Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone mencapai Rp 1,7 triliun sehingga menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel). KUR tersebut paling banyak dialokasikan ke sektor pertanian.
“Kami terima data dari OJK bahwa Bone tertinggi realisasi KUR untuk tahun 2025 sebanyak Rp 1,7 triliun. KUR paling banyak di sektor pertanian, kemudian pelaku UMKM,” ujar Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kepada infosulsel, Senin (12/1/2026).
Andi Asman mengatakan KUR menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor pertanian tercatat sebagai penerima manfaat terbesar, seiring dominasi Bone sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan.
“Pembiayaan KUR dimanfaatkan petani untuk pembelian alsintan, modal tanam, pengadaan sarana produksi, hingga peningkatan hasil panen. Kemudian bantuan permodalan untuk UMKM membantu pelaku usaha kecil mengembangkan usaha, memperluas kapasitas produksi, serta menjaga keberlangsungan usaha di tengah dinamika ekonomi,” katanya.
Dia menilai capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, perbankan penyalur KUR, serta pendampingan yang terus dilakukan kepada masyarakat. Kemudahan akses pembiayaan dengan bunga rendah dinilai mampu meningkatkan inklusi keuangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi penyaluran KUR agar tepat sasaran dan menyentuh lebih banyak pelaku usaha produktif. Dengan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan, KUR diharapkan semakin memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Bone,” sebutnya.
Sementara itu, Branch Office Head BRI Watampone Suryadi menambahkan, untuk BRI telah merealisasikan KUR di tahun 2025 sebanyak Rp 1,1 triliun. Realisasi paling tinggi di sektor pertanian.
“Rp 1,1 triliun keseluruhan realisasi KUR dari 15 unit kerja yang menyalurkan semua. Paling banyak ke sektor pertanian, peternakan baru perkebunan,” ucapnya.
Suryadi menyampaikan, KUR untuk sektor pertanian mencapai 40 persen dari jumlah Rp 1,1 triliun tersebut, kemudian peternakan 20 persen, perkebunan 10 persen, sisanya ke UMKM dan hasil laut. Pihak BRI juga memberikan kemudahan kepada 19.275 orang debitur dengan sistem bayarnya setiap panen.
“Total debitur sebanyak 19.275 orang. Bayarnya per panen, makanya pertanian banyak yang ambil karena dipakai untuk modalnya, dan membeli alsintan. KUR sampai Rp 100 juta tidak memakai agunan, kalau KUR ritel Rp 100 juta ke atas menggunakan agunan, dan bunganya 6 persen,” bebernya.
