Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, tepat sebelum bulan Ramadhan. Bulan ini menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu keutamaan bulan Syaban adalah disebut sebagai bulannya Nabi Muhammad SAW. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:
“Syaban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Allah, Ramadhan adalah bulan umatku. Syaban adalah bulan ditukar kejahatan dengan kebaikan dan Ramadhan adalah pembersih segala dosa.” (As-Suyuthi, Al-Jami’us Shaghir).
Bagi seorang mukmin, bulan Syaban menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak amalan saleh.[1] Waktu-waktu di bulan Syaban ini juga menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa dan menyiapkan hati menyambut Ramadhan.
Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan bagi umat Islam selama bulan Syaban?
Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan Syaban. Antara lain membaca doa ketika memasuki bulan Syaban, memperbanyak sholawat, istighfar, hingga membaca Al-Qur’an.
Berikut daftar dan penjelasan masing-masing amalan bulan Syaban:
Rasulullah SAW kerap memanjatkan doa kepada Allah SWT ketika tiba bulan Syaban. Doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang kali untuk memperoleh pahala yang besar.
Berikut bacaan doa bulan Syaban yang diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”[2]
Umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sepanjang bulan Syaban. Amalan ini menjadi bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT sekaligus sarana membersihkan hati dari dosa dan kesalahan.
Berikut bacaan istighfar yang dapat diamalkan sepanjang bulan Syaban:
Bacaan istighfar berikut dibaca sebanyak 70 kali setiap harinya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ
Latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.”
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaahaladzii laa ilaaha illaa huwar rahmaanur rahiimul hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.
Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang selain Dia tidak ada Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Yang Maha Hidup lagi Yang Maha Pengasih, dan aku bertaubat kepada-Nya.”[2]
Amalan yang dianjurkan selanjutnya pada bulan Syaban adalah memperbanyak berdzikir. Berdzikir merupakan bentuk penghambaaan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa.
Berikut bacaan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari di bulan Syaban sebanyak 70 kali:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Latin: Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal musyrikuuna.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain Dia, ikhlas dalam beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang musyrik membencinya.”[2]
Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW di bulan Syaban. Hal itu dikarenakan perintah bersholawat dalam Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan ini.
Adapun bacaan sholawat yang dapat diamalkan di bulan Syaban adalah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, meliputi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Arab Latin: Allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidun majiid. Allaahumma baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarakta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidun majiid.
Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia.” (HR Bukhari nomor 3.370, 6.357 & HR Muslim nomor 406)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ.
Arab Latin: Allaahumma shalli ‘alaa muhammad ‘abdika wa rasuulika kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarakta ‘alaa ibraahiim wa aali ibraahiim.
Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad, hamba dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim. Dan berilah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah mem-beri keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.” (HR Bukhari nomor 6.358, 4.798, & HR Nasa’i nomor 1.293)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Arab Latin: Allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shallaita ‘alaa aali ibraahiim wa baarik ‘alaa muhammad wa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarakta ‘alaa aali ibraahiim, innaka hamiidun majiid.
Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad, istri-istrinya, dan anak keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berilah keberkahan kepada Muhammad, istri-istrinya, dan anak keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia.” (HR Bukhari nomor 3.369, 6.360, HR Muslim nomor 407, HR Malik nomor 400)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ وَتَرَحَمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا تَرَكَّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ.
Arab Latin: Allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa aali ibraahiim, wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarakta ‘alaa ibraahiim wa aali ibraahiim, wa tarahham ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa tarahham ‘alaa ibraahiim wa aali ibraahiim.
Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Dan berilah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Dan berilah rahmat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim.”[3]
Amalan berikutnya yang dapat diamalkan pada bulan Syaban adalah berpuasa. Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW yang berpuasa hampir sebulan penuh pada bulan Syaban, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
Aisyah berkata, “Saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw. melakukan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan, saya juga tidak pernah melihatnya sangat banyak melakukan puasa selain pada bulan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim).
Tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu pelaksanaan puasa bulan Syaban, sehingga umat Islam boleh berpuasa pada tanggal berapa pun. Adapun puasa yang dapat dikerjakan pada bulan ini adalah puasa sunnah Syaban, puasa nisfu Syaban, puasa Senin dan Kamis, serta puasa Ayyamul Bidh.[2]
Bersedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Syaban. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat Imam Shadiq sebagai berikut:
Imam Shadiq berkata, “Mengapa kalian lupa dengan puasa di bulan Syaban?”
Seseorang bertanya, “Apakah pahala orang yang berpuasa satu hari di bulan Syaban?”
“Demi Allah, surga adalah pahalanya,” tegas Imam Shadiq.
“Apakah amalan terbaik di bulan ini?”
“Bershadaqah dan membaca istighfar. Barang siapa bershadaqah di bulan Syaban, maka Allah SWT akan memelihara shadaqah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, shadaqah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud.”[2]
Membaca Al-Qur’an sebaiknya mulai diperbanyak sejak awal bulan Syaban. Dengan kebiasaan ini, seorang muslim dapat menambah jumlah bacaan Al-Qur’annya ketika memasuki bulan Ramadhan.
Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata:
كَانَ يُقَالُ شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ الْقُرَّاءِ
“Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an. (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali halaman 138)[4]
Demikianlah ulasan mengenai amalan bulan Syaban yang dapat dikerjakan oleh umat Islam. Semoga bermanfaat ya, infoers!
Sumber:
1. Buku 12 Bulan Mulia Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny
2. Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
3. Buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun yang disusun oleh Hamdan Hamedan
4. Laman Muslim.or.id, Optimalkan Ibadah Di Bulan Syaban
