Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia () di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan menjadi momentum menggaungkan konsep dan gagasan PSI sebagai Partai Super Terbuka (Tbk). Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan, Partai Super Terbuka bermakna partai milik bersama.
“Pada kongres Solo diumumkan bahwa PSI adalah Partai Super Terbuka yang artinya kebijakan-kebijakan strategis partai akan diambil bersama-sama seluruh pengurus, bukan segelintir orang saja. PSI adalah milik bersama,” kata Grace kepada infoSulsel, Senin (26/1/2026).
Mantan Ketua Umum PSI ini mengaku prinsip transparansi dalam PSI ini telah dibuktikan pada pemilihan Ketua Umum yang digelar pertengahan 2025 lalu. Setiap DPW diberi ruang untuk mengajukan calon, sementara penentuan hasil akhir dilakukan melalui mekanisme e-voting one man one vote.
“Hal ini sudah dibuktikan saat pemilihan Ketua Umum pertengahan tahun lalu. Setiap DPW bisa mengajukan calon. Kemudian hasil akhir ditentukan melalui e-voting, satu orang satu suara yang diaudit oleh lembaga independen,” jelasnya.
Mekanisme terbuka ini dipastikan akan diterapkan pada setiap keputusan strategis partai. Sehingga arah dan masa depan PSI ditentukan secara bersama oleh seluruh pengurus.
“Selanjutnya untuk keputusan-keputusan strategis partai juga akan menggunakan mekanisme serupa. Masa depan PSI akan ditentukan bersama-sama seluruh pengurus,” kata Grace.
Grace menegaskan bahwa sudah tidak relevan lagi jika partai hanya dimiliki oleh satu keluarga atau sekelompok orang. Menurut Grace, kekuasaan harus didistribusikan serta dikawal secara kolektif.
“Sudah tidak zaman lagi, partai hanya milik sebuah keluarga atau sekelompok orang. Kekuasaan itu harus didistribusi dan dikawal bersama-sama,” imbuhnya.
Sementara itu, Waketum DPP PSI Andy Budiman menambahkan, PSI secara filosofis hadir sebagai partai yang bukan milik kelompok orang atau elite tertentu atau keluarga tertentu. Dia menegaskan PSI adalah partai milik seluruh anggotanya.
“Wujudnya, yang paling konkret adalah anggota PSI, orang-orang yang memegang kartu anggota PSI, itu akan bisa atau punya hak untuk memilih ketua umum DPP PSI satu periode,” ungkap Andy yang dikonfirmasi terpisah.
“Jadi ini adalah sesuatu yang baru di Indonesia, dimana ketua umum dipilih secara demokratis oleh seluruh anggota menggunakan sistem e-voting, seperti di kongres Solo yang lalu. Jadi partai super terbuka itu maknanya adalah partai ini milik seluruh anggota,” tambahnya.
Dia kembali menegaskan PSI sebagai Partai Super Terbuka. PSI membuka pintu bagi seluruh warga masyarakat maupun kepada seluruh simpatisan untuk berjuang bersama melanjutkan visi pembangunan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
“Pak Jokowi akan hadir nanti pada saat Rakernas, ini simbol yah, Pak Jokowi tidak pernah absen dalam acara acara penting PSI memberikan semangat, memberikan arahan,” imbuh Andy.
Diketahui, PSI akan menggelar Rakernas pada 29-31 Januari 2026 di Hotel Claro Makassar. Rakernas PSI akan mengusung tema ‘PSI Rumah Bersama: Politik Terbuka, Kerja Nyata untuk Indonesia’.







