Menyisir Sebaran Lokasi Temuan 10 Korban Pesawat ATR 42-500 PK-THT

Posted on

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan telah merampungkan proses pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 dengan nomor seri PK-THT rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban ditemukan di lokasi berbeda-beda selama tujuh hari pencarian.

Operasi SAR dilakukan sejak Basarnas Makassar mendapat informasi dari menara ATC AirNav di Bandara Sultan Hasanuddin saat pesawat ini hilang kontak pada Sabtu (17/1). Operasi dilakukan menggunakan peta sektoral untuk memetakan lokasi jatuhnya pesawat yang mencakup wilayah kerja, sebaran operasi, dan potensi SAR.

“Pemetaan sektor itu, pembagian-pembagian SRU yang kita curigai korban berada di situ,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan kepada infoSulsel, Sabtu (24/1/2026).

Andi Sultan mengaku pemetaan dilakukan sejak hari pertama Operasi SAR di kawasan Gunung Bulusaraung. Setiap temuan serpihan pesawat dan korban ditandai dengan titik koordinat untuk dipetakan dengan peta sektoral ini.

“Cuma beberapa hari kemudian berdasarkan data yang ada dengan puing-puing yang ada di lokasi. Di hari kelima sudah terkumpul koordinat puing-puing pesawat,” jelasnya.

Dia menegaskan, strategi ini disusun dalam tim SAR gabungan yang di dalamnya terdapat potensi SAR seperti dari TNI-Polri dan relawan lainnya. Ilustrasi puing pesawat sebagai gambaran awal untuk mengidentifikasi posisi korban.

“Jadi dari ilustrasi puing-puing itu kita coba untuk melihat seperti bagaimana kondisinya, alhamdulillah benar ada korban di situ. Begitu strategi tim semuanya, jadi bukan hanya Basarnas, jangan sampai Basarnas saja, ini tim gabungan yang bekerja merekayasa sehingga jadi seperti ini,” katanya.

Bahkan peta sektoral yang berisi seluruh informasi operasi SAR ini akan dimanfaatkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses investigasi penyebab kecelakaan pesawat ini. KNKT juga disebut akan membuat ilustrasi yang lebih nyata berdasarkan peta sektoral dari tim SAR gabungan.

“Ada semua letaknya dipetakan, penemuan puing, korban, cuma nanti untuk ilustrasi aslinya bukan kami, tapi KNKT. Kalau dia minta dikasih. Tidak ada penyerahan resmi. Tapi kalau diminta untuk bahan investigasi KNKT, kita kasih,” jelasnya.

Berdasarkan data peta sektoral tim SAR gabungan yang diterima infoSulsel, proses penemuan berlangsung bertahap selama tujuh hari operasi, sejak Sabtu (17/1) hingga Jumat (23/1). Seluruh korban ditemukan di lokasi dengan medan ekstrem dan cuaca yang kerap berubah menjadi tantangan utama.

Korban pertama (T1) ditemukan pada Minggu (18/1) sekitar pukul 13.43 Wita. Jenazah ditemukan di bawah tebing dekat puncak Bulusaraung. Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi melalui jalur darat dengan metode estafet dan vertical rescue, mengingat lokasi berada di medan terjal.

Sehari kemudian, Senin (19/1), tim kembali menemukan korban kedua (T2) di sekitar serpihan kepala pesawat, pada kedalaman sekitar 350 meter dari puncak. Jenazah ditemukan dalam kondisi sebagian besar utuh dan berada dalam posisi tengkurap.

Proses evakuasi korban kedua sempat tertunda akibat cuaca ekstrem dan keterbatasan visibilitas. Sebelum akhirnya, berhasil dievakuasi pada Selasa (20/1) malam dan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi.

Pada Kamis (22/1), operasi SAR memasuki fase intensif penemuan jenazah di sekitar puncak Bulusaraung. Dalam rentang waktu pagi hingga menjelang siang, tim menemukan enam jenazah secara berurutan, yakni korban ketiga hingga kedelapan (T3-T8).

