Desas-desus Rusdi Masse Tinggalkan NasDem-Jabatan di DPR Akhirnya Jadi Nyata | Giok4D

Posted on

Desas-desus Rusdi Masse Mappasessu (RMS) hengkang dari NasDem akhirnya menjadi nyata. Rusdi Masse selangkah lagi menanggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI serta Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kabar pengunduran diri RMS itu awalnya dikonfirmasi Sekretaris DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif. Syahar menyebut Ketua Umum (Ketum) Surya Paloh sudah menerima surat pengunduran diri itu.

Bahkan, Syahar mengaku sudah dipanggil Surya Paloh untuk membahas masalah tersebut. Namun dia enggan menyampaikan seperti apa respons Surya Paloh atas keputusan Rusdi Masse.

“Kemarin,” singkat Syahar, sapaan akrab Syaharuddin Alrif, saat ditanya infoSulsel soal pemanggilan Surya Paloh terkait pengunduran diri RMS, Kamis (22/1/2026).

Bendahara Umum (Bendum) NasDem Ahmad Sahroni juga mengonfirmasi pengunduran diri RMS. Dia menyebut RMS sudah mengajukan surat pengunduran dirinya sejak awal Januari 2026.

“(Pengunduran diri) Sudah awal Januari 2026,” Sahroni menjawab pengunduran diri Rusdi Masse dari NasDem dilansir dari infoNews, Kamis (22/1).

Sahroni mengatakan Rusdi Masse otomatis mengundurkan diri dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Kendati demikian, ia menyebut keputusan terkait pengunduran diri Rusdi Masse ini ada di tangan DPP.

“Benar sekali (mundur dari DPR). Semua keputusan dari DPP NasDem,” ucap Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI ini.

Wacana RMS mundur dari NasDem ke PSI memang kembali mencuat belakangan ini menjelang Rakernas PSI di Makassar 29-31 Januari. PSI sendiri mengaku sudah menyiapkan kejutan sosok baru yang akan bergabung dengan PSI.

Sekretaris DPW PSI Sulsel Indira Mulyasari Paramastuti membenarkan adanya kejutan tersebut. Dia belum merincikan tokoh politik asal Sulsel yang telah diajak bergabung ke PSI dan hanya membeberkan inisial sosok tokoh yang dimaksud.

“Namanya juga kejutan, bisa jadi Mister J, bisa jadi Mister R, dan tokoh-tokoh yang lain. Memang bakal ada kejutan di Rakernas PSI dan itu penyampaian dari DPP,” ujar Indira kepada wartawan, Kamis (8/1).

Dua inisial Mister J dan Mister R kerap dikaitkan dengan nama Presiden ke-7 Joko Widodo dan Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse. Namun Indira ogah mengomentari hal itu lebih jauh.

“Tapi dari kami juga karena ini belum ada rapat teknis sama sekali dengan DPP, baru kami yang menyusun acara di DPW, makanya belum disampaikan (kejutan itu),” katanya.

Indira menuturkan, pihaknya sudah melakukan inventarisir tokoh yang akan diumumkan bergabung saat Rakernas PSI. Pihaknya masih menunggu persetujuan DPP PSI.

“Iya, jadi rencananya memang dari kami ada planning dari tokoh Sulsel (bakal gabung PSI), tetapi itu baru kami inventarisir dan itu juga DPP belum meng-iyakan,” ujar Indira.

Dia memastikan PSI sangat terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung dengan partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu. Hal ini juga berlaku kepada RMS.

“Tentu, Pak RMS dan tokoh-tokoh Sulsel yang lain yang mau bergabung,” tambah Indira.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Rusdi Masse juga sempat menghadiri upacara pemakaman atau Rambu Solo ayah dari Sekretaris Steering Committee PSI Benidiktus Papa, Paulus Papa di Kabupaten Tana Toraja. Kaesang dan RMS tampak duduk bersama dalam acara tersebut.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Dalam foto yang diterima infoSulsel, acara tersebut berlangsung di Kecamatan Mappak, Rabu (21/1). Kaesang dan RMS tampak duduk lesehan di sebuah pondok bersama sejumlah tamu lainnya.

