Pemerintah Perluas Konektivitas Digital, Tingkatkan Kualitas SDM-Lapangan Kerja update oleh Giok4D

Posted on

Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi digital untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di era ekonomi berbasis teknologi. Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja digital di berbagai sektor.

Adapun hingga tahun 2030, Indonesia membutuhkan lebih dari sembilan juta talenta digital. Menjawab tantangan ini, pemerintah memperluas konektivitas digital melalui program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional sekaligus membuka peluang kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi digital terus meningkat. Oleh karena itu, kami berdiskusi mengenai prioritas bidang yang perlu diperkuat serta bentuk kerja sama yang dapat segera diimplementasikan,” ungkap Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid dikutip dari situs resmi Komdigi, Sabtu (24/1/2026).

Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital dan Kementerian Ketenagakerjaan RI berkolaborasi memperkuat pelatihan talenta digital melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Program-program ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan industri berbasis digital.

“Penyatuan dua kekuatan ini, jika dieksekusi dengan baik, akan berdampak besar pada penciptaan lapangan kerja. Kita akan bersama-sama merumuskan target kuantitatif dari kolaborasi ini agar hasilnya terukur,” ujarnya.

Adapun program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk balai pelatihan kerja serta mitra strategis Kementerian Ketenagakerjaan seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Menteri Ketanagakerjaan, Yassierli menegaskan bahwa transformasi pelatihan tenaga kerja akan dilakukan dengan mengadaptasi praktik terbaik dari Kementerian Komdigi. Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan sedang menyiapkan transformasi balai pelatihan secara bertahap di enam balai besar dan 21 balai lainnya di seluruh Indonesia.

“Kami menyadari bahwa balai pelatihan harus bertransformasi. Tidak hanya fokus pada manufaktur dan elektronik, tetapi juga memperluas cakupan pelatihan ke bidang IT dan digital,” ungkapnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nasional dan menggerakkan berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, pertanian, dan pariwisata.

Dalam pelatihan ini, Menkomdigi dan Menaker juga telah mengidentifikasi 44 sektor prioritas, termasuk keamanan siber, ekosistem digital, infrastruktur, pemrograman, konten kreator, hingga Internet of Things (IoT). Sinergi ini diyakini dapat mencetak lebih banyak talenta digital yang siap bersaing di era ekonomi digital.

“Kami sepakat bahwa pendekatan harus berbasis permintaan industri. Bersama Kadin, Apindo, dan mitra lainnya, kami akan memetakan kebutuhan industri, memastikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan sektor, dan menyiapkan tenaga kerja yang siap diserap industri,” papar Yassierli.

Peran Masyarakat Dorong Konektivitas Digital RI

Upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di Indonesia tentunya tak dapat berjalan optimal tanpa peran aktif masyarakat . Untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung konektivitas digital, infocom mengundang masyarakat untuk mengajukan tokoh individu, komunitas, dan lembaga inspiratif dalam acara ‘Apresiasi Tokoh Konektivitas Digital’.

Apresiasi Konektivitas Digital merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan, meliputi individu, komunitas, atau lembaga yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.

Melalui penghargaan ini, infocom akan menyoroti berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi para tokoh dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri.

Cara Ajukan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital

Masyarakat bisa berpartisipasi dalam mendorong perluasan konektivitas digital dengan memberikan penghargaan kepada para tokoh yang telah berkontribusi mengerahkan pikiran dan tenaganya untuk memperluas jangkauan telekomunikasi di Tanah Air.

Caranya, cukup ajukan nama individu, komunitas, atau lembaga melalui . Anda dapat mengusulkan nama individu, komunitas, atau lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam membuka akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Form dapat diisi dengan data diri dan kategori nominasi yang sesuai untuk mendukung proses seleksi penerima penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital di laman ini. Adapun form dapat diisi mulai dari 15 November – 31 Januari 2026.

Melalui ajang ini, diharapkan bisa mendorong lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan akses digital yang merata di seluruh Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin merata, masyarakat di daerah 3T pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di era digital. Dengan demikian, visi Indonesia Emas yang dicanangkan pemerintah juga dapat terwujud.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

infocom sebagai media masif akan menyorot berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri melalui penghargaan ‘Apresiasi Konektivitas Digital’ yang merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.