,41 miliar, naik 20,29 persen secara Year on Year (YoY) dan terealisasi 109,84 persen melebihi target RKAP Tahun 2025.
Selaras dengan itu, laba usaha SPJM juga mengalami kenaikan 24,56 persen secara YoY dan melampaui target RKAP Tahun 2025 sebesar 46,35 persen atau Rp 249,28 miliar dengan laba bersih sebesar Rp. 497,31 miliar.
“Kepercayaan pelanggan yang tercermin dari peningkatan trafik dan cakupan layanan serta inovasi perbaikan layanan untuk keunggulan operasional merupakan faktor kunci pencapaian kinerja Tahun 2025 ini,” terangnya.
Tubagus mengatakan, secara grup, layanan pemanduan SPJM meningkat 106,47 persen secara YoY sebanyak 3.547.282.627 gerakan, melebihi RKAP 110,80 persen. Selaras dengan itu, layanan penundaan mencapai 5.363.069.712 GT Jam, atau 114,88 persen terhadap RKAP 2025 dan mencapai 107.68 persen YoY.
Layanan Docking terealisasi sebanyak 53 Unit, 155,88 persen dari RKAP 2025 yaitu 34 unit dan naik 108,16% YoY. Di lini pengerukan, terjadi peningkatan 293,91 persen secara YoY, yaitu realisasi sebesar 1.949.002 M3.
Untuk lini Bisnis equipment atau peralatan SPJM juga menunjukkan kinerja yang positif. Availability atau ketersediaan alat mencapai 90,22 persen, atau melebihi target RKAP dengan realisasi sebesar 106,14 persen.
Mean Time To Repair (MTTR) realisasinya melebihi RKAP sebesar 124,56 persen dengan realisasi 4,01 jam, naik 387,37 persen secara YoY. Sedangkan Mean Time Between Failure (MTBF), naik 121,09 persen secara YoY dengan realisasi 452,42% terhadap RKAP 2025 di angka 135,73 jam.
“Kinerja 2025 ini akan menjadi landasan untuk rencana program ekspansi bisnis ditahun 2026. Kami akan terus menjaga stabilitas bisnis, peningkatan coverage wilayah, optimalisasi standarisasi, dan mengedepankan inisiasi strategic partnership dengan mitra potensial untuk penguatan pangsa pasar dan cakupan layanan SPJM Grup,” tutup Tubagus.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