Keduanya duduk sejajar namun terpisah meja. Kaesang hadir dengan mengenakan kemeja hitam, sementara RMS mengenakan kaos polo dan topi berwarna serupa.

Sekretaris DPD PSI Tana Toraja, Yulianus mengatakan rombongan Kaesang tiba di Mappak sekitar pukul 10.30 Wita. Kaesang didampingi RMS dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI dan fungsionaris DPW Sulsel, DPW Sulbar dan DPD PSI Tana Toraja-Toraja Utara.

“Agenda menghadiri pemakaman orang tua Benidiktus Papa, almarhum Paulus Papa,” kata Yulianus kepada infoSulsel, Rabu (21/1).

Rumor RMS hijrah ke PSI turut menyisakan tanda tanya soal untung dan ruginya. RMS disebut akan kehilangan jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR, namun juga akan membuka peluang politik baru dalam jangka panjang.

“Jika harus pindah ke PSI, itu artinya dalam jangka pendek Rusdi Masse akan kehilangan beberapa hal. Posisi di DPR harus digantikan karena bukan lagi ada NasDem, kan. Tentu kan posisinya partai juga harus dilepaskan,” ujar Pakar Politik Unhas Sukri Tamma kepada infoSulsel, Jumat (9/1).

Dekan FISIP Unhas ini menilai RMS jika benar pindah maka akan menemukan tantangan baru di PSI. Namun melihat sepak terjang dan jaringan politik RMS yang sudah terbentuk, RMS dinilai punya hitungannya sendiri.

“Tapi kalau kemudian memang memilih pindah, saya kira tentu perhitungannya sangat personal. Artinya ada alasan-alasan personal terkait dengan potensi dan karier beliau ke depannya dan juga mungkin aspek yang lainnya. Dugaan saya mungkin barangkali, saya berandai-andai saja yah, mungkin kalau pemain sepakbola barangkali mencoba mencarikan tangan baru,” katanya.

“Tapi ini kan politik. Sementara di politik kan apa sih sebenarnya dicari Pak RMS? Kalau mencari posisi jabatan dan sebagainya kan sudah didapatkan saat ini. Kenapa harus berpindah begitu? Nah berarti ada mungkin penjelasan yang lain,” tutur Sukri.

Sukri menilai, jika pun ada kerugian, maka itu bersifat jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, RMS kemungkinan melihat adanya peluang politik yang lebih besar atau setidaknya setara dengan posisi yang telah diraih saat ini.

“Dalam jangka pendek mungkin kerugian politiknya adalah posisi di DPR harus dilepaskan karena bukan lagi kader NasDem. Sementara di PSI kan tidak lolos parliamentary threshold,” katanya

Terkait PSI, Sukri mengakui bahwa partai tersebut belum besar di Sulsel. Namun ia menilai figur masih menjadi faktor penting dalam politik Indonesia.

“Tapi saya yakin sekali bahwa RMS bukan politisi kemarin sore, beliau sudah sangat berpengalaman. Tentu sudah menghitung untuk ruginya dan saya yakin kepindahan ini, kalau terwujud, kepindahan itu sudah dihitung,” jelasnya.

Apabila RMS yang memiliki basis sosial, ekonomi, dan elektoral yang kuat benar-benar bergabung, maka PSI dinilai berpotensi mendapatkan dorongan signifikan. Apalagi rekam jejak RMS pernah 2 periode Bupati Sidrap dan 2 periode sebagai anggota DPR RI dengan perolehan suara besar menunjukkan bahwa RMS memiliki basis dukungan yang nyata.

“Mungkin jangka pendek kelihatan ada rugi tapi dalam jangka panjang itu ada hitung-hitungan yang menurut saya pasti akan lebih menguntungkan atau minimal sama, paling tidak sama dengan apa yang sudah diraih sekarang,” tuturnya.

