Sejumlah serpihan diduga milik pesawat ATR 42-500 ditemukan pendaki di Gunung Bulusaraung, Kabupaten , Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dievakuasi. Serpihan kini diamankan di Mapolres Pangkep untuk pengecekan lebih lanjut.
“Mudah-mudahan ini berita yang menggembirakan bahwa ada pendaki yang kebetulan berada di Gunung Bulusaraung menemukan beberapa serpihan dan kertas-kertas dan itu sudah dibawa sekarang ke Desa Tompobulu. Ini sudah diyakinkan oleh Dandim dengan Kapolres sekarang barang itu sudah ada di Polres Pangkep untuk diyakinkan apakah itu serpihan pesawat yang dimaksud,” ujar Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
Mayjen Bangun mengungkapkan pencarian untuk lokasi jatuhnya pesawat kini masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Tim juga telah membentuk posko di Desa Tompobulu, Pangkep untuk mempercepat pergerakan tim pencari.
“Di Tompobulu Pangkep pun sudah membentuk posko juga di sana. Ini supaya nanti mempercepat pergerakan tim pencari darat, yaitu kurang lebih berjalan 1 jam ke tempat serpihan ditemukan,” jelasnya.
Pihaknya berharap tim langsung bergerak kembali ke lokasi serpihan ditemukan pada Minggu (18/1) pagi. Pihaknya juga akan mengerahkan 1 unit helikopter caracal milik TNI AU.
“Mudah-mudahan besok pagi, ini segera kita ke sana kesempatan pertama, di samping itu besok pagi juga akan dilakukan pencarian menggunakan heli caracal kita. Mohon maaf yang tadi sore memang kurang maksimal karena terbatas pandangan karena cukup berawan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Makassar M Arif Anwar menambahkan, temuan serpihan pendaki tersebut berupa kertas, dan benda lainnya seperti yang beredar di media sosial. Pihaknya bahkan sudah mengonfirmasi bahwa serpihan itu memang milik maskapai Indonesia Air Transport.
“Kertas, tulisannya ada tadi seperti yang di medsos itu prosedur pesawat dan segala macam. Tapi tadi sempat dikonfirmasi ke maskapai memang itu punya maskapai,” tegas Arif.
Sebelumnya diberitakan, 6 serpihan diduga milik pesawat ATR 42-500 ditemukan oleh tim SAR gabungan di lereng Gunung Bulusaraung. Puing yang pertama kali ditemukan oleh pendaki tersebut telah dievakuasi.
Arsyad mengatakan serpihan pesawat tersebut telah dibawa ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep. Menurutnya, serpihan yang ditemukan di antaranya ada yang menyerupai dinding pesawat.
“Ada 6 (serpihan) kayaknya, kalau tidak salah,” ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Muhammad Arsyad kepada infosulsel, Sabtu (17/1) malam.







