Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Basarnas mempersiapkan rencana modifikasi cuaca untuk mempercepat operasi pencarian yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rencana ini disiapkan lantaran kondisi cuaca ekstrem yang menghambat pencarian.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii awalnya mengatakan, Polda Sulsel akan menambah penguatan unsur udara dengan menurunkan helikopter. Basarnas juga telah mengerahkan pesawat dari Surabaya.
“Mudah-mudahan bisa kita lakukan modifikasi cuaca sehingga membantu percepatan pelaksanaan operasi SAR,” kata Syafii kepada wartawan di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1/2026).
Syafii mengatakan, operasi difokuskan untuk mengevakuasi korban. Dia menegaskan informasi penemuan hingga evakuasi korban akan disampaikan oleh Mabes Polri.
“Pada saat situasi saat ini yang memiliki kewenangan men-declare korban yang sudah ditemukan dan nantinya dideklarasikan adalah teman-teman dari Mabes Polri,” tuturnya.
“Begitu juga tentang kondisi pesawat sampai nanti penyebabnya tentunya nanti teman-teman dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Penerbangan) yang memiliki kewenangan,” tambah Syafii.
Syafii mengatakan, salah satu korban pesawat ATR 42-500 memang telah ditemukan. Namun jenazah korban masih diupayakan dievakuasi karena terkendala cuaca dan medan.
“Tim akan berupaya semaksimal mungkin. Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan sarana udara, karena jarak tempuh dari lokasi menuju ke bandara, sangat dekat, namun karena cuaca, pesawat tidak maksimal kita operasikan,” jelasnya.
Operasi pencarian via udara saat ini sementara berlangsung. Dia berharap operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang memasuki hari ketiga bisa berjalan lancar.
“Saat ini yang telah beroperasi, pagi kita menggunakan Boeing untuk melaksanakan air survailence, kemudian ditindaklanjuti oleh helikopter untuk menurunkan rescuer yang memang memiliki kemampuan,” jelasnya.
