Lima event Sulawesi Selatan (Sulsel) lolos dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Festival Salo Karajae Parepare yang sempat masuk 5 kali berturut-turut, kini tersingkir dari daftar event unggulan tersebut.
Kemenpar telah menyeleksi dan memilih total 125 event unggulan dari berbagai provinsi di Indonesia yang masuk KEN 2026. Pemilihan ini dianggap menjadi instrumen penting di KEN 2026 dalam menghadirkan rangkaian event unggulan terkurasi yang menampilkan kekayaan budaya, seni, kuliner, musik, dan karnaval.
“Melalui Karisma Event Nusantara 2026, event daerah kami dorong tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Event menjadi ruang ekspresi budaya, wadah kolaborasi, sekaligus etalase kekayaan Indonesia yang berdaya saing,” kata Menpar Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Total 125 event terpilih dalam KEN 2026 meningkat dibanding KEN 2025 yang hanya mengakomodir 111 event. Khusus di Sulsel, ada 5 event yang lolos dalam KEN 2026, yakni: Toraya Ma’Gellu’; Beautiful Malino; Makassar International Eight Festival and Forum (F8); Rock in Celebes; dan Festival Pinisi.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu menjelaskan jumlah event KEN 2026 meningkat seiring naiknya kualitas penyelenggaraan event daerah. Hal ini juga menjadi komitmen pemerintah daerah dalam memaksimalkan manfaat pariwisata.
“Dengan 125 event terpilih dari 38 provinsi, KEN 2026 menegaskan komitmen kami untuk memastikan kualitas tetap menjadi prioritas. Proses kurasi dilakukan agar setiap event memiliki daya tarik, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat serta pelaku pariwisata daerah,” ujar Vinsensius.
Sementara itu, Festival Salo Karajae, Parepare dipastikan tidak lolos Karisma Event Nusantara, Kementerian Pariwisata tahun 2026. Padahal sebelumnya, Festival Salo Karajae masuk KEN Kemenpar sebanyak 5 kali berturut-turut.
“Iya, pengusulan. Tidak (lolos),” ungkap Kadisporapar Parepare, Iskandar Nusu kepada infoSulsel, Senin (26/1).
Iskandar menilai, Festival Salo Karajae yang tidak lolos di KEN itu hal biasa. Namun, dia akan melakukan evaluasi agar Festival Salo Karajae bisa kembali menembus KEN Kemenpar.
“Biasa ji memang. Biasa di event, ada masuk, ada keluar, saya (usahakan) lagi masuk kembali karena ada persyaratan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, seleksi event nasional itu melalui tahap penilaian dari Kemenpar. Pemerintah daerah mengusulkan event unggulan dengan mempresentasikan kepada tim penilai.
“Lewat kurasi. Ada wawancara dulu dari kementerian pariwisata, akademisi dan beberapa tim penilai lainnya,” jelasnya.
