Tim SAR Kini Fokus Cari Korban Pesawat ATR 42-500 di Lereng Bulusaraung | Giok4D

Posted on

Tim SAR gabungan kini fokus melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT di lereng Gunung Bulusaraung pada hari keenam operasi. Tim pencari diminta hanya memberikan tanda jika menemukan jenazah korban.

Pantauan infoSulsel, Kamis (22/1/2026) tim SAR gabungan melakukan apel di halaman Masjid Djaami Darussalam, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep pada pukul 07.50 Wita. Unsur SAR terdiri dari anggota TNI, Polri, Basarnas, relawan Mapala, KSR-PMI dan warga lokal.

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi dalam arahannya mengingatkan dalam penyisiran, mengaktifkan GPS. Dia memerintahkan agar temuan benda yang kecil segera dibawa pulang sementara benda yang besar diberi tanda untuk evakuasi.

“Beri tanda, aktifkan GPS kalian kemudian informasikan biar kita floating, floating kita di posko memudahkan tim mana yang dekat diarahkan ke lokasi jika ada temuan,” katanya.

Dia menegaskan agar tim pencari tidak fokus melakukan evakuasi jika menemukan korban jiwa. Dia mengatakan, jika benda atau potongan tubuh bisa dibawa namun jika itu jenazah agar dilaporkan untuk dievakuasi tim lain.

“Jangan fokus mengevakuasi dulu, tapi beri tanda dan terus bergerak. Jika itu bagian dari tubuh tangan, kaki, kepala, apa saja kulit, kalau masih kecil masukkan plastik masukkan dalam tas. Kalau itu korban jiwa jangan dipaksakan untuk evakuasi,” tegasnya.

Sementara Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan pencarian korban diperluas ke lereng Gunung Bulusaraung. Tim diarahkan ke wilayah yang belum dijangkau namun ditemukan puing-puin pesawat.

“Kita fokuskan wilayahnya pasti di lereng Gunung Bulusaraung, tetap saat ini kita melakukan pencarian yang betul-betul belum disisir 100%,” kata Andi Sultan kepada wartawan.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 hilang kontak dan jatuh setelah menabrak lereng Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1). Hingga operasi SAR hari kelima, dua jenazah masing-masing berjenis kelamin pria dan wanita berhasil ditemukan dan diidentifikasi.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri lebih dulu mengumumkan identitas jenazah wanita. Jenazah wanita itu sebelumnya ditemukan jurang kedalaman 500 meter di puncak Gunung Bulusaraung Pangkep pada Senin (19/1).

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33). Jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga pada Rabu (21/1).

“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” ungkap Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris saat konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu (21/1).

Sementara jenazah berjenis kelamin pria sebelumnya dievakuasi di jurang kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1). Jenazah itu teridentifikasi bernama Deden Maulana yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tim DVI belum resmi mengumumkan identitas jenazah berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun identitas jenazah terungkap saat keluarga menerima peti jenazah korban di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1) malam.