Viral Kurir di Makassar Ancam Pisau Pria yang Protes Paketnya Telat Diantar

Posted on

Viral di media sosial seorang kurir jasa pengiriman di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengancam pisau pria yang protes karena paketnya telat diantarkan. Pihak kurir mengaku dicekik lebih dulu dan sempat mau diancam pisau saat terjadi cekcok sehingga turut nekat mengeluarkan pisaunya.

Insiden tersebut terjadi di rumah konsumen pada Jumat (16/1) siang. Dalam narasi video viral, korban mengatakan kejadian bermula ketika dirinya mengecek status pesanannya di aplikasi marketplace yang tertulis bahwa paket telah diterima.

“Pada 13 Januari 2026, saya mengecek status pesanan di aplikasi Shop** dan tertulis sudah diterima, padahal paket tidak ada di rumah. Foto bukti pengiriman yang diunggah kurir bukan di lokasi rumah saya dan tidak menunjukkan paket diterima atau diletakkan di tempat tujuan. Paket bukan COD, melainkan sudah dibayar lunas,” kata korban dalam narasi video viral dikutip Jumat (16/1/2026).

Korban lantas mengaku sempat dihubungi kurir tersebut dan pelaku akan mengantar paketnya. Namun, kata dia, hingga 15 Januari paket belum juga ia terima.

“Saya mengajukan komplain, tetapi kurir tidak merespons dengan jelas dan baru membalas pada 15 Januari dengan alasan HP rusak, serta tidak terima atas komplain saya,” bebernya.

Keduanya kemudian sepakat bertemu untuk mengantar paket yang dimaksud. Namun saat itu terjadi adu mulut hingga sang kurir mengeluarkan pisau untuk mengancamnya.

“Saat bertemu langsung, paket memang diserahkan, namun kurir marah dan terjadi adu mulut. Dalam kejadian tersebut, kurir memukul saya dan mengeluarkan pisau untuk mengancam,” ungkapnya.

“Saya merekam kejadian itu, dan kurir kemudian melarikan diri. Kejadian ini sangat mengancam keselamatan saya sebagai konsumen dan mencerminkan pelanggaran serius terhadap etika dan profesionalisme jasa pengantaran,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak kurir mengklarifikasi kronologi kejadian tersebut. Adik kurir inisial A mengaku kakaknya sudah berniat baik untuk mengantarkan paket tersebut setelah HP-nya sempat rusak.

“Datang kakakku bicara baik-baik tapi dia cekik kakakku. Mau dikasih keluarkan pisau, tapi diduluani sama kakakku. Kakakku kasih keluar pisau,” beber A saat dikonfirmasi infoSulsel.

A menjelaskan pisau yang dibawa kakaknya sebenarnya hendak diantarkan kepada ibunya. Namun, pisau tersebut dikeluarkan saat kejadian karena merasa terancam.

“Terus itu pisau dari rumahnya mau dia bawakan mamaku. Jadi ku tanya baik juga, ‘betulan itu pisau dari rumahmu? Mau bawa ke mana?’, dia bilang ‘betulanka mauka bawakan mama’,” tutur A.

A pun mengakui kakaknya salah karena mengeluarkan pisau. Namun dia menyebut kakaknya diancam lebih dulu hanya karena salah paham persoalan paket milik kostumernya.

“Tidaj saya benarkan kakak ku pegang pisau begitu, tapi duluanki kasian dicekik gara-gara salah paham ji soal paketnya itu cs. Adaji katanya CCTV di situ,” imbuhnya.