Seluruh korban tersebut ditemukan dalam bentuk jenazah di sejumlah titik koordinat yang saling berdekatan, dengan sebaran tidak jauh dari lokasi badan dan ekor pesawat. Evakuasi dilakukan secara bertahap sebelum selanjutnya dibawa ke Posko DVI dan RS Bhayangkara.

Penemuan dua korban terakhir terjadi pada Jumat (23/1). Korban kesembilan (T9) ditemukan pada pagi hari di sekitar lokasi penemuan sebelumnya. Kemudian disusul penemuan korban kesepuluh (T10) tak lama berselang yang lokasinya lebih jauh ke dalam jurang.

Mengingat kondisi medan dan keterbatasan waktu, Tim SAR gabungan melakukan evakuasi udara menggunakan helikopter Caracal dan Dauphin dengan metode hoist. Seluruh jenazah berhasil diterbangkan ke Lanud Sultan Hasanuddin sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.

Dengan ditemukannya korban terakhir, Tim SAR gabungan menyatakan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi SAR dinyatakan selesai pada hari ketujuh.

Berdasarkan data manifes maskapai Indonesia Air Transport (IAT), pesawat ATR 42-500 diisi tujuh kru dan tiga penumpang. Dari tujuh kru pesawat, dua orang di antaranya merupakan Pilot Captain Andi Dahanto dan Kopilot Farhan Gunawan.

Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan dua orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono. Dua lainnya merupakan Flight Attendant (FA) atau pramugari bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita.

Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden Maulana, Ferry Irawan dan Yoga Naufal. Mereka adalah pegawai KKP yang bertugas menjalankan misi patroli atau pengawasan kelautan via udara.

– 13.20 Wita: AirNav melaporkan pesawat ATR 42-500 PK-THT hilang kontak di wilayah Maros-Pangkep.
– 13.35 Wita: Tim Rescue KPP Makassar bergerak menuju LKK.
– 14.35 Wita: Tim SAR gabungan tiba di posko dan mulai penyisiran darat; hasil nihil.
– 16.30 Wita: Pencarian udara menggunakan heli Caracal TNI AU; hasil nihil.
– 16.33 Wita: Pendaki melaporkan temuan dugaan serpihan pesawat di Desa Tompobulu, Balocci.
– 20.00-21.40 Wita: Tim bergerak ke Tompobulu dan memutuskan mendirikan posko di Balocci.

– 05.00 Wita: Operasi dilanjutkan; SAR dibagi menjadi 6 SRU darat dan udara.
– 06.47-07.07 Wita: Pesawat intai Boeing AI-7301 dan heli Caracal take off dari Lanud Hasanuddin.
– 07.33-07.49 Wita: Terlihat serpihan pesawat; ditemukan badan dan ekor pesawat di sekitar Puncak Bulusaraung.
– 08.17 Wita: Tim Kopasgat dan SAR berhasil air landed dan bergerak ke lokasi bangkai.
– 13.43 Wita: Korban pertama ditemukan dan mulai dievakuasi.
– 20.00 Wita: Debriefing; 1 korban ditemukan, pencarian 9 korban lainnya dilanjutkan esok hari.

– Pagi hari: Pembukaan jalur evakuasi dan penyisiran lanjutan.
– 13.58-14.00 Wita: Korban kedua ditemukan di kedalaman ±350 meter dari puncak.
– Sore-malam: Evakuasi ditunda akibat cuaca ekstrem; sejumlah barang milik korban ditemukan.
– 20.27 Wita: Debriefing malam, operasi dilanjutkan keesokan hari.

– Pagi hari: Operasi vertikal dan penyisiran sektor ekor pesawat.
– 14.03 Wita: Korban berhasil ditarik hingga 150 meter dari titik terdalam.
– 20.05 Wita: Korban kedua tiba di Posko Tompobulu dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
– 21.40 Wita: Debriefing dan evaluasi harian.

