Mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) membubarkan diri di tengah hujan deras. Sementara sejumlah aparat kepolisian masih berjaga di sekitar gedung legislatif usai aksi sempat ricuh.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Pantauan infocom, massa aksi sebelumnya masih bertahan di depan pagar gedung DPRD Sulbar sekira pukul 18.35 Wita, Minggu (31/8/2025). Mereka mendesak kepolisian agar membebaskan beberapa pendemo yang sempat diamankan.
Mereka juga masih bergantian berorasi dengan menyampaikan tuntutan agar pemerintah mengevaluasi pajak. Selain itu mereka tegas menolak tunjangan DPR RI.
“Semua kena pajak, mulai dari makanan, minuman kena pajak, semua ada pajak. Sementara rakyat hidup saja susah, kondisi ekonomi terhimpit,” kata orator.
Tidak berapa lama, hujan deras mengguyur wilayah Mamuju. Massa pun sempat bertahan namun tidak lama membubarkan diri satu demi satu.
Selanjutnya aparat keamanan masuk ke halaman gedung DPRD. Mereka masih memantau situasi di lokasi.
Diberitakan sebelumnya, demonstrasi di DPRD Sulbar berlangsung ricuh setelah sejumlah massa melempar batu dan air mineral botol ke arah aparat keamanan, Minggu (31/8) sore. Lemparan itu kemudian dibalas polisi dengan menembakkan gas air mata.
“Sampaikan aspirasi dengan tertib, dan jangan anarkis,” ujar polisi memakai pengeras suara dalam mobil.
Tidak lama, massa kembali memanas setelah beberapa pengunjuk rasa diamankan polisi. Sejumlah massa dibawa ke dalam halaman kantor DPRD.