Sejumlah pengunjung tempat wisata alam Zahara terekam kamera dan viral saat terjebak di seberang karena debit air sungai meningkat di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Semua pengunjung selamat.
“Tidak ada korban,” kata Kepala Desa Pappandangan, Makmur kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (2/1/2026).
Peristiwa yang sempat memicu kepanikan itu terjadi di kawasan wisata alam Zahara, Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kamis (1/1) sekira pukul 12.00 Wita. Saat kejadian, para pengunjung berada di seberang sungai yang masih menjadi bagian dari kawasan wisata alam tersebut.
“Terlanjur di seberang sungai (pengunjung) karena ada juga di seberang (wilayah tempat wisata). Jadi takut menyeberang kembali, karena kencang memang air, keruh juga,” ungkap Makmur.
Menurut Makmur, debit air sungai meningkat setelah hujan mengguyur daerah ini beberapa saat. Meski begitu, dia menyebut peningkatan debit air sungai di daerah ini tidak berlangsung lama.
“Hujan memang sejak masih jam sebelas, cuman tidak segitu parah. Sudah biasa terjadi,” tuturnya.
Makmur mengaku telah mengimbau pengunjung untuk menunggu debit air surut atau berjalan menuju jembatan penyeberangan tidak jauh dari lokasi mereka terjebak. Namun, diduga karena tidak sabar menunggu membuat para pengunjung panik hingga mencoba menyeberangi derasnya arus sungai.
“Ada jalan alternatif (jembatan), jalan kaki saja menyusuri sungai sekira dua ratus lima puluh meter. Sudah disampaikan agar menunggu saja barang dua jam akan surut itu air, cuman mereka takut,” terang Makmur.
Makmur mengimbau para pengunjung tidak menyeberangi sungai saat mendatangi tempat wisata alam saat cuaca buruk. Dia juga meminta pengelola tempat wisata untuk memberikan tanda atau peringatan kepada para pengunjung jika berpotensi terjadi banjir.
“Saya berharap kepada masyarakat karena sekarang ini musim hujan, kalau datang berkunjung jangan ke seberang sungai, ke tempat utama saja, jangan menyeberangi sungai. Kita tidak tahu jangan sampai hujan di hulu, kedua saya juga berharap kepada seluruh pengelola wisata ini ada semacam imbauan, semacam tanda bahwa akan ada banjir kalau seperti ini hujan,” tutupnya.
Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, Jumat (2/1) tampak air sungai Pappandangan meningkat dan berarus deras hingga sulit dilalui pengunjung tempat wisata yang berada di seberang.
Dari sisi sungai yang lain terlihat sejumlah warga dibantu polisi berupaya melemparkan ban dalam yang telah diberi tali ke arah pengunjung yang terjebak, untuk digunakan menyeberangi sungai.
Terdengar suara warga mengarahkan pengunjung untuk menyeberangi sungai melewati jembatan yang berada di tempat lain.
“Lewat jembatan, sebelum malam, lewat sana, lewat sana jembatan,” ujar pria dalam video.
Makmur mengimbau para pengunjung tidak menyeberangi sungai saat mendatangi tempat wisata alam saat cuaca buruk. Dia juga meminta pengelola tempat wisata untuk memberikan tanda atau peringatan kepada para pengunjung jika berpotensi terjadi banjir.
“Saya berharap kepada masyarakat karena sekarang ini musim hujan, kalau datang berkunjung jangan ke seberang sungai, ke tempat utama saja, jangan menyeberangi sungai. Kita tidak tahu jangan sampai hujan di hulu, kedua saya juga berharap kepada seluruh pengelola wisata ini ada semacam imbauan, semacam tanda bahwa akan ada banjir kalau seperti ini hujan,” tutupnya.
Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, Jumat (2/1) tampak air sungai Pappandangan meningkat dan berarus deras hingga sulit dilalui pengunjung tempat wisata yang berada di seberang.
Dari sisi sungai yang lain terlihat sejumlah warga dibantu polisi berupaya melemparkan ban dalam yang telah diberi tali ke arah pengunjung yang terjebak, untuk digunakan menyeberangi sungai.
Terdengar suara warga mengarahkan pengunjung untuk menyeberangi sungai melewati jembatan yang berada di tempat lain.
“Lewat jembatan, sebelum malam, lewat sana, lewat sana jembatan,” ujar pria dalam video.
