Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 620,87 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2026. Anggaran tersebut dari pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional, Pemprov Sulsel, dan Pemkab Bone.
“Untuk penanganan jalan di Kabupaten Bone tahun 2026 keseluruhan itu sebanyak Rp 620,87 miliar. Ada dari Balai Jalan Nasional, dari Pemprov Sulsel, dan Pemkab Bone,” ujar Kepala Dinas BMCKTR Bone Askar kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2026).
Dana dari Balai Jalan Nasional sebesar Rp 287,5 miliar, dari Pemprov Sulsel untuk jalan provinsi senilai Rp 285 miliar. Kemudian bantuan keuangan provinsi untuk rehabilitasi dan pembangunan jalan Rp 41,56 miliar ditambah satu jembatan senilai Rp 6,81 miliar.
Askar mengatakan, perbaikan jalan akan diprioritaskan pada jalan nasional, jalan provinsi, dan ruas-ruas strategis yang menghubungkan antar kecamatan, sentra produksi pertanian, kawasan permukiman padat penduduk. Kemudian akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
“Selain menangani jalan rusak berat, pemerintah juga akan melakukan peningkatan kualitas jalan guna memperpanjang usia pakai dan meminimalkan kerusakan berulang. Ini semua berkat kerja keras Bapak Bupati Bone dan Wakil Bupati Bone yang terus mencari anggaran untuk perbaikan infrastruktur di Bone,” bebernya.
Askar menambahkan pelaksanaan program perbaikan jalan akan dilakukan secara terencana dan transparan, dengan pengawasan yang ketat serta mengedepankan asas manfaat bagi masyarakat. Perbaikan jalan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
“Infrastruktur jalan yang baik diyakini dapat menekan biaya transportasi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah Kabupaten Bone juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun demi keberlanjutan manfaat jangka panjang,” katanya.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menambahkan, penanganan jalan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama pada ruas-ruas penghubung antar kecamatan, akses menuju sentra pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan. Dia menekankan kepada pihak kontraktor untuk memperhatikan kualitas pekerjaan.
“Yang paling banyak dikeluhkan soal jalan, makanya kami fokus untuk melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Kita ingin masyarakat merasakan dampak nyata dari pembangunan, bukan hanya di pusat kota, tetapi juga sampai ke pelosok,” ucapnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Kami berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu menjadi perhatian utama,” sambung Andi Asman.
Paket 1 Rp 10,96 miliar
Ruas Bajoe-Toro panjang 1,52 Km
Ruas Warue-Tirong panjang 1,80 Km
Jalan Gunung Kinabalu panjang 0,45 Km
Jalan Salak panjang 0,38 Km
Jalan Langsat panjang 1,04 Km
Jalan Pepaya panjang 0,55 Km
Paket 2 Rp 5,55 miliar
Jalan Merdeka 0,50 Km
Jalan Petta Ponggawae 0,46 Km
Jalan Budi Utomo 0,12 Km
Jalan Orde Baru 0,42 Km
Jalan Kawerang 0,26 Km
Jalan Bhayangkara 0,51 Km
Jalan Sungai Citarum 0,50 Km
Paket 3 Rp 4,12 miliar
Jalan Andi Amir 0,30 Km
Jalan Durian 0,53 Km
Jalan Mangga 0,45 Km
Jalan Bali 0,26 Km
Jalan Andalas 0,73 Km
Total Rp 20,63 miliar
Paket 1 Rp 7,07 miliar
Ruas Selli-Nyappareng 1 Km
Ruas Pabaccue-Lonrong 1 Km
Paket 2 Rp 7,38 miliar
Ruas Bakunge Lonrong 0,39 Km
Ruas Lapeccang-Lonrong 0,90 Km
Paket 3 Rp 6,46 miliar
Ruas Jalan Akses Bandara Arung Palakka 1,5 Km
Total Rp 20,93 miliar
Pembangunan Jembatan Sungai Alekale (Ruas Bengo-Taka-Malaka) Rp 6,81 miliar
Total keseluruhan Rp 620,87 miliar
