Viral di media sosial (medsos) bayi berusia 3 tahun di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo dianiaya hingga babak belur oleh ayah kandungnya berinisial MH (30). Penganiayaan dilakukan pelaku sambil video call dengan istrinya yang pergi meninggalkan rumah.
“Memang betul si korban anak kandungannya sendiri dan sudah berlumuran darah, korban umur 3 tahun,” ujar Dirkrimum Polda Gorontalo Kombes Ade Permana kepada wartawan, Selasa (6/1/2025).
Penganiayaan itu terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Senin (6/1). Pelaku menganiaya korban karena kesal istrinya meninggalkan rumah.
“Ibu korban menelepon atau meminta bantuan kepada omnya (pamannya) korban untuk melaporkan kejadian karena pada saat itu video call ibu korban dengan pelaku ini dan dilatarbelakangi adalah si korban anak kandungannya sendiri dan sudah berlumuran darah korban,” terangnya.
“Motifnya memang sudah beberapa hari ini ibu korban atau istri dari pelaku ini pergi meninggalkan rumah karena permasalahan rumah tangga dia pergi ke luar daerah,” sambungnya.
Ade menuturkan pelaku yang emosi langsung menganiaya korban menggunakan tangan. Korban kini telah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah luka di wajahnya.
“Dipukul dengan menggunakan tangan kosong kalau dari pengakuan dari pelaku. Sekarang sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo, bahwa korban mengalami bengkak di dahi bibir memar dan mengeluarkan darah serta luka lebam di bagian bawa mata sebelah kiri dan luka lebam di pipi bagian kiri dan kanan,” bebernya.
Pelaku diamankan oleh Opsnal Polda Gorontalo pada Senin (5/1). Ade mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Tidak sampai satu jam jadi ketika pelapor melaporkan ke SPKT kemudian Kanit Opsnal dan langsung menuju ke TKP pada saya itu juga diamankan pelaku di rumahnya. Hari ini juga kita laksanakan pemeriksaan mendalam,” pungkasnya.
Dalam video durasi 27 info dilihat infocom, tampak balita berlumuran darah di bagian hidung dan bibir sembari video call dengan ibunya. Pria itu juga memegang pisau yang diarahkan ke belakang korban.







