Bangunan Mapolres Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), rusak parah akibat diterjang banjir bandang. Insiden itu mengakibatkan sejumlah personel kepolisian dilaporkan luka-luka hingga tahanan dievakuasi.
“Ada anggota piket yang luka-luka, alhamdulilah selamat,” kata Kapolres Sitaro, AKBP Iwan Permadi kepada wartawan, Senin (5/1/2025).
Iwan belum menjelaskan jumlah personel yang luka. Namun dari empat bangunan di Mapolres Sitaro, ada tiga bangunan di antaranya yang terdampak banjir.
“Rata-rata tiga bangunan lantai 1 hancur, aula hancur parah. Bangunan kedua tempat tahanan, gedung reserse sabhara intel itu lantai 1 hancur,” paparnya.
“Kalau untuk tahanan sudah dievakuasi duluan. Pada jam 2 subuh karena curah hujan begitu tinggi, tahanan dievakuasi duluan. Ada 5 tahanan yang kami evakuasi sebelum banjir bandang,” tambah Iwan.
Gedung utama lantai 1 juga rusak parah. Situasi ini mengakibatkan pelayanan Mapolres Sitaro belum bisa dilakukan.
“Jadi untuk Polres sendiri lumpuh, tidak bisa operasional lagi karena terputus listriknya,” katanya.
Iwan menjelaskan, pelayanan Polres Sitaro dipindahkan sementara dipindahkan ke Polsek. Layanan akan dikembalikan ke Mapolres sampai situasi normal.
“Pelayanan kepada masyarakat untuk sementara kita alihkan ke Polsek Siau Barat, karena memang kami belum bisa beraktivitas di situ, karena Mapolres lumpuh total,” keluhnya.
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 6 orang meninggal dunia dan 4 orang dinyatakan hilang.
“Selain korban jiwa, beberapa rumah hilang, warga yang belum ditemukan serta warga mengalami luka-luka,” kata Bupati Sitaro, Cinthya Ingrid Kalangit melalui Kabag Prokopim Deddy Passandaran di Manado, Senin (5/1).
