Renungan Harian Katolik dan Bacaan Minggu 18 Januari 2026: Kesaksian Yohanes

Posted on

Membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari merupakan salah satu cara umat Katolik menjaga relasi yang dekat dengan Allah. Renungan harian membantu umat memahami makna bacaan liturgi secara lebih mendalam dan relevan dengan situasi hidup yang dihadapi.

Dalam kehidupan beriman, kesaksian memiliki peran penting untuk menghadirkan kebenaran dan menuntun orang lain kepada Allah. Bacaan liturgi Minggu ini menyoroti figur Yohanes Pembaptis yang dengan tegas memberi kesaksian tentang Mesias, bukan untuk memuliakan diri sendiri, melainkan untuk mengarahkan orang kepada Kristus.

Renungan hari ini mengangkat tema “Kesaksian Yohanes Pembaptis” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik ditulis oleh Rosa Maria Gani. Nah, secara lengkap artikel di bawah ini menyajikan:

Yuk, simak selengkapnya!

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Dia berkata kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan melalui engkau Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.”

Dan sekarang beginilah firman TUHAN, yang telah membentukku dari dalam kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk membawa Yakub kembali kepada-Nya, dan agar Israel dikumpulkan kepada-Nya? Maka akankah aku dimuliakan di mata TUHAN, dan Allahku akan menjadi kekuatanku? firman-Nya:

“Terlalu ringanlah bagimu untuk menjadi hamba-Ku, untuk membangkitkan suku-suku Yakub dan memulihkan orang-orang Israel yang terpelihara. Tetapi Aku akan menjadikanmu terang bagi bangsa-bangsa, agar keselamatan-Ku dapat mencapai ujung bumi.”

Dari Paulus, yang dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, dan dari Sosthenes saudara kita,

Kepada jemaat Allah di Korintus, yang telah dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus, bersama dengan semua orang di setiap tempat, yang memanggil nama Tuhan kita Yesus Kristus, yang adalah Tuhan mereka dan Tuhan kita.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

Aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, yaitu supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Roh itu tinggal di atas-Nya.

Aku pun sebenarnya tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman: Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberi kesaksian: Dia inilah Anak Allah.”

Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah. (Yoh. 1:34)

Bagaimana cara seseorang menyampaikan kesaksian tergantung dari seberapa penting dan seberapa terlibatnya yang bersangkutan mengalami peristiwa tersebut. Ada orang menyampaikan kesaksian dengan nada bicara biasa saja, karena kesaksiannya tidak begitu penting. Tetapi ada yang dengan lantang dan penuh keyakinan, karena apa yang ia sampaikan adalah sesuatu yang ia yakini kebenarannya.

Saksi adalah orang yang berbicara demi kepentingan pihak lain, biasanya saksi menyatakan siapa atau apa yang dilakukan oleh pihak lain. Yohanes Pembaptis merupakan saksi agar orang dapat mengenal siapa Yesus dan apa maksud kedatangannya di dunia.

Ada tiga kesaksian yang ingin disampaikan oleh Yohanes.

Pertama, Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29). Anak Domba ini disediakan sendiri oleh Allah. Padahal menurut hukum mana pun, selayaknyalah orang yang bersalah harus bertanggung jawab dengan diberi hukuman. Tetapi Allah sungguh berbelas kasih. Ia bukan hanya tidak ingin manusia dihukum, Ia juga menghapus dosa manusia. Perkataan Yohanes bahwa Yesus telah ada sebelum dia (Yoh. 1:30), dilatarbelakangi oleh kesadaran Yohanes bahwa peran Yesus jauh lebih penting dan lebih berkuasa dari pada dirinya.

Kedua, Yesus adalah orang yang menerima dan sekaligus memberi Roh Kudus (Yoh. 1:32). Yohanes telah melihat sendiri bahwa Roh turun seperti burung merpati dan ‘tetap tinggal’ di atas Yesus. Karena itulah Yesus dapat membaptis orang dengan Roh Kudus, yang membuat orang terlahir sebagai manusia baru yaitu anak Allah. Sebab, Roh Kudus merupakan Roh Allah, maka orang-orang yang dibaptis dengan Roh Kudus otomatis menjadi anak-anak Allah. Pada saat itulah zaman keselamatan dimulai.

Ketiga, kesaksian Yohanes memuncak dalam pengakuan bahwa Yesus adalah Anak Allah (Yoh. 1:34). Yesus berasal dari Allah, sejak semula bersama Allah dan diutus Allah untuk menyelamatkan manusia.

Semua kesaksian Yohanes sangat penting karena Allah sendiri yang mengutusnya dan ia juga terlibat dalam peristiwa tersebut. Maukah saya menjadi saksi Kristus seperti Yohanes Pembaptis, meski harus merendahkan diri?

Allah Yang Maha Baik, kami bersyukur atas kesaksian yang diberikan oleh Yohanes Pembaptis. Semoga kesaksian Yohanes ini mampu meneguhkan iman kami, supaya kami semua layak ikut serta dalam karya Keselamatan yang ditawarkan Allah melalui Anak-Nya. Amin.

Demikianlah renungan harian Katolik Minggu, 18 Januari 2026. Damai Tuhan beserta kita!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 Januari 2026

Bacaan I: Yes 49:3,5-6

Mazmur Tanggapan: Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10

Bacaan II: 1 Kor 1:1-3

Bait Pengantar Injil: Yoh. 1:14:12b

Bacaan Injil: Yoh. 1:29-34

Renungan Hari Ini: Kesaksian Yohanes Pembaptis

Doa Penutup