Pesan Mahasiswi Unima dalam Surat Sebelum Tewas Gantung Diri di Kosan baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM meninggalkan surat sebelum tewas gantung diri di kosnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut). Selain berisi laporan dugaan pelecehan, korban juga menulis permintaan agar kerabat tidak memakai baju pink saat ke kuburan.

Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Suryadi mengungkap bahwa korban menulis surat itu satu tahun yang lalu. Sejak saat itu, korban diduga sudah mengalami depresi hingga nekat bunuh diri.

“Dan yang paling penting tulisan tangan curahan hati itu kurang lebih 1 tahun yang lalu, korban itu sudah (menulis), dugaan kami itu mengalami depresi,” kata Kombes Suryadi usai konferensi pers di Mapolda Sulut, Senin (12/1/2026).

Dalam surat tersebut, korban menulis pesan yang ditujukan kepada kerabatnya. Korban meminta kerabatnya tidak memakai pakaian berwarna pink saat datang ke kuburan.

“Bahkan sudah berpesan ketika nanti datang ke kuburan saya kalau saya mati jangan memakai baju pink, jadi kalimat itu ada muncul di beberapa tulisan,” ungkap Suryadi.

Diberitakan sebelumnya, polisi menyimpulkan bahwa mahasiswi EMM murni bunuh diri. Berdasarkan hasil visum, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.

“Gantung diri berdasarkan ciri-ciri gantung diri itu adalah ciri-ciri dari gantung diri yang dialami oleh di tubuh korban yang kita dapatkan dan hasil dari visum baik visum luar maupun autopsi,” kata Kombes Suryadi.

Dia mengungkapkan korban mengalami depresi akibat persoalan keluarga, masalah dengan pacar hingga kehidupan kampus. Akumulasi dari persoalan tersebut yang membuat korban nekat bunuh diri.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Kemungkinan gantung diri ini dilakukan karena korban ini depresi atas beberapa kejadian atau masalah yang dialaminya baik dari masalah keluarga, kemudian masalah dengan pacarnya dan masalah di kampus,” bebernya.

Diketahui, korban EMM ditemukan tewas tergantung di kosnya di Kecamatan Tomohon Tengah pada Selasa (30/12/2025). Korban meninggalkan surat yang ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Aldjon Dapa.

Surat itu berisi keterangan perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan yang dilakukan oknum dosen DM. Namun Aldjon Dapa mengklaim belum pernah menerima surat dari korban yang viral di media sosial tersebut.

“Surat yang beredar tiga halaman tertanggal 16 Desember, perlu saya tegaskan kembali bahwa surat itu tak pernah sampai ke saya, dan sampai saat ini pun kami sedang melacak di mana surat fisik itu,” kata Aldjon Dapa kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Namun Aldjon membenarkan korban sebelumnya sempat melapor dan laporannya ditindaklanjuti Satgas PPKPT Unima. Laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen sudah ditindaklanjuti.

“Tanggal 19 Desember korban melapor ke tim satgas, di situ langsung dibuatkan dokumen berita acara dan penjelasan kronologi kejadian,” jelasnya.