Parepare Cetak Rekor Inflasi Tertinggi di Sulsel, Dipicu Harga Bawang Naik baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi sebesar 3,85%. Parepare mencetak rekor dengan inflasi tertinggi di Sulsel pada Desember 2025 yang dipicu harga bawang bawang naik.

“Inflasi Parepare pada Desember month-to-month (m-to-m) itu 0,64%. Kalau year-on-year (y-on-y) dan year-to-date (y-to-d) 3,85%. Untuk y-on-y memang Parepare tertinggi,” ungkap Kepala BPS Parepare, Dian Ernawaty kepada infoSulsel, Senin (5/1/2025).

Dian mengatakan, inflasi yang terjadi di Parepare dipicu oleh harga bawang merah yang melonjak pada akhir tahun. Selain itu, inflasi terjadi akibat kenaikan harga emas.

“Pemicu inflasi masih harga emas di akhir tahun. Kemudian ada beberapa komoditas hortikultura yang emang naik dari bulan November dan turunnya masih pelan-pelan gitu, seperti bawang merah, cabai rawit,” jelasnya.

Inflasi juga dipicu naiknya harga ikan di pasaran akibat cuaca buruk. Sejumlah harga komoditas juga masih terbilang tinggi dan penurunannya masih pelan.

“Kemudian di akhir tahun ini karena cuaca agak buruk, ini ikan-ikan ada beberapa jenis ikan, ikan cakalang, ikan layang, itu naik semua harganya,” ujarnya.

“Daging ayam ras dan telur ayam juga turunnya masih pelan sekali sehingga terhitungnya masih naik di bulan Desember untuk month-to-month,” katanya.

Dian mengungkapkan, angka inflasi Parepare masih dalam kategori terjaga karena di bawah 10%. Namun jika dibandingkan dari akhir tahun lalu, angka inflasi Parepare memang melonjak akibat harga emas.

“Kalau dari kategorisasi inflasi, inflasi di bawah 10% itu kategorinya masih terjaga. Ini posisinya sekarang 3,85%. Hanya kalau dibandingkan akhir tahun lalu, ya memang harga emas akhir tahun lalu pengaruhnya sangat tinggi,” jelasnya.

Dian menjelaskan, inflasi Parepare menjadi yang tertinggi di Sulsel akibat kenaikan harga beras pada pertengahan tahun 2025. Kemudian di penghujung tahun, harga beras di Parepare tercatat turun tapi perlahan.

“Sebenarnya Parepare ini kenapa y-on-y nya tertinggi, sebenarnya ini efek dari pertengahan tahun 2025 pada saat itu bulan Juli pada waktu kenaikan harga beras itu. Di situ pemicunya sebenarnya karena harga berasnya turunnya juga perlahan,” ujarnya.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Selain itu, Parepare tercatat mengalami inflasi tertinggi karena bukan daerah produsen. Sehingga harga bahan pokok itu berpengaruh pada pasokan dari daerah lain.

“Parepare ini posisinya bukan wilayah produsen, hanya penerima dan distributor. Sehingga menerima pasokan-pasokan dan cuma jadi distributor aja. Kalau misalnya yang dari produsen mahal, ya sampai sini lebih mahal lagi,” jelasnya.

BPS sudah menyusun pemetaan harga untuk menjadi acuan Pemkot dalam mengendalikan inflasi. BPS akan menyampaikan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan atau stoknya kurang.

“Itu kami sudah menyusun seperti deskripsi kajian strategis untuk pemerintah kota. Misalnya seperti beras, tomat. Ini kan dipengaruhi oleh musim tanam dan musim panen. Itu bisa dipetakan tiap bulannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya BPS juga mencatat Kota Parepare telah mengalami inflasi tertinggi di Sulsel sebanyak 5 kali secara tahunan (year on year/y-on-y) sepanjang 2025. Inflasi di Parepare dipicu kenaikan harga barang atau komoditas tertentu mulai dari emas hingga beras.

Data yang dihimpun dari BPS Sulsel, inflasi Parepare selama Januari hingga November 2025 cenderung dinamis. Namun inflasi Parepare tertinggi dibanding daerah lain di Sulsel terjadi pada Maret sebesar 1,98%, April 3,68%, Juli 4,35%, Agustus 4,46% dan November 3,84%.

Selain itu, Parepare tercatat mengalami inflasi tertinggi karena bukan daerah produsen. Sehingga harga bahan pokok itu berpengaruh pada pasokan dari daerah lain.

“Parepare ini posisinya bukan wilayah produsen, hanya penerima dan distributor. Sehingga menerima pasokan-pasokan dan cuma jadi distributor aja. Kalau misalnya yang dari produsen mahal, ya sampai sini lebih mahal lagi,” jelasnya.

BPS sudah menyusun pemetaan harga untuk menjadi acuan Pemkot dalam mengendalikan inflasi. BPS akan menyampaikan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan atau stoknya kurang.

“Itu kami sudah menyusun seperti deskripsi kajian strategis untuk pemerintah kota. Misalnya seperti beras, tomat. Ini kan dipengaruhi oleh musim tanam dan musim panen. Itu bisa dipetakan tiap bulannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya BPS juga mencatat Kota Parepare telah mengalami inflasi tertinggi di Sulsel sebanyak 5 kali secara tahunan (year on year/y-on-y) sepanjang 2025. Inflasi di Parepare dipicu kenaikan harga barang atau komoditas tertentu mulai dari emas hingga beras.

Data yang dihimpun dari BPS Sulsel, inflasi Parepare selama Januari hingga November 2025 cenderung dinamis. Namun inflasi Parepare tertinggi dibanding daerah lain di Sulsel terjadi pada Maret sebesar 1,98%, April 3,68%, Juli 4,35%, Agustus 4,46% dan November 3,84%.