Tiga orang dilaporkan tewas akibat pembakaran gedung DPRD Makassar oleh massa aksi. Mereka adalah Syahrina Wati, Syaiful Akbar, dan Muhammad Akbar Basri.
Ketiganya tengah bertugas di DPRD Makassar ketika kobaran api melahap gedung 4 lantai di Jl AP Pettarani tersebut. Mereka masing-masing tercatat sebagai staf DPRD Makassar dan pegawai Pemkot Makassar.
Berikut sosok mediang tiga korban tewas saat gedung DPRD Makassar dibakar massa pada Jumat (29/8/2025) malam.
Muhammad Akbar Basri atau akrab disapa Abay lahir pada 7 April 1999. Ia tercatat sebagai staf Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Kota Makassar.
Pria asli Makassar ini telah bekerja di instansi tersebut sejak tahun 2016. Abay sering mengabadikan aktivitasnya bersama anggota dewan maupun pejabat pemerintahan di beranda Instagramnya @abayyyyy.id.
Unggahan terakhirnya tertanggal 28 Agustus 2025, sehari sebelum tragedi. Pada unggahannya, Abay memasang foto Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi (Cicu). Caption-nya berisikan tentang sosok keduanya sebagai sosok pemimpin yang dapat menjadi teladan.
Abay diketahui tengah bertugas ketika massa membakar gedung DPRD Makassar pada Jumat malam. Abay terjebak kebakaran bersama pendamping anggota dewan bernama Syahrina Wati di ruangan humas.
Abay ternyata sempat berhasil evakuasi diri dan turun ke bawah bersama sejumlah orang lainnya. Namun belakangan mengetahui jika Syahrina masih berada di dalam gedung. Ia lantas kembali untuk menyelamatkan Syahrina dan akhirnya terjebak hingga berujung maut bagi keduanya.
Abay tidak mampu bertahan lantaran pernapasannya terganggu dengan kepulan asap. Sebelum meninggal, Abay sempat mengirim pesan di grup WhatsApp (WA) keluarga saat terjebak kebakaran. Abay meminta didoakan karena sudah tidak bisa menyelamatkan diri.
“Doakan ka, sudah tidak bisa ka, terjebak ka di dalam ruangan,” ujar kakak korban Muhammad Bahmid Basri membacakan pesan Abay kepada infoSulsel di rumah duka Jalan Balang Baru II, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (30/8).
Pesan terakhir itu dikirim Jumat (29/8) pukul 21.37 Wita. Setelah itu ponselnya tidak lagi bisa dihubungi.
Sarina Wati merupakan staf pendamping anggota DPRD Kota Makassar, Andi Tenri Uji. Perempuan berusia 26 tahun ini berasal dari Dusun Bampesu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
Sarina merupakan anak tunggal. Ia dibesarkan dari sepasang “pahlawan devisa”. Sang ibu merupakan TKI di Arab Saudi dan sang ayah di Malaysia.
Diketahui, Sarina terjebak di ruang humas gedung DPRD Makassar saat api berkobar. Berbeda dengan Abay yang meninggal di tempat, Syahrina diketahui meninggal saat dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar.
Ia mengalami luka bakar pada wajah sebelah kiri, tangan, perut hingga kaki. Jenazah mendiang akan dimakamkan di kampung halamannya, Bone.
Kepergian Sarina ini meninggalkan luka mendalam bagi kerabat maupun rekan kerjanya, termasuk Andi Tenri Uji. Dalam unggahan story IG, Andi Tenri Uji menyampaikan penyesalannya dan kesedihannya atas tragedi yang menewaskan stafnya tersebut. Ia juga menandai akun Presiden RI @prabowo.
“Pak Prabowo @prabowo gak papa saya kehilangan mobil akibat massa semalam tapi saya kehilangan 1 orang yang paling penting dalam hidup saya dan keluarga saya pak dan 1 orang lagi kesayangan kami semua di DPRD Kota Makassar..,” tulisnya.
Ia menambahkan penyesalan tentang kebijakan gaji dan tunjangan yang tidak pernah dimintanya harus berakhir dengan tragedi.
“…luka ini akan tergores seumur hidup saya dan pertanggung jawaban saya dunia akhirat.” bunyi salah satu penggalan kalimat pesan Uji.
Saiful Akbar merupakan Plt Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah. Ia lahir di Kepulauan Selayar pada 17 Mei 1982.
Ia diketahui mulai bertugas di Pemkot Makassar sejak Desember 2022. Sebelumnya, Saiful bertugas di Pemkot Palopo.
Di lingkungan kerjanya, Saiful dikenal sebagai sosok yang baik dan memiliki jiwa sosial tinggi. Ia juga dikenal cepat tanggal dalam melaksanakan tugas.
“Beliau MasyaAllah orang baik, jiwa sosialnya tinggi, selalu membantu dan siap sedia. Almarhum adalah orang yang proaktif dan cepat tanggap dalam menyelesaikan tugas, serta selalu siap membantu orang lain,” ujar staf Kepegawaian Kecamatan Ujung Tanah, Shinta kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Saiful Akbar diketahui meninggal di rumah sakit Grestelina. Ia meninggalkan seorang istri bernama Mustikawati dan 3 orang anak, masing-masing 2 perempuan dan 1 laki-laki.