Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Polisi memastikan kegiatan malam pergantian tahun dengan menggelar pesta miras hingga berjoget di Puskesmas Latowu, Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak mengantongi izin. Pemerintah desa sempat mengajukan izin keramaian namun tidak disetujui.
“Kami tegaskan bahwa tidak ada izin yang diterbitkan untuk kegiatan di lokasi tersebut,” kata Kapolsek Batu Putih Iptu Burhan kepada infocom, Jumat (2/12/2025).
Burhan mengungkapkan sebelum kegiatan itu terlaksana, pihak pemerintah Desa Latowu sempat mengajukan izin keramaian. Alasannya, untuk memberikan hiburan bagi para pekerja proyek pembangunan puskesmas itu.
“Ada anggota saya yang melapor, sekdes mau minta izin keramaian untuk hiburan pekerja bangunan, tapi saya sampaikan tidak boleh. Jadi kami tidak memberikan izin untuk kegiatan mereka,” ujarnya.
Belakangan, kegiatan yang viral tersebut luput dari penjagaan dan pengamanan dari pihak kepolisian. Burhan mengatakan saat malam pergantian tahun, anggotanya sibuk dengan patroli gabungan untuk mencegah aksi kriminalitas.
“Malam tahun baru kami fokus untuk patroli, kami mobile, karena banyak anak-anak motor suka balap-balap. Karena kami tidak berikan izin jadi tidak ada anggota yang menjaga di lokasi,” ungkap dia.
“Kami juga baru tahu pas viral kemarin, setelah itu kami turun melakukan pendalaman,” sambung Burhan.
Burhan membenarkan peristiwa itu terjadi di halaman Puskesmas Latowu. Saat ini, pihaknya masih mendalami dan memeriksa pihak terkait untuk mengungkap peristiwa itu.
“Iya itu di halaman puskesmas kejadiannya. Kita masih dalami dan selidiki kalau ada unsur pidananya akan kita proses,” bebernya.
Dia menambahkan kegiatan yang dilakukan di lokasi itu mulai dari pesta kembang api, miras, hingga bernyanyi yang diiringi biduan. Sedangkan terkait dugaan mesum, pihaknya masih akan dalami.
“Itu kegiatannya pesta kembang api, ada penyanyi sampai miras ada, itu dalam video semua terlihat. Kalau soal mesum, masih kita selidiki lagi,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, heboh di media sosial Puskesmas di Kolaka Utara dijadikan lokasi pesta miras hingga aksi joget saat malam pergantian tahun 2026. Sejumlah orang memenuhi halaman Puskesmas ILP Rawat Inap Latowu, Kecamatan Batu Putih dengan membakar kembang api.
Terlihat juga, diduga dua orang sedang berpelukan dan berbuat tak pantas sambil berjoget dengan musik keras. Beberapa wanita juga terlihat mengenakan pakaian kurang pantas di tengah umum.
Dalam narasi viral, diduga bidan puskesmas setempat ikut memeriahkan momen pergantian tahun. Kadinkes Kolaka Utara Irham menyebut jika pesta tersebut digelar tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan.
“Peristiwa ini terjadi tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan. Tetap tidak kami benarkan,” kata Irham dalam keterangannya, Jumat (2/12).
Dia menambahkan kegiatan yang dilakukan di lokasi itu mulai dari pesta kembang api, miras, hingga bernyanyi yang diiringi biduan. Sedangkan terkait dugaan mesum, pihaknya masih akan dalami.
“Itu kegiatannya pesta kembang api, ada penyanyi sampai miras ada, itu dalam video semua terlihat. Kalau soal mesum, masih kita selidiki lagi,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, heboh di media sosial Puskesmas di Kolaka Utara dijadikan lokasi pesta miras hingga aksi joget saat malam pergantian tahun 2026. Sejumlah orang memenuhi halaman Puskesmas ILP Rawat Inap Latowu, Kecamatan Batu Putih dengan membakar kembang api.
Terlihat juga, diduga dua orang sedang berpelukan dan berbuat tak pantas sambil berjoget dengan musik keras. Beberapa wanita juga terlihat mengenakan pakaian kurang pantas di tengah umum.
Dalam narasi viral, diduga bidan puskesmas setempat ikut memeriahkan momen pergantian tahun. Kadinkes Kolaka Utara Irham menyebut jika pesta tersebut digelar tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan.
“Peristiwa ini terjadi tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan. Tetap tidak kami benarkan,” kata Irham dalam keterangannya, Jumat (2/12).







