Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) merencanakan eksplorasi gas di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dimulai pada akhir 2026. Satu sumur eksplorasi anggarannya diperkirakan sekitar Rp 100 miliar.
“Tentative akhir tahun 2026 tergantung persetujuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dari Kementrian Pertanian yang saat ini dokumen dan proposalnya sudah mulai disiapkan untuk diajukan ke Kementan. Anggarannya kurang lebih Rp 100 miliar adalah angka perkiraan pengeboran satu sumur eksplorasi,” ujar Kepala Departemen Operasi SKK Migas, Dedy Hidayat kepada infoSulsel, Selasa (13/1/2026).
Hal itu diungkapkan saat pertemuan dengan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman di Rujab Bupati Bone, pada Selasa (13/1) sekitar pukul 08.00 Wita. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada November tahun lalu bersama Wakil Bupati Bone yang membahas rencana kerja sektor migas.
“Pada November lalu kami sudah melaporkan rencana kerja kepada Pak Wakil Bupati. Hari ini kami hadir untuk melaporkan, dan kalau sudah dipastikan hasil pemboran benar ada gasnya dan ekonomis diproduksikan, maka kami akan mulai tahun ini eksplorasi,” katanya.
Dia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari mandat negara dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pihaknya juga sudah melakukan survei seismik di lokasi yang akan dilakukan eksplorasi gas.
“Survei seismik ini wajib dilakukan untuk memastikan potensi cadangan hidrokarbon, baik gas maupun minyak. Jika cadangan tersebut ekonomis untuk diproduksikan, kami berharap dapat memberikan tambahan pendapatan daerah, memperkuat pasokan listrik, hingga mendorong tumbuhnya industri turunan dan jaringan gas kota,” bebernya.
Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Farid menanmbahkan, pihaknya merupakan kontraktor kerja sama sektor migas yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Sengkang, yang mencakup Kabupaten Wajo dan Bone. Sejak tahun 1997, produksi gas telah berlangsung dengan hasil gas dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik melalui PLN di Sulsel.
“Pada tahun ini, KKKS merencanakan pengeboran lima sumur dengan rincian empat sumur di Kabupaten Wajo dan satu sumur direncanakan di Kabupaten Bone. Khusus untuk Bone, tahun ini menjadi tahap awal dimulainya kegiatan migas, diawali dengan pengumpulan data melalui survei teknis dan seismik,” ucapnya.
“Sebagaimana karakter industri migas, sebelum pengeboran kami wajib melakukan pencarian data. Tahun ini kami akan melakukan survei dan kegiatan teknis di beberapa kecamatan dan desa di Wajo dan Bone,” sambung Farid.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyambut baik rencana investasi hulu migas di wilayahnya. Dia menyebut kehadiran SKK Migas dan KKKS sebagai kabar gembira bagi Kabupaten Bone.
“Kami menyambut baik rencana ini. Ini adalah investasi luar biasa yang nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Tentu akan berdampak positif bagi daerah dan masyarakat,” sebutnya.
Andi Asman menegaskan komitmen Pemkab Bone untuk mendukung percepatan administrasi, khususnya terkait proses LP2B di Kementerian Pertanian. Dia bahkan mengungkapkan telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak kementerian untuk mempercepat verifikasi dan rekomendasi.
“Administrasi sementara diverifikasi dan saya minta dipercepat. Semoga ini bisa menghasilkan manfaat untuk masyarakat Bone,” jelasnya.
