Warga di Kelurahan Mapanget Barat, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dibuat geger dengan penemuan mayat wanita berinisial UNT (46) dalam kondisi membusuk di rumahnya. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya Yanti Takke Bandaso (53).
“Mayat korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Yanti Takke Bandaso,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
Mayat korban ditemukan di rumahnya di Kelurahan Mapanget Barat, Lingkungan V, Kecamatan Mapanget pada Minggu (18/1) sekitar pukul 12.00 Wita. Elwin mengatakan Yanti terakhir kali menghubungi korban pada pertengahan Desember 2025.
“Pada 18 dan 20 Desember 2025, saksi sempat mengajak korban bertemu, namun selalu ditolak,” katanya.
Dia menuturkan Yanti kemudian memutuskan mendatangi korban di rumahnya pada Sabtu (17/1). Namun korban tidak merespons hingga Yanti kembali mendatangi rumah korban keesokan harinya atau Minggu (18/1).
“Keesokan harinya, Minggu siang, saksi kembali mendatangi rumah korban dengan maksud membesuk. Saat masuk ke dalam rumah, saksi mencium bau busuk yang menyengat,” terangnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Saksi kemudian mendobrak pintu kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk. Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada ketua lingkungan setempat dan Polsek Mapanget,” lanjutnya.
Sekitar pukul 13.30 Wita, Tim Resmob Polda Sulut bersama personel Polsek Mapanget tiba di lokasi. Unit Inafis Polresta Manado kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, terdapat tanda kaku mayat dan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum ditemukan,” ungkap Elwin.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit stroke ringan sejak September 2025. Selain itu, korban diketahui mengalami depresi setelah digugat cerai oleh suaminya dan ditinggalkan bersama anak-anaknya ke Belanda,” pungkasnya.
