Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah merampungkan tes DNA atau pemeriksaan antemortem terhadap keluarga dari 10 korban kecelakaan . Tim DVI sisa menunggu evakuasi 10 kru dan penumpang yang menjadi korban sebelum identitas diumumkan.
“Menunggu korban dibawa ke Posko DVI untuk dilakukan tes post mortem, selanjutnya dicocokkan dengan data antemortem, kemudian dapat menyimpulkan identitas sebenarnya korban,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto kepada infoSulsel, Selasa (20/1/2026).
Didik menegaskan tim DVI Polda Sulsel baru merampungkan pemeriksaan antemortem terhadap keluarga korban. Para keluarga korban dimintai keterangan hingga menjalani tes DNA secara bertahap.
“Total 10 dari keseluruhan keluarga korban sudah lengkap. Pada prinsipnya tim DVI proaktif mendatangi keluarga korban dimana berdomisili dengan berkoordinasi dengan DVI Polda-Polda setempat,” paparnya.
Tim DVI Polda Sulsel selanjutnya akan melakukan pemeriksaan post mortem atau pencocokan data antemortem. Namun proses rekonsiliasi ini baru bisa dilakukan jika seluruh korban atau jenazah sudah diserahkan ke DVI untuk diperiksa.
“Menunggu korban dibawa ke Posko DVI untuk dilakukan tes post mortem, selanjutnya dicocokkan dengan data antemortem, kemudian dapat menyimpulkan identitas sebenarnya korban,” jelas Didik.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Sebagai informasi, tim SAR baru menemukan dua jenazah dari total 10 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500. Kedua jenazah itu masing-masing berjenis kelamin pria dan wanita yang identitasnya belum diketahui.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii belum merinci kondisi dan identitas jenazah dengan dalih merupakan kewenangan DVI. Jenazah yang telah dievakuasi nantinya akan diserahkan ke tim DVI untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kondisi dari korban tentunya akan disampaikan oleh teman-teman DVI, tapi apapun yang kita temukan proses kita adalah kita segera evakuasi dan kita akan serahkan,” kata Syafii kepada wartawan di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1).
Dia menegaskan tugas Basarnas hanya fokus untuk mencari dan mengevakuasi korban. Adapun temuan bagian pesawat akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diperiksa.
“Karena barang-barang yang ditemukan bukan berarti langsung kita publish. Nanti pun ada yang punya kewenangan mem-publish barang-barang yang ditemukan,” jelasnya.
