Heboh di media sosial seorang pria membuang kembang api yang sedang meledak dari tangan anaknya di kawasan anjungan Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kejadian itu membuat pengunjung panik dan berlarian menghindari ledakan petasan tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Anjungan Pantai Losari Makassar pada malam tahun baru tepatnya Rabu (31/12/2025). Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang yang dikonfirmasi mengaku baru mengetahui adanya kejadian itu.
“Saya juga baru tahu kalau ada kejadian tersebut,” ucap Camat Ujung Pandang Andi Husni kepada infoSulsel, Jumat (2/12/2026).
Andi Husni mengaku sempat melakukan pemantauan di kawasan tersebut bersama untuk tiga pimpinan kecamatan (tripika). Tim melibatkan aparat kepolisian dan TNI.
“Saya sama tripika, Pak Kapolsek dan Pak Danramil ada depan Anjungan (Pantai Losari) sampai jam 1 malam,” tuturnya.
Andi Husni kembali menegaskan tidak memantau adanya kejadian kembang api meledak di buang di keramaian. Pihaknya tidak menerima laporan kejadian itu.
“Tidak ada laporan tentang kejadian tersebut ke kami malam itu. (Tetapi) personel ada diturunkan gabungan polsek, koramil dan 5 satpol mako di anjungan,” paparnya.
Dia mengaku personelnya banyak mengamankan petasan dan kembang api saat malam tahun baru. Hal ini sebagaimana imbauan dari Pemkot Makassar yang melarang penggunaan petasan dan kembang api.
“Justru banyak yang kita amankan. Cuman tidak mampu kita pantau dan kendalikan semua karenan ribuan orang dari semua penjuru tumpah ruah di anjungan malam itu,” jelas Andi Husni.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Satpol PP Makassar Ikhsan NS juga tidak mendapat laporan terkait insiden tersebut. Namun personel diturunkan melakukan pemantauan saat malam tahun baru.
“Di grup anggota tidak ada laporan,” beber Ikhsan.
Dari video beredar di media sosial, tampak seorang anak memainkan kembang api yang meledak di tengah keramaian. Anak itu didampingi seorang pria yang dinarasikan sebagai ayahnya.
Anak itu meledakkan petasan di udara. Saat ledakan membesar, pria tersebut lalu merebut petasan yang masih meledak dari tangan anaknya dan membuangnya di tengah keramaian.
Hal itu membuat pengunjung panik dan berlarian menghindari ledakan petasan yang membahayakan tersebut. Seorang perempuan terlihat langsung menggendong anak tersebut.
Diketahui, pergantian tahun baru di Makassar terpusat di kawasan Anjungan Pantai Losari Makassar dan Center Point of Indonesia (CPI). Malam tahun baru di lokasi itu masih disemarakkan dengan petasan dan kembang api.
Padahal Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin sudah melarang penggunaan petasan atau kembang api dan pelaksanaan konvoi saat menyambut perayaan tahun baru. Appi mengajak warga menyambut tahun baru dengan cara sederhana.
“Kami mengimbau bersama-sama dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolrestabes Makassar, dan juga akan berkoordinasi dengan pak Dandim Kota Makassar, bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memastikan tidak ada petasan di malam tahun baru,” tegas Appi di Balai Kota Makassar, Rabu (17/12).
Kebijakan ini sebagai bentuk kepedulian untuk masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera. Penggunaannya juga bertentangan dengan nilai empati di tengah musibah yang sedang dialami sebagian masyarakat Indonesia.
“Artinya satu, petasan ini bisa mengganggu ketertiban lingkungan, dan yang kedua ini adalah wujud empati kita kepada saudara-saudara kita yang saat ini tertimpa musibah, khususnya di Sumatera Aceh,” jelasnya.