Meski begitu, Sukri menilai bahwa RMS tidak bisa bergerak sendiri. Menurutnya, keberhasilan PSI di Sulsel sangat bergantung pada apakah gerbong politiknya, termasuk kader-kadernya harus ikut berpindah.

“Kalau berpindah tentu Pak RMS akan berpikir untuk menarik gerbong-gerbongnya. Nah gerbongnya ini bisa jadi akan ikut, kita masih menunggu,” katanya.

“Mungkin jangka pendek kelihatan ada rugi tapi dalam jangka panjang itu ada hitung-hitungan yang menurut saya pasti akan lebih menguntungkan atau minimal sama, paling tidak sama dengan apa yang sudah diraih sekarang,” imbuh Sukri.

Kabar RMS Gabung PSI Menguat

Kaesang-RMS Duduk Bareng di Toraja

Untung-Rugi RMS Tinggalkan NasDem Lalu Gabung PSI

Wacana RMS mundur dari NasDem ke PSI memang kembali mencuat belakangan ini menjelang Rakernas PSI di Makassar 29-31 Januari. PSI sendiri mengaku sudah menyiapkan kejutan sosok baru yang akan bergabung dengan PSI.

Sekretaris DPW PSI Sulsel Indira Mulyasari Paramastuti membenarkan adanya kejutan tersebut. Dia belum merincikan tokoh politik asal Sulsel yang telah diajak bergabung ke PSI dan hanya membeberkan inisial sosok tokoh yang dimaksud.

“Namanya juga kejutan, bisa jadi Mister J, bisa jadi Mister R, dan tokoh-tokoh yang lain. Memang bakal ada kejutan di Rakernas PSI dan itu penyampaian dari DPP,” ujar Indira kepada wartawan, Kamis (8/1).

Dua inisial Mister J dan Mister R kerap dikaitkan dengan nama Presiden ke-7 Joko Widodo dan Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse. Namun Indira ogah mengomentari hal itu lebih jauh.

“Tapi dari kami juga karena ini belum ada rapat teknis sama sekali dengan DPP, baru kami yang menyusun acara di DPW, makanya belum disampaikan (kejutan itu),” katanya.

Kabar RMS Gabung PSI Menguat

Indira menuturkan, pihaknya sudah melakukan inventarisir tokoh yang akan diumumkan bergabung saat Rakernas PSI. Pihaknya masih menunggu persetujuan DPP PSI.

“Iya, jadi rencananya memang dari kami ada planning dari tokoh Sulsel (bakal gabung PSI), tetapi itu baru kami inventarisir dan itu juga DPP belum meng-iyakan,” ujar Indira.

Dia memastikan PSI sangat terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung dengan partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu. Hal ini juga berlaku kepada RMS.

“Tentu, Pak RMS dan tokoh-tokoh Sulsel yang lain yang mau bergabung,” tambah Indira.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Rusdi Masse juga sempat menghadiri upacara pemakaman atau Rambu Solo ayah dari Sekretaris Steering Committee PSI Benidiktus Papa, Paulus Papa di Kabupaten Tana Toraja. Kaesang dan RMS tampak duduk bersama dalam acara tersebut.

Kaesang-RMS Duduk Bareng di Toraja

Dalam foto yang diterima infoSulsel, acara tersebut berlangsung di Kecamatan Mappak, Rabu (21/1). Kaesang dan RMS tampak duduk lesehan di sebuah pondok bersama sejumlah tamu lainnya.

Keduanya duduk sejajar namun terpisah meja. Kaesang hadir dengan mengenakan kemeja hitam, sementara RMS mengenakan kaos polo dan topi berwarna serupa.

Sekretaris DPD PSI Tana Toraja, Yulianus mengatakan rombongan Kaesang tiba di Mappak sekitar pukul 10.30 Wita. Kaesang didampingi RMS dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI dan fungsionaris DPW Sulsel, DPW Sulbar dan DPD PSI Tana Toraja-Toraja Utara.

“Agenda menghadiri pemakaman orang tua Benidiktus Papa, almarhum Paulus Papa,” kata Yulianus kepada infoSulsel, Rabu (21/1).

