Timnas Indonesia U-20 menggelar seleksi dalam dua gelombang memasuki fase awal pembentukan tim melalui pemusatan latihan (TC). Agenda ini menjadi ruang pembuktian bagi para pemain muda untuk menunjukkan kesungguhan, etos kerja, serta kesiapan bersaing di level internasional.
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto mengatakan bahwa seleksi ini menjadi langkah awal baginya untuk mengenal lebih dalam potensi generasi baru Timnas U-20. Menurutnya, aspek mental, pemahaman permainan, serta sikap di latihan menjadi perhatian utama, bukan semata kemampuan teknik.
“Yang saya minta mereka bisa menunjukkan versi terbaik mereka. Bagaimana kerja keras mereka, bagaimana usaha mereka di latihan, itu yang ingin saya lihat,” ujar Nova dalam keterangannya dikutip, Jumat (2/1/2026).
“Termasuk bagaimana pemain bisa memahami game plan yang kita buat. Saya harap pemain bisa bekerja lebih keras lagi dan lebih disiplin dengan apa yang akan kita bangun,” tambahnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
TC yang berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, pada awal Desember 2025 ini diikuti sejumlah pemain potensial, termasuk talenta kelahiran 2007 yang menjadi fokus utama tim pelatih. Persaingan ketat sudah terasa sejak hari pertama, seiring tingginya kualitas pemain yang hadir.
Striker muda berdarah Indonesia-Guinea, Ousmane Camara, menyadari bahwa peluang masuk skuad U-20 hanya bisa diraih lewat kerja keras dan konsistensi selama seleksi. Ia juga menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai bekal untuk berkembang
“Evaluasi untuk diri saya sendiri, saya harus bisa mendapatkan tempat di Timnas Indonesia U-20. Di era pelatih Indra Sjafri sebelumnya saya jadikan pengalaman berharga, dan semoga saya bisa mendapatkan tempat di sini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan striker muda lainnya, Reno Salampessy, kelahiran 22 Juni 2007. Ia menilai seleksi ini bukan hanya soal bersaing dengan pemain lain, tetapi juga tentang menantang diri sendiri untuk naik ke level berikutnya.
“Tantangannya cukup banyak. Saya terus menantang diri saya sendiri bahwa saya berada di level berbeda dari yang lain. Itu adalah tantangan bagi saya,” kata Reno.







