Miris! Sekolah Kelas Jauh MI DDI di Pinrang Tanpa Dinding-Rawan Ambruk

Posted on

Sekolah kelas jauh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) di Desa Benteng Paremba, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) perlu mendapatkan perhatian karena kondisi sekolah tanpa dinding dan rawan ambruk. Kemenag Pinrang memastikan akan segera memperbaiki.

“Itu sekolah jauh MI DDI. Kondisinya memang perlu perhatian dan sudah mendapatkan atensi pimpinan,” kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Pinrang, Ramli Alias kepada infoSulsel, Kamis (22/1/2026).

Ramli menegaskan Kemenag Kabupaten Pinrang akan menindaklanjuti kondisi kelas jauh MI DDI yang berlokasi di Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang tersebut. Kemenag berencana memberikan bantuan awal berupa bangunan semi permanen sembari menunggu proses perizinan operasional rampung.

“Insyaallah ada tindaklanjut untuk memberikan bantuan. Mungkin sementara kita mau buat semi permanen saja dulu. Jadi mungkin besok atau lusa kami turun kembali,” bebernya.

Ramli mengungkapkan, keberadaan MI DDI tersebut terbilang jauh dari pusat permukiman dan saat ini belum mengantongi izin operasional (IUP). Madrasah itu didirikan sambil menunggu persetujuan.

“Ceritanya mau mendirikan sambil menunggu persetujuan operasional jadi bikin mi. Siswanya yang terdekat, na sampai sekarang nda muncul IUP-nya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan, jumlah siswa yang aktif belajar di MI DDI sebanyak 18 orang. Menurutnya, di kampung tersebut memang tidak terdapat sekolah dasar maupun madrasah lain, sehingga keberadaan MI DDI sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

“Kami melihat tidak ada sekolah SD maupun madrasah di kampung itu. Karena itu kami bersama kepala kantor (Kandep Kemenag Pinrang) ke lokasi,” ujarnya.

Ramli juga menyebutkan, para guru yang mengajar di Madrasah tersebut merupakan tenaga di bawah Kemenag, namun masih berstatus honorer. Sementara itu, untuk sekolah induk berada di dusun Tuppu, Kelurahan Tadokkong.

“Ada 18 siswanya. Itu gurunya honorer di Kemenag Pinrang,” paparnya.

Terpisah, Sekretaris Dikbud Pinrang Muhtar menjelaskan Pemkab Pinrang punya sekolah induk yang dekat dari lokasi kelas jauh MI DDI tersebut. Jika dipikir seharusnya siswa tersebut bersekolah di sekolah induk yang di bawah naungan Dikbud Pinrang.

“Kami ada sekolah sekitar 2 kilometer dari sekolah itu dan jalanan bagus. Kami kurang tahu kenapa DDI bikin kelas jauh di situ tapi lagi-lagi itu kan kebijakan di internal mereka,” paparnya.

Ia mengaku jika Pemkab Pinrang mendirikan lagi sekolah di dekat kelas jauh tersebut maka akan tidak efektif. Jumlah siswa yang ditampung juga sedikit.

“Kalau misalnya kami yang buat sekolah di situ nda efektif juga karena kita sudah ada sekolah dekat di situ dan murid di kelas jauh MI DDI itu juga sedikit muridnya,” terangnya.

Namun ia menyebut pihak Dikbud Pinrang melalui Kadis Dikbud Andi Matjtja telah melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Kunjungan ini dilakukan khusus untuk membahas nasib MI DDI Kelas Jauh Batulosso, yang berlokasi di Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang.

“Meski berada di bawah naungan Kemenag, Pak Kadis dan kami di Dikbud memastikan bahwa pemenuhan hak pendidikan anak-anak Pinrang adalah tanggung jawab bersama. Sinergi ini diharapkan mampu membawa solusi bagi peningkatan fasilitas dan layanan pendidikan di pegunungan Lembang,” imbuhnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak tenaga kesehatan berkunjung ke sekolah jauh DDI di Desa Benteng Parempa, Kecamatan Lembang untuk pengecekan kesehatan gratis bagi siswa. Namun ternyata yang terekam dalam video kondisi sekolah yang tidak layak.

Tanpa dinding dan rawan ambruk. Selain itu akses jalanan menuju ke sekolah juga masih rusak dan sulit diakses.

Ia mengaku jika Pemkab Pinrang mendirikan lagi sekolah di dekat kelas jauh tersebut maka akan tidak efektif. Jumlah siswa yang ditampung juga sedikit.

“Kalau misalnya kami yang buat sekolah di situ nda efektif juga karena kita sudah ada sekolah dekat di situ dan murid di kelas jauh MI DDI itu juga sedikit muridnya,” terangnya.

Namun ia menyebut pihak Dikbud Pinrang melalui Kadis Dikbud Andi Matjtja telah melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Kunjungan ini dilakukan khusus untuk membahas nasib MI DDI Kelas Jauh Batulosso, yang berlokasi di Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang.

“Meski berada di bawah naungan Kemenag, Pak Kadis dan kami di Dikbud memastikan bahwa pemenuhan hak pendidikan anak-anak Pinrang adalah tanggung jawab bersama. Sinergi ini diharapkan mampu membawa solusi bagi peningkatan fasilitas dan layanan pendidikan di pegunungan Lembang,” imbuhnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak tenaga kesehatan berkunjung ke sekolah jauh DDI di Desa Benteng Parempa, Kecamatan Lembang untuk pengecekan kesehatan gratis bagi siswa. Namun ternyata yang terekam dalam video kondisi sekolah yang tidak layak.

Tanpa dinding dan rawan ambruk. Selain itu akses jalanan menuju ke sekolah juga masih rusak dan sulit diakses.