Kepergian sosok Sarina Wati (25), korban tewas saat massa membakar gedung DPRD Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga. Sang ibu, Hatimang (51) mengenang Sarina sebagai sosok anak yang baik dan penurut kepada orang tua.
“(Sarina) Baik, penurut,” ujar Hatimang saat ditemui di rumah duka di Kecamatan Kajuara, Bone Minggu (31/8/2025).
Hatimang menyebut anaknya bekerja sebagai staf anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji. Sarina tinggal di kediaman Andi Tenri Uji di Makassar.
“Selama tinggal di situ (rumah Andi Tenri Uji) paling lama 3 bulan sekali pulang. Biasa juga sebelum 3 bulan pulang, selama saya hubungi untuk pulang, langsung pulang,” kenang Hatimang.
Sarina sudah tinggal bersama Andi Tenri Uji sejak kuliah di Makassar. Setelah Andi Tenri Uji lolos menjadi anggota DPRD Makassar, dia pun mempercayakan Sarina menjadi pendampingnya.
“Kuliah di Makassar, dan tinggal di rumahnya bosnya. Mulai pertama kuliah tinggal disitu sampai sekarang, dia yang biayai kuliahnya juga. Pas lolos jadi dewan dia ambil juga Sarina,” jelas Hatimang.
Hatimang mengaku sempat tak percaya saat menerima kabar meninggalnya Sarina. Dia mengaku tak ada firasat sama sekali menjelang kematian anak semata wayangnya itu.
“Tidak ada. Waktu meninggal saja dikasih tahu saya tidak percaya. Pas video call dikasih liat mayatnya,” jelas Hatimang.
Hatimang mendapat kabar kepergian anaknya pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 01.00 Wita. Dia menerima informasi dari anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji yang merupakan pimpinan Sarina.
Beberapa jam sebelum menerima kabar duka itu, Hatimang mengaku masih sempat berkomunikasi dengan Sarina. Saat itu Sarina juga masih sempat mengobrol dengan omnya.
“Jam 8 malam, sebelum Isya. Biasa kalau bicara ketawa-ketawa. Mama kapan saya pulang? Saya bilang nanti nak saya kasih kabar. Bicara sama omnya, itu perbincangan terakhir kalinya,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi demonstrasi di DPRD Makassar pada Jumat (29/9) malam berakhir ricuh. Insiden tersebut menyebabkan 3 orang meninggal dan 7 lainnya luka-luka.
Dua korban meninggal lainnya adalah Plt Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Saiful Akbar dan staf Humas DPRD Makassar Muhammad Akbar Basri alias Abay. Mereka meninggal akibat terjebak dalam gedung saat terjadi kebakaran.