Prof Jamaluddin Jompa alias Prof JJ menang telak dalam Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode 2026-2030. Usai ditetapkan sebagai rektor terpilih, ia mengajak seluruh rival dan sivitas akademika kembali bersatu membangun Unhas.
“Saya sangat berharap bahwa proses apapun yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir anggaplah itu dinamika, bagian dari cara kita memperkuat calon pemimpin. Ini adalah bagian dari cara kita semua menguji seorang pemimpin,” ujar Prof JJ dalam sambutannya usai pemilihan di kampus Unhas Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Prof JJ turut menegaskan terpilihnya sebagai Rektor Unhas dalam empat tahun ke depan bukan kemenangan pribadi. Dia menilai ini menjadi kemenangan institusi.
“Sehingga hari ini saya menganggap bukanlah kemenangan dalam konteks individu pribadi bahwa saya memenangkan pilrek, bukan. Ini adalah kemenangan Universitas Hasanuddin yang dari dulu kita mengatakan ‘Unhasku bersatu, Unhasku kuat’,” kata Prof JJ.
Dia lantas mengapresiasi pimpinan serta anggota Majelis Wali Amanat (MWA) yang terlibat dalam pemilihan tersebut. Ia berterima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
“Pimpinan dan anggota MWA yang telah menentukan pilihan membuat terharu, bangga, dan sekaligus tentu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek)Fauzan yang turut hadir mewakili suara menteri menyebut Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dengan klaster tata kola tertinggi. Menurutnya, Unhas tidak boleh berada dalam zona biasa-biasa saja.
“Unhas adalah salah satu perguruan tinggi yang menurut saya memiliki klaster tertinggi yaitu PTNBH dalam tata kelola. Ini tentu saja harus dimaknai Unhas tidak boleh berada dalam wilayah yang biasa-biasa saja,” ujar Fauzan.
Stella menekankan, Unhas harus dapat melahirkan generasi yang hebat dalam rangka bertanggung jawab sebagai institusi pendidikan dengan status PTNBH. Ia juga mengingatkan pentingnya mengedepankan entrepreneurship leadership.
“Untuk dapat mengantarkan perguruan tinggi menjadi luar biasa tentu tidak cukup dengan style leadership yang hanya menggunakan gaya administratif leadership, akademik leadership, tapi harus menghadirkan entrepreneurship leadership,” kata Fauzan.
Sebelumnya diberitakan, Prof JJ menang telak dalam pemilihan rektor setelah meraih 23 dari 24 suara MWA. Ketiga calon rektor yang ikut berkontestasi dalam pemilihan ini yaitu Prof JJ, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda.
Ketiga calon rektor itu terpilih dari total enam bakal calon rektor berdasarkan hasil penyaringan 94 anggota Senat Unhas. Prof JJ juga unggul jauh dengan meraih 74 suara senat.
