Umat Islam saat ini berada di bulan Rajab dalam penanggalan Hijriah, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini terdapat satu malam istimewa yang menandai peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni malam 27 Rajab yang dikenal sebagai malam Isra Miraj.
Pada malam ini, terdapat doa yang dianjurkan bagi umat Islam karena memiliki sejumlah keutamaan bagi yang mengamalkannya. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri sebagaimana disadur dari laman resmi Nahdlatul Ulama:
مَنْ قَرَأَ بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ يَسْأَلُ اللَّهِ حَاجَتَهُ فَإِنَّهَا تُقْضَى بِإِذْنِ اللَّهِ
Artinya: “Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.” (Abdullah al-Halabi, Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: tt], halaman 38).
Lantas, bagaimana bacaan doa malam Isra Miraj 27 Rajab yang dianjurkan?
Yuk, simak dan amalkan bacaan doa berikut ini!
Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan dibaca ketika memasuki malam 27 Rajab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِيْنَ وَتُجِيبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Arab Latin: Allaahumma innii as’aluka bi musyaahadati asraaril muhibbin, wa bil khalwatil latii khashshashta bihaa sayyidal mursalin hiina asraita bihii lailatas sabi’i wal ‘isyriin an tarhama qalbiyal haziina wa tujiiba da’watii yaa akramal akramiin.
Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai yang Maha Memiliki Kedermawanan.”
Selain doa di atas, terdapat pula doa yang dianjurkan untuk diamalkan pada malam Isra Miraj sebagaimana dilansir dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunnah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ لِسَانِي مِنَ الْكِذْبِ وَقَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ وَبَصَرِي مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَابِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
Arab Latin: Allaahumma thah-hir lisaanii minal kidzbi wa qalbii minan nifaaqi wa ‘amalii minar riya’i wa basharii minal khiyaanati fa’innaka taʻlamu khaaʼinatal aʻyuni wa maa tukhfish shuduuru.
Artinya: “Ya Allah, sucikanlah lisanku dari dusta, bersihkanlah hatiku dari kemunafikan, bersihkanlah amalku dari rasa pamer, bersihkanlah penglihatanku dari pengkhianatan, sesungguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati.”
Selain membaca doa, ada berbagai amalan sunnah yang dapat diamalkan umat Islam pada malam 27 Rajab atau malam Isra Miraj. Amalan tersebut antara lain melaksanakan sholat sunnah, berdzikir, memperbanyak istighfar, serta membaca tasbih.
Untuk memudahkan infoers, berikut penjelasan masing-masing amalannya:
Salah satu amalan yang dapat dikerjakan pada malam Isra Miraj adalah sholat sunnah malam 27 Rajab. Waktu pelaksanaannya bisa dilakukan setelah sholat Maghrib, juga bisa setelah sholat Isya.
Sholat ini dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan enam kali salam. Pada setiap rakaatnya, disunnahkan membaca surat al-Fatihah dan al-Ikhlas satu kali.
Adapun bacaan niat sholat sunnah malam 27 Rajab adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي لَيْلَةَ الْمِعْرَاجِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushalli lailatal mi’raji rak’ataini mustaqbilal qiblati sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat salat Lailatul Mi’raj dua rakaat dengan menghadap kiblat, sunah karena Allah Ta’ala.”
Setelah mengerjakan sholat sunnah malam 27 Rajab, umat Islam dapat mengamalkan dzikir. Dzikir berikut ini terdiri dari bacaan wirid, istighfar dan shalawat:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Subhanallahi wal hamdu lillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Dan hanya Allah yang Maha Besar.”
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Arab Latin: Astaghfirullahal ‘adzhim.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah selalu kehormatan dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad.”
Bila perlu, dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah (tujuh kali), al-Falaq dan an-Nas (tujuh kali), al-Ikhlas dan al-Kafirun (tujuh kali), surat al-Qadar dan ayat Kursi (tujuh kali).
Selain dzikir istighfar di atas, terdapat bacaan istighfar lainnya yang dianjurkan pada bulan Rajab, termasuk pada malam 27 Rajab. Dilansir dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut bacaan istighfar yang populer dibaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Arab Latin: Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu wa abu-u laka binikmatika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakannku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman- Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.”
Amalan lainnya yang dapat dilakukan pada malam Isra Miraj adalah membaca surat Yasin. Amalan ini bisa dilakukan kapan saja, termasuk pada malam 27 Rajab, tepatnya setelah sholat Subuh.
Hal ini sebagaimana keterangan dari Aisyah yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ بَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ فِي شَهْرِ رَجَبَ يس مَرَّةً وَاحِدَةً غَفَرَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ ذُنُوْبَ خَمْسِيْنَ سَنَةً وَدَفَعَ عَنْهُ عَذَابَ الْقَبْرِ.
Artinya: “Barang siapa membaca surat Yaasiin setelah shalat Shubuh di bulan Rajab satu kali, maka Allah akan mengampuni baginya dosa-dosa sebanyak 50 tahun dan menghapuskan baginya siksa kubur.”
Pada 10 hari terakhir bulan Rajab, terdapat bacaan yang dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Islam. Bacaan berikut ini dapat diamalkan pada malam 27 Rajab:
سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ.
Arab Latin: Subhaanallaahir ra-uuf.
Artinya: “Maha suci Allah Yang Maha Belas Kasihan.”
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ اللهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya: “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas [112]: 1-4).
Pada bulan Rajab, termasuk malam 27 Rajab, umat Islam dianjurkan memperbanyaik bacaan “Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya’“. Anjuran tersetut dijelaskan dalam kitab Al-Jami’ karya Imam Suyuti.
Diriwayatkan dari Ibnu Asakir dari Abi Umamah bahwa Wahab bin Munabbih menuturkan:
“Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Quran bertuliskan bahwa barang siapa beristighfar di bulan Rajab di pagi dan sore hari dengan mengangkat kedua tangannya seraya berkata, ‘Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya‘ 70 kali, maka kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka.”
Berikut ini bacaan lengkapnya:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ.
Arab Latin: Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.”
Amalan membaca tasbih dianjurkan pada bulan Rajab, termasuk pada malam 27 Rajab. Bahkan, bagi umat Islam yang tidak mampu menjalankan puasa, dianjurkan membaca tasbih sebanyak 100 kali setiap hari sebagai pengganti pahala puasa.
Bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ الْأَعَزَّ الأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ أَهْلُ.
Arab Latin: Subhaana man laa yanbaghit tasbiihu illaa lahuu, subhaanal a’azzal akraam, subhaana man labisal ‘izza wahuwa lahu ahlun.
Artinya: “Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat Yang Perkasa lagi Mulia. Maha Suci Dzat yang menyandang keperkasaan, dan hanya Dia-lah yang memang pantas menyandangnya.”
Demikianlah penjelasan mengenai amalan doa dan ibadah sunnah lainnya yang dianjurkan pada malam Isra Miraj atau malam 27 Rajab. Semoga bermanfaat ya, infoers!
