Tragedi gedung , Sulawesi Selatan (Sulsel) dibakar massa saat rapat paripurna menyisakan duka yang mendalam. Peristiwa itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 5 lainnya dirawat di rumah sakit serta 67 mobil hangus terbakar.
Insiden bermula saat massa terkonsentrasi di Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (29/8/2025) malam. Massa aksi unjuk rasa kemudian merangsek ke gedung DPRD Makassar saat sedang berlangsung rapat paripurna di lantai 3.
Kabag Humas Sekretariat DPRD Makassar Syahril menjelaskan, rapat paripurna tersebut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham. Keduanya sempat diminta menunggu di lantai 3 bersama anggota dewan lainnya saat massa berdatangan.
“Awalnya mereka di lantai tiga tapi begitu saya melihat massa yang begitu besar sehingga saya panggil turun ke bawah untuk mengevakuasi anggota dewan dan Pak Wali turun ke bawah,” kata Syahril kepada infoSulsel, Sabtu (30/8).
Perintah evakuasi diserukan ketika situasi mulai tidak kondusif sekitar pukul 20.00 Wita. Massa aksi mulai menjebol pagar hingga memaksa masuk ke halaman gedung DPRD Makassar.
Appi dan Aliyah segera dievakuasi lewat pintu belakang. Keduanya bersama anggota dewan dievakuasi secara bertahap lewat pintu belakang gedung DPRD Makassar.
“(Dievakuasi) Lewat pintu belakang, lewat jalur lapangan tenis,” imbuhnya.
Kericuhan di gedung DPRD Makassar memasuki puncaknya sekitar pukul 22.45 Wita. Gedung legislatif dibakar usai dilempari bom molotov.
“Sementara paripurna massa masuk melempar bom molotov sekitar jam 8 lewat,” kata Syahril.
Wali kota dan wakil wali kota Makassar bersama Sekda Makassar Andi Zulkifly bersama sudah dievakuasi sebelum kebakaran terjadi. Keduanya dibawa menggunakan sepeda motor.
“Pak Wali dan Bu Wali, Pak Sekda, dievakuasi lewat belakang dengan motor,” kata Wakil Ketua 2 DPRD Makassar Anwar Faruq dalam keterangannya.
Anwar menuturkan proses evakuasi berjalan dengan baik. Dia menyebut seluruh pejabat hingga legislator dievakuasi dengan selamat.
“Alhamdulillah kami semua selamat,” ujarnya.
Massa yang sebelumnya merangsek ke halaman kantor DPRD Makassar, langsung menarik diri ke Jalan AP Pettarani, Makassar. Mereka menyaksikan kebakaran hebat yang terjadi.
Kebakaran gedung DPRD Makassar itu menjadi tontonan massa dan warga sekitar. Suara ledakan kerap terdengar saat api terus membakar gedung wakil rakyat tersebut.
Petugas pemadam kebakaran Makassar diterjunkan ke lokasi. Namun armada tak bisa berbuat banyak sebab kebakaran sudah telanjur membesar.
Kebakaran hebat itu menimbulkan korban jiwa. Korban meninggal yang pertama teridentifikasi adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kecamatan Ujung Tanah bernama Syaiful.
“Iye betul (Kasi Kesra Syaiful meninggal dunia),” ujar Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi kepada infoSulsel, Sabtu (30/8) dini hari.
Amanda mengatakan korban Syaiful turut menghadiri rapat paripurna di DPRD Makassar. Saat gedung DPRD Makassar, korban terjebak di lantai empat.
“Terjebak api lompat di lantai 4,” katanya.
Dia mengatakan korban sendiri hadir di rapat paripurna dalam rangka mewakili camat. Saat itu, korban dievakuasi ke RS Grestelina Makassar.
“Ini Kasi ku kodong, dia wakili ka, terjebak ki api, lompat ki turun, astagfirullah,” katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat sebanyak tiga orang tewas dalam insiden tersebut. Sementara lima orang lainnya terluka.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar mengungkapkan tiga korban meninggal dunia terdiri dari 2 orang pria dan seorang wanita. Dua korban masing-masing meninggal di rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit Grestelina, Makassar.
“Meninggal 3 orang,” ujar Fadli dalam keterangannya, Sabtu (30/8).
Ketiga korban tewas yakni Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Syaiful Akbar, staf humas DPRD Makassar Muh Akbar Basri alias Abay, dan staf anggota DPRD Makassar Sarina Wati. Ketiga korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing pada Sabtu (30/8).
Lima korban lainnya masing-masing terdiri dari 3 orang luka berat, dan 2 lainnya luka sedang. Para korban masih menjalani perawatan.
“Ini data terakhir, anggota masih asesmen,” sambungnya.
Fadli mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen dampak kebakaran gedung DPRD Makassar. Sejauh ini tercatat ada 67 mobil yang hangus terbakar.
“Saat ini dari asesmen sementara ada 67 (mobil hangus terbakar),” kata Fadli.
Dia mengungkapkan mobil yang terbakar didominasi mobil dinas. Namun ada juga beberapa mobil pribadi yang digunakan oleh anggota dewan maupun pejabat Pemkot Makassar ikut dibakar massa.
“Hampir semuanya mobil dinas, tapi ada beberapa juga mobil pribadi. Yang datang ke sini mungkin kesempatannya dia menggunakan (mobil) pribadi,” bebernya.
Dia menyebut, selain mobil juga terdapat sejumlah sepeda motor yang dibakar massa. Namun dia belum bisa merinci jumlah motor yang terbakar.