Rumor RMS hijrah ke PSI turut menyisakan tanda tanya soal untung dan ruginya. RMS disebut akan kehilangan jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR, namun juga akan membuka peluang politik baru dalam jangka panjang.

“Jika harus pindah ke PSI, itu artinya dalam jangka pendek Rusdi Masse akan kehilangan beberapa hal. Posisi di DPR harus digantikan karena bukan lagi ada NasDem, kan. Tentu kan posisinya partai juga harus dilepaskan,” ujar Pakar Politik Unhas Sukri Tamma kepada infoSulsel, Jumat (9/1).

Untung-Rugi RMS Tinggalkan NasDem Lalu Gabung PSI

Dekan FISIP Unhas ini menilai RMS jika benar pindah maka akan menemukan tantangan baru di PSI. Namun melihat sepak terjang dan jaringan politik RMS yang sudah terbentuk, RMS dinilai punya hitungannya sendiri.

“Tapi kalau kemudian memang memilih pindah, saya kira tentu perhitungannya sangat personal. Artinya ada alasan-alasan personal terkait dengan potensi dan karier beliau ke depannya dan juga mungkin aspek yang lainnya. Dugaan saya mungkin barangkali, saya berandai-andai saja yah, mungkin kalau pemain sepakbola barangkali mencoba mencarikan tangan baru,” katanya.

“Tapi ini kan politik. Sementara di politik kan apa sih sebenarnya dicari Pak RMS? Kalau mencari posisi jabatan dan sebagainya kan sudah didapatkan saat ini. Kenapa harus berpindah begitu? Nah berarti ada mungkin penjelasan yang lain,” tutur Sukri.

Sukri menilai, jika pun ada kerugian, maka itu bersifat jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, RMS kemungkinan melihat adanya peluang politik yang lebih besar atau setidaknya setara dengan posisi yang telah diraih saat ini.

“Dalam jangka pendek mungkin kerugian politiknya adalah posisi di DPR harus dilepaskan karena bukan lagi kader NasDem. Sementara di PSI kan tidak lolos parliamentary threshold,” katanya

Terkait PSI, Sukri mengakui bahwa partai tersebut belum besar di Sulsel. Namun ia menilai figur masih menjadi faktor penting dalam politik Indonesia.

“Tapi saya yakin sekali bahwa RMS bukan politisi kemarin sore, beliau sudah sangat berpengalaman. Tentu sudah menghitung untuk ruginya dan saya yakin kepindahan ini, kalau terwujud, kepindahan itu sudah dihitung,” jelasnya.

Apabila RMS yang memiliki basis sosial, ekonomi, dan elektoral yang kuat benar-benar bergabung, maka PSI dinilai berpotensi mendapatkan dorongan signifikan. Apalagi rekam jejak RMS pernah 2 periode Bupati Sidrap dan 2 periode sebagai anggota DPR RI dengan perolehan suara besar menunjukkan bahwa RMS memiliki basis dukungan yang nyata.

“Mungkin jangka pendek kelihatan ada rugi tapi dalam jangka panjang itu ada hitung-hitungan yang menurut saya pasti akan lebih menguntungkan atau minimal sama, paling tidak sama dengan apa yang sudah diraih sekarang,” tuturnya.

Meski begitu, Sukri menilai bahwa RMS tidak bisa bergerak sendiri. Menurutnya, keberhasilan PSI di Sulsel sangat bergantung pada apakah gerbong politiknya, termasuk kader-kadernya harus ikut berpindah.

“Kalau berpindah tentu Pak RMS akan berpikir untuk menarik gerbong-gerbongnya. Nah gerbongnya ini bisa jadi akan ikut, kita masih menunggu,” katanya.

“Mungkin jangka pendek kelihatan ada rugi tapi dalam jangka panjang itu ada hitung-hitungan yang menurut saya pasti akan lebih menguntungkan atau minimal sama, paling tidak sama dengan apa yang sudah diraih sekarang,” imbuh Sukri.