Viral di media sosial warga membonceng jenazah wanita bernama Pirna (19) menggunakan sepeda motor di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Suteng). Momen tersebut terjadi karena ambulans di puskesmas juga sedang dipakai merujuk pasien.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Tojo Una-Una, Niko mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Desa Uematopa, Kecamatan Ampana Tete, Rabu (14/1). Pirna awalnya mengalami pendarahan usai melahirkan sehingga harus dibawa ke Puskesmas Bulan Jaya, Kecamatan Ampana Tete.
Pasien sempat dirawat di puskesmas sebelum dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan rujukan dari puskesmas ke Rumah Sakit Ampana. Saat korban meninggal dunia, nakes sempat menyarankan kepada keluarga agar kembali ke puskesmas.
“Namun, pihak keluarga memilih untuk diturunkan di Desa Sukamaju, yang berdekatan dengan puskesmas rujukan awal. Alasannya, karena di desa tersebut ada kerabat,” ujar Niko dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Niko menyebut kondisi geografis dan keputusan keluarga menjadi faktor utama penyebab jenazah Pirna dibonceng menggunakan sepeda motor. Pihak keluarga sempat diminta menunggu ambulans yang saat itu sedang melakukan rujukan pasien lainnya ke Rumah Sakit Ampana.
“Keluarga menolak menunggu karena mempertimbangkan jarak tempuh yang panjang dan risiko bermalam di jalan,” terang Niko.
Niko juga menjelaskan bahwa jarak dari Desa Uematopah ke Dusun Paria sekitar 4 jam perjalanan. Sementara dari Desa Uematopa ke puskesmas memakan waktu sekitar 8 jam, pun jika cuaca dalam kondisi baik.
“Medan menuju desa tersebut memang cukup berat. Bidan yang bertugas berada di Desa Uematopah, sementara pasien berada di Dusun Paria, dan tempat tinggalnya berada di area kebun, lebih ke dalam lagi,” kata dia.
Lebih lanjut, Niko menegaskan jika pihak puskesmas telah memberikan penanganan yang baik sebelum korban dinyatakan meninggal dunia. Korban juga sudah menjalani pemeriksaan oleh dokter hingga diarahkan untuk dirujuk ke rumah sakit.
“Sejak awal sudah ditangani dengan baik. Pasien sudah diperiksa dokter, sudah mendapatkan penanganan di puskesmas,” tuturnya.
Dalam video beredar, terlihat jenazah Pirna dibonceng menggunakan sepeda motor dengan model terbaring di belakang. Jenazahnya diikat di atas jok motor menggunakan papan yang dibentuk agar jenazah bisa terbaring.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.