– 11.00 Wita: Black box pesawat ditemukan di sekitar lokasi bangkai.
– Sore hari: Penyerahan jenazah kepada keluarga oleh Tim DVI.
– Malam: Black box dibawa ke Posko SMC dan selanjutnya diserahkan ke KNKT.

– Pagi hari: Penyisiran lanjutan seluruh sektor.
– 09.22-10.11 Wita: Ditemukan korban ke-3 hingga ke-8 di sekitar puncak.
– 21.19 Wita: Korban ke-8 tiba di Posko DVI dan dibawa ke RS Bhayangkara.

– Pagi hari: Evakuasi udara intensif menggunakan heli Caracal dan Dauphin.
– 08.50-13.15 Wita: Seluruh korban berhasil dievakuasi melalui beberapa sorti penerbangan.
– 14.43 Wita: Seluruh korban tiba di RS Bhayangkara Makassar.

Sebaran Lokasi Temuan Korban

Timeline Singkat Operasi SAR ATR 42-500 PK-THT

Hari Pertama – Sabtu (17/1/2026)

Hari Kedua – Minggu (18/1/2026)

Hari Ketiga – Senin (19/1/2026)

Hari Keempat – Selasa (20/1/2026)

Hari Kelima – Rabu (21/1/2026)

Hari Keenam – Kamis (22/1/2026)

Hari Ketujuh – Jumat (23/1/2026)

Berdasarkan data peta sektoral tim SAR gabungan yang diterima infoSulsel, proses penemuan berlangsung bertahap selama tujuh hari operasi, sejak Sabtu (17/1) hingga Jumat (23/1). Seluruh korban ditemukan di lokasi dengan medan ekstrem dan cuaca yang kerap berubah menjadi tantangan utama.

Korban pertama (T1) ditemukan pada Minggu (18/1) sekitar pukul 13.43 Wita. Jenazah ditemukan di bawah tebing dekat puncak Bulusaraung. Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi melalui jalur darat dengan metode estafet dan vertical rescue, mengingat lokasi berada di medan terjal.

Sehari kemudian, Senin (19/1), tim kembali menemukan korban kedua (T2) di sekitar serpihan kepala pesawat, pada kedalaman sekitar 350 meter dari puncak. Jenazah ditemukan dalam kondisi sebagian besar utuh dan berada dalam posisi tengkurap.

Proses evakuasi korban kedua sempat tertunda akibat cuaca ekstrem dan keterbatasan visibilitas. Sebelum akhirnya, berhasil dievakuasi pada Selasa (20/1) malam dan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi.

Pada Kamis (22/1), operasi SAR memasuki fase intensif penemuan jenazah di sekitar puncak Bulusaraung. Dalam rentang waktu pagi hingga menjelang siang, tim menemukan enam jenazah secara berurutan, yakni korban ketiga hingga kedelapan (T3-T8).

Seluruh korban tersebut ditemukan dalam bentuk jenazah di sejumlah titik koordinat yang saling berdekatan, dengan sebaran tidak jauh dari lokasi badan dan ekor pesawat. Evakuasi dilakukan secara bertahap sebelum selanjutnya dibawa ke Posko DVI dan RS Bhayangkara.

Sebaran Lokasi Temuan Korban

Penemuan dua korban terakhir terjadi pada Jumat (23/1). Korban kesembilan (T9) ditemukan pada pagi hari di sekitar lokasi penemuan sebelumnya. Kemudian disusul penemuan korban kesepuluh (T10) tak lama berselang yang lokasinya lebih jauh ke dalam jurang.

Mengingat kondisi medan dan keterbatasan waktu, Tim SAR gabungan melakukan evakuasi udara menggunakan helikopter Caracal dan Dauphin dengan metode hoist. Seluruh jenazah berhasil diterbangkan ke Lanud Sultan Hasanuddin sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.

Dengan ditemukannya korban terakhir, Tim SAR gabungan menyatakan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi SAR dinyatakan selesai pada hari ketujuh.

