Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Bone Bolango. Usai sidak, Mikson tiba-tiba didatangi hingga diduga dianiaya sejumlah oknum penambang.
Politisi NasDem itu melakukan sidak tambang emas ilegal di Kecamatan Suwawa Tengah, Bone Bolango pada Rabu (26/11). Dia mendatangi lokasi tambang emas itu usai menerima keluhan dari warga.
“Saya ini anggota DPRD Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua Komisi II DPRD karena ini bidang saya terkait pengolaaan pertambang emas ilegal,” ujar Mikson saat dikonfirmasi infocom, Jumat (28/11/2025).
Dia mengatakan pendulang emas di lokasi tersebut diduga menggunakan zat kimia yang membahayakan lingkungan. Apalagi di lokasi tersebut terdapat Sungai Bone.
“Pengolahan pertambang ini sudah ada di perkampungan, kami dapat informasi dari warga yang mana pengelolaan tambang emas ini terindikasi pakai zat kimia yang membahayakan kesehatan dan lingkungan,” bebernya.
Sehari setelah sidak atau Kamis (27/11), Mikson didatangi sejumlah orang yang diduga penambang di Jalan Prof. DR. Jhon Aryo Katili, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Mikson kemudian dianiaya oleh 5 oknum penambang.
“Kemarin terjadilah insiden di lokasi, pas di sekitar kantor NasDem Provinsi Gorontalo seperti yang ada di video itu, kejadiannya 17.30 Wita,” kata Mikson.
“Mereka datang marah-marah, saya kaget langsung diseret, saya dikancing di bagian leher dan terduga ada 5 orang,” tambahnya.
Mikson menegaskan dirinya hanya menjalankan tugas dan fungsi pengawasan selaku anggota DPRD. Dia pun mengajak pihak terkait yang tersinggung atas sidak yang dilakukan untuk duduk bersama.
“Saya sebenarnya berharap tidak seperti ini, saya ajak ke sini duduk bersama diskusi kalau ada yang tersinggung dengan kedatangan saya di lokasi itu kan begitu,” imbuhnya.
Mikson yang tidak terima kemudian melaporkan 5 orang itu ke Polda Gorontalo dugaan tindak penganiayaan, pengancaman dan pengeroyokan. Laporan Polisi Nomor : LP/B/418/XI/2025/SPKT/Polda Gorontalo tanggal 27 November 2025
“Saya sudah melapor dugaan tindak penganiayaan, pengancaman dan pengeroyokan dan diserahkan ini ke Polda Gorontalo,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Desmont Harjendro membenarkan terkait laporan Miskon. Dia mengatakan kasus ini dalam pendalaman.
“Iya benar laporannya sudah masuk tadi malam. Dan sekarang sementara didalami,” ujar Desmont saat dikonfirmasi infocom.
Dalam video yang dilihat infocom, terlihat Mikson Yapanto berkemeja putih. Kerah baju Mikson kemudian ditarik sambil ditunjuk-tunjuk seorang pria.
5 Orang Diduga Aniaya Mikson
Mikson Lapor Dugaan Penganiayaan
Mikson yang tidak terima kemudian melaporkan 5 orang itu ke Polda Gorontalo dugaan tindak penganiayaan, pengancaman dan pengeroyokan. Laporan Polisi Nomor : LP/B/418/XI/2025/SPKT/Polda Gorontalo tanggal 27 November 2025
“Saya sudah melapor dugaan tindak penganiayaan, pengancaman dan pengeroyokan dan diserahkan ini ke Polda Gorontalo,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Desmont Harjendro membenarkan terkait laporan Miskon. Dia mengatakan kasus ini dalam pendalaman.
“Iya benar laporannya sudah masuk tadi malam. Dan sekarang sementara didalami,” ujar Desmont saat dikonfirmasi infocom.
Dalam video yang dilihat infocom, terlihat Mikson Yapanto berkemeja putih. Kerah baju Mikson kemudian ditarik sambil ditunjuk-tunjuk seorang pria.