“Ada beberapa sepeda motor juga,” ucapnya.
Fadli juga mengungkapkan bahwa kerugian sementara akibat gedung DPRD Makassar dibakar massa mencapai Rp 253,4 miliar. Total kerugian dihitung dari kendaraan, bangunan, hingga perlengkapan kantor.
“Total kerugian sementara berdasarkan hasil pengamatan di lapangan sebesar Rp 253,4 miliar,” katanya.
Fadli menjelaskan sebanyak 67 unit mobil hangus terbakar dengan estimasi Rp 200 juta per unit atau total Rp 13,4 miliar. Sementara itu, 15 unit motor ditaksir seharga Rp 16 juta per unit dengan kerugian Rp 240 juta.
Selain kendaraan, gedung DPRD 4 lantai dengan luas sekitar 1.600 meter persegi juga terdampak parah. Fadli menyebut peralatan kantor tidak bisa diasumsikan karena kondisinya rusak parah dan akses ke ruangan sangat terbatas.
“Peralatan kantor, arsip, dokumen penting, serta biaya tidak langsung seperti pemulihan layanan pemerintahan, relokasi, dan kehilangan arsip belum dimasukkan. Jika dihitung, total kerugian ekonomi nyata bisa jauh lebih besar,” bebernya.
Walkot Makassar Dievakuasi Pakai Motor
Pejabat Kecamatan Ujung Tanah Tewas
3 Orang Tewas-5 Lainya Luka
67 Mobil Hangus Terbakar
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 253 M
Kebakaran hebat itu menimbulkan korban jiwa. Korban meninggal yang pertama teridentifikasi adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kecamatan Ujung Tanah bernama Syaiful.
“Iye betul (Kasi Kesra Syaiful meninggal dunia),” ujar Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi kepada infoSulsel, Sabtu (30/8) dini hari.
Amanda mengatakan korban Syaiful turut menghadiri rapat paripurna di DPRD Makassar. Saat gedung DPRD Makassar, korban terjebak di lantai empat.
“Terjebak api lompat di lantai 4,” katanya.
Dia mengatakan korban sendiri hadir di rapat paripurna dalam rangka mewakili camat. Saat itu, korban dievakuasi ke RS Grestelina Makassar.
“Ini Kasi ku kodong, dia wakili ka, terjebak ki api, lompat ki turun, astagfirullah,” katanya.
Pejabat Kecamatan Ujung Tanah Tewas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat sebanyak tiga orang tewas dalam insiden tersebut. Sementara lima orang lainnya terluka.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar mengungkapkan tiga korban meninggal dunia terdiri dari 2 orang pria dan seorang wanita. Dua korban masing-masing meninggal di rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit Grestelina, Makassar.
“Meninggal 3 orang,” ujar Fadli dalam keterangannya, Sabtu (30/8).
Ketiga korban tewas yakni Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Syaiful Akbar, staf humas DPRD Makassar Muh Akbar Basri alias Abay, dan staf anggota DPRD Makassar Sarina Wati. Ketiga korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing pada Sabtu (30/8).
Lima korban lainnya masing-masing terdiri dari 3 orang luka berat, dan 2 lainnya luka sedang. Para korban masih menjalani perawatan.
“Ini data terakhir, anggota masih asesmen,” sambungnya.
Fadli mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen dampak kebakaran gedung DPRD Makassar. Sejauh ini tercatat ada 67 mobil yang hangus terbakar.
“Saat ini dari asesmen sementara ada 67 (mobil hangus terbakar),” kata Fadli.
Dia mengungkapkan mobil yang terbakar didominasi mobil dinas. Namun ada juga beberapa mobil pribadi yang digunakan oleh anggota dewan maupun pejabat Pemkot Makassar ikut dibakar massa.
“Hampir semuanya mobil dinas, tapi ada beberapa juga mobil pribadi. Yang datang ke sini mungkin kesempatannya dia menggunakan (mobil) pribadi,” bebernya.
Dia menyebut, selain mobil juga terdapat sejumlah sepeda motor yang dibakar massa. Namun dia belum bisa merinci jumlah motor yang terbakar.
“Ada beberapa sepeda motor juga,” ucapnya.
3 Orang Tewas-5 Lainya Luka
67 Mobil Hangus Terbakar
Fadli juga mengungkapkan bahwa kerugian sementara akibat gedung DPRD Makassar dibakar massa mencapai Rp 253,4 miliar. Total kerugian dihitung dari kendaraan, bangunan, hingga perlengkapan kantor.
“Total kerugian sementara berdasarkan hasil pengamatan di lapangan sebesar Rp 253,4 miliar,” katanya.
Fadli menjelaskan sebanyak 67 unit mobil hangus terbakar dengan estimasi Rp 200 juta per unit atau total Rp 13,4 miliar. Sementara itu, 15 unit motor ditaksir seharga Rp 16 juta per unit dengan kerugian Rp 240 juta.
Selain kendaraan, gedung DPRD 4 lantai dengan luas sekitar 1.600 meter persegi juga terdampak parah. Fadli menyebut peralatan kantor tidak bisa diasumsikan karena kondisinya rusak parah dan akses ke ruangan sangat terbatas.
“Peralatan kantor, arsip, dokumen penting, serta biaya tidak langsung seperti pemulihan layanan pemerintahan, relokasi, dan kehilangan arsip belum dimasukkan. Jika dihitung, total kerugian ekonomi nyata bisa jauh lebih besar,” bebernya.