Berdasarkan data manifes maskapai Indonesia Air Transport (IAT), pesawat ATR 42-500 diisi tujuh kru dan tiga penumpang. Dari tujuh kru pesawat, dua orang di antaranya merupakan Pilot Captain Andi Dahanto dan Kopilot Farhan Gunawan.

Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan dua orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono. Dua lainnya merupakan Flight Attendant (FA) atau pramugari bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita.

Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden Maulana, Ferry Irawan dan Yoga Naufal. Mereka adalah pegawai KKP yang bertugas menjalankan misi patroli atau pengawasan kelautan via udara.

– 13.20 Wita: AirNav melaporkan pesawat ATR 42-500 PK-THT hilang kontak di wilayah Maros-Pangkep.
– 13.35 Wita: Tim Rescue KPP Makassar bergerak menuju LKK.
– 14.35 Wita: Tim SAR gabungan tiba di posko dan mulai penyisiran darat; hasil nihil.
– 16.30 Wita: Pencarian udara menggunakan heli Caracal TNI AU; hasil nihil.
– 16.33 Wita: Pendaki melaporkan temuan dugaan serpihan pesawat di Desa Tompobulu, Balocci.
– 20.00-21.40 Wita: Tim bergerak ke Tompobulu dan memutuskan mendirikan posko di Balocci.

– 05.00 Wita: Operasi dilanjutkan; SAR dibagi menjadi 6 SRU darat dan udara.
– 06.47-07.07 Wita: Pesawat intai Boeing AI-7301 dan heli Caracal take off dari Lanud Hasanuddin.
– 07.33-07.49 Wita: Terlihat serpihan pesawat; ditemukan badan dan ekor pesawat di sekitar Puncak Bulusaraung.
– 08.17 Wita: Tim Kopasgat dan SAR berhasil air landed dan bergerak ke lokasi bangkai.
– 13.43 Wita: Korban pertama ditemukan dan mulai dievakuasi.
– 20.00 Wita: Debriefing; 1 korban ditemukan, pencarian 9 korban lainnya dilanjutkan esok hari.

– Pagi hari: Pembukaan jalur evakuasi dan penyisiran lanjutan.
– 13.58-14.00 Wita: Korban kedua ditemukan di kedalaman ±350 meter dari puncak.
– Sore-malam: Evakuasi ditunda akibat cuaca ekstrem; sejumlah barang milik korban ditemukan.
– 20.27 Wita: Debriefing malam, operasi dilanjutkan keesokan hari.

– Pagi hari: Operasi vertikal dan penyisiran sektor ekor pesawat.
– 14.03 Wita: Korban berhasil ditarik hingga 150 meter dari titik terdalam.
– 20.05 Wita: Korban kedua tiba di Posko Tompobulu dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
– 21.40 Wita: Debriefing dan evaluasi harian.

– 11.00 Wita: Black box pesawat ditemukan di sekitar lokasi bangkai.
– Sore hari: Penyerahan jenazah kepada keluarga oleh Tim DVI.
– Malam: Black box dibawa ke Posko SMC dan selanjutnya diserahkan ke KNKT.

– Pagi hari: Penyisiran lanjutan seluruh sektor.
– 09.22-10.11 Wita: Ditemukan korban ke-3 hingga ke-8 di sekitar puncak.
– 21.19 Wita: Korban ke-8 tiba di Posko DVI dan dibawa ke RS Bhayangkara.

– Pagi hari: Evakuasi udara intensif menggunakan heli Caracal dan Dauphin.
– 08.50-13.15 Wita: Seluruh korban berhasil dievakuasi melalui beberapa sorti penerbangan.
– 14.43 Wita: Seluruh korban tiba di RS Bhayangkara Makassar.

Timeline Singkat Operasi SAR ATR 42-500 PK-THT

Hari Pertama – Sabtu (17/1/2026)

Hari Kedua – Minggu (18/1/2026)

Hari Ketiga – Senin (19/1/2026)

Hari Keempat – Selasa (20/1/2026)

Hari Kelima – Rabu (21/1/2026)

Hari Keenam – Kamis (22/1/2026)

Hari Ketujuh – Jumat (23/1/2026)