Pengamat Politik Universitas Tadulako (Untad) Nur Alamsyah menilai Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mampu menghadirkan warna baru dalam lanskap kepemimpinan di Indonesia. Anwar juga dinilai sukses melakukan pemerataan akses pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk program beasiswa Berani Cerdas.
“Berani cerdas nampaknya akan menuai keberhasilan dalam cara pandang masyarakat,” kata Nur Alamsyah atau akrab disapa Nuralam dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Bukan tanpa alasan, program Berani Cerdas mencatat capaian signifikan dengan total 23.568 orang sebagai penerima manfaat. Pemprov Sulteng juga dianggap berhasil membangun kolaborasi pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional, termasuk kampus-kampus unggulan di daerah serta kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Melalui capaian tersebut, Berani Cerdas tidak hanya berfungsi sebagai program bantuan biaya pendidikan. Lebih dari itu, program ini menumbuhkan harapan dan kepercayaan diri generasi muda Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kapasitas diri dan bersaing di tingkat nasional.
Di luar fokus pada penguatan akses pendidikan, kepemimpinan Anwar Hafid juga dinilai sarat dengan nilai religiusitas yang membumi. Ia memandang jabatan bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab moral dan integritas.
“Pak Anwar muncul sebagai citra yang berbeda dengan gubernur yang lain dalam halreligiusitas dengan keharusan shalat jamaah bagi pegawai pada waktu shalat,” ucap Nuralam.
Religiusitas Anwar Hafid tidak berhenti pada simbol atau seremonial. Ia menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan etika dalam mengambil kebijakan dan bersikap sebagai pemimpin.
Kehadiran Mantan Bupati Morowali tersebut dalam berbagai aktivitas keagamaan, termasuk shalat berjamaah dan dialog spiritual dengan masyarakat menciptakan pemimpin yang religius sekaligus inklusif.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.







