PSM Makassar mencatatkan rekor yang kurang menyenangkan di Super League 2025/2026. Klub berjuluk Juku Eja itu masuk daftar tim dengan denda terbanyak hingga paruh musim ini.
Total denda yang harus dibayar PSM Makassar mencapai Rp 525 juta. Denda tersebut mulai dari akibat hukuman akumulasi kartu, penonton masuk lapangan, menyalakan flare, hingga pelemparan botol ke lapangan.
Hukuman-hukuman ini menjadi perhatian serius bagi manajemen PSM Makassar. Mereka harus mencari cara agar denda-denda serupa tidak terus berulang di putaran kedua musim ini.
PSM sendiri masih memiliki 8 pertandingan kandang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Laga-laga tersebut masing-masing melawan Semen Padang, Dewa United, Persita, Persis Solo, Borneo FC, Persik Kediri, Bhayangkara FC, dan Persib Bandung.
Di bawah PSM, ada Persebaya Surabaya yang juga mendapat denda cukup besar. Totalnya mencapai Rp 455 juta.
Terakhir, Persebaya sampai harus didenda Rp 50 juta atas pelanggaran karena beberapa personel tanpa ID Card berada di area lapangan saat pertandingan berakhir melawan Borneo FC.
Tim ketiga dengan denda terbesar adalah Persija Jakarta. Tim Macan Kemayoran mendapat denda hingga Rp 410 juta. Persija pernah didenda Rp 100 juta karena telat masuk lapangan dan denda Rp 60 juta akibat flare